Contoh Soal TKA Antropologi SMA
Contoh Soal
Contoh Soal No. 1

Manakah konsep dasar antropologi yang menjelaskan pentingnya memahami manusia secara holistik, baik dari aspek biologis, sosial, maupun budaya?

A.

Etnosentrisme

B.

Holisme

C.

Relativisme budaya

D.

Difusi budaya

💡Pembahasan Soal

Dalam antropologi, konsep 'holisme' menekankan pentingnya memahami manusia secara menyeluruh, mencakup aspek biologis, sosial, dan budaya. Konsep ini membantu antropolog untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang keberadaan manusia dalam berbagai konteks.

Contoh Soal No. 2

Seorang antropolog sedang meneliti praktik ngaben di Bali. Ia berusaha memahami bagaimana upacara tersebut membentuk identitas sosial masyarakat, memperkuat ikatan kekerabatan, dan merefleksikan pandangan dunia mereka tentang kematian dan kehidupan setelah mati. Pendekatan antropologi yang paling tepat digunakan untuk menganalisis fenomena ini adalah pendekatan...

A.

Fungsionalisme

B.

Strukturalisme

C.

Interpretif/Simbolik

D.

Evolusionisme

E.

Materialisme Budaya

💡Pembahasan Soal

Pendekatan interpretif atau simbolik dalam antropologi berfokus pada pemahaman makna, simbol, dan interpretasi yang diberikan oleh anggota masyarakat terhadap praktik budaya mereka. Dalam kasus ngaben, antropolog tidak hanya melihat fungsi praktis upacara, tetapi juga bagaimana upacara tersebut dipahami, diinterpretasikan, dan memberi makna pada kehidupan sosial, identitas, dan pandangan dunia masyarakat Bali. Pilihan lain tidak sesuai karena: Fungsionalisme lebih menekankan pada fungsi dan peran institusi sosial dalam menjaga stabilitas masyarakat. Strukturalisme mencari struktur dasar yang tidak disadari di balik fenomena budaya. Evolusionisme berfokus pada tahapan perkembangan budaya. Materialisme Budaya menekankan pada faktor materi dan ekonomi sebagai penentu budaya.

Contoh Soal No. 3

Antropologi ragawi mempelajari evolusi manusia dan variasi fisik antarpopulasi. Arkeologi meneliti budaya masa lalu melalui artefak. Etnologi bahasa menganalisis hubungan antara bahasa dan budaya. Bagaimana ketiga cabang antropologi ini saling terkait dalam memahami keberagaman budaya dan dinamika masyarakat manusia?

A.

Antropologi ragawi menyediakan kerangka biologis, arkeologi mengungkap konteks historis, dan etnologi bahasa menjelaskan ekspresi budaya, yang bersama-sama membentuk pemahaman holistik tentang masyarakat manusia.

B.

Meskipun memiliki fokus yang berbeda, ketiga cabang ini tidak memiliki keterkaitan langsung dalam analisis keberagaman budaya dan dinamika masyarakat manusia.

C.

Keterkaitan utama terletak pada penggunaan metode penelitian yang serupa, bukan pada substansi kajiannya.

D.

Antropologi ragawi hanya relevan untuk studi genetik, arkeologi hanya untuk peradaban kuno, dan etnologi bahasa hanya untuk linguistik murni.

💡Pembahasan Soal

Pilihan yang benar adalah "Antropologi ragawi menyediakan kerangka biologis, arkeologi mengungkap konteks historis, dan etnologi bahasa menjelaskan ekspresi budaya, yang bersama-sama membentuk pemahaman holistik tentang masyarakat manusia." Ini karena ketiga cabang antropologi ini, meskipun memiliki fokus spesifik masing-masing, saling melengkapi dalam memberikan pemahaman yang komprehensif tentang manusia. Antropologi ragawi membantu memahami dasar biologis manusia, arkeologi memberikan perspektif sejarah tentang bagaimana budaya berkembang, dan etnologi bahasa menunjukkan bagaimana bahasa membentuk dan merefleksikan budaya. Integrasi ketiga perspektif ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam tentang keberagaman budaya dan dinamika masyarakat manusia.

Contoh Soal No. 4

Etnografi adalah metode penelitian yang digunakan dalam antropologi untuk memahami suatu kebudayaan dari sudut pandang partisipan. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan hubungan antara etnografi dan penelitian antropologi?

A.

Etnografi merupakan salah satu metode utama yang memungkinkan peneliti antropologi untuk mendalami dan menganalisis pola-pola budaya secara holistik.

B.

Etnografi adalah metode yang hanya digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif dalam penelitian antropologi.

C.

Penelitian antropologi hanya terbatas pada penggunaan metode etnografi dan tidak melibatkan pendekatan lain.

D.

Etnografi adalah metode yang berfokus pada perbandingan antarbudaya tanpa perlu observasi langsung.

💡Pembahasan Soal

Etnografi adalah metode kualitatif yang fundamental dalam antropologi. Metode ini melibatkan observasi partisipatif dan wawancara mendalam untuk memahami suatu kelompok budaya dari perspektif mereka sendiri. Pilihan A benar karena etnografi memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh (holistik) tentang suatu budaya. Pilihan B salah karena etnografi berfokus pada data kualitatif, bukan kuantitatif. Pilihan C salah karena penelitian antropologi seringkali menggunakan berbagai metode lain selain etnografi. Pilihan D salah karena etnografi sangat menekankan observasi langsung dan pengalaman lapangan, bukan hanya perbandingan antarbudaya tanpa kontak langsung.

Contoh Soal No. 5

Seorang antropolog ingin memahami secara mendalam tentang praktik-praktik budaya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat nelayan di pesisir utara Jawa. Untuk mencapai tujuan ini, ia memutuskan untuk tinggal di desa nelayan tersebut selama satu tahun, berpartisipasi dalam kegiatan mereka, dan mencatat pengamatannya secara rinci. Pendekatan penelitian yang digambarkan dalam skenario ini paling tepat disebut sebagai...

A.

Survei Kuantitatif

B.

Eksperimen Laboratorium

C.

Etnografi

D.

Studi Pustaka

E.

Analisis Statistik

💡Pembahasan Soal

Metode penelitian yang dijelaskan adalah etnografi. Ciri utama dari penelitian etnografi adalah peneliti terjun langsung dan tinggal dalam waktu yang lama di tengah-tengah komunitas yang diteliti (imersi) untuk memahami kebudayaan mereka dari sudut pandang subjek penelitian. Hal ini melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan pencatatan lapangan secara rinci. Opsi lain tidak sesuai karena survei bersifat kuantitatif, eksperimen mengontrol variabel, studi pustaka berfokus pada dokumen, dan analisis statistik adalah teknik pengolahan data, bukan metode pengumpulan data lapangan seperti yang digambarkan.

Contoh Soal No. 6

Sebuah perusahaan multinasional berencana meluncurkan produk makanan instan di sebuah wilayah perkotaan padat penduduk. Tim riset perusahaan menggunakan hasil penelitian etnografi dari tahun 1980-an yang mendeskripsikan pola makan dan tradisi kuliner masyarakat di wilayah tersebut. Berdasarkan data lama itu, mereka merancang produk dengan cita rasa tradisional yang kental. Namun, produk tersebut tidak laku di pasaran. Menganalisis situasi ini dari sudut pandang pemanfaatan etnografi secara kritis, faktor utama yang paling mungkin menyebabkan kegagalan tersebut adalah...

A.

Masyarakat perkotaan tidak lagi menyukai makanan dengan cita rasa tradisional.

B.

Peneliti etnografi pada tahun 1980-an memberikan data yang tidak akurat.

C.

Perusahaan gagal mempertimbangkan perubahan gaya hidup dan dinamika budaya kuliner yang terjadi seiring waktu.

D.

Harga produk yang ditawarkan oleh perusahaan terlalu tinggi untuk daya beli masyarakat.

E.

Kualitas produk makanan instan yang dibuat tidak memenuhi standar.

💡Pembahasan Soal

Pemanfaatan hasil penelitian etnografi secara kritis menuntut kesadaran bahwa kebudayaan bersifat dinamis dan selalu berubah. Data etnografi dari tahun 1980-an tidak dapat digunakan secara langsung untuk memahami kondisi masyarakat di masa kini tanpa mempertimbangkan konteks waktu. Kegagalan perusahaan disebabkan oleh pengabaian terhadap dinamika sosial-budaya, seperti perubahan gaya hidup, globalisasi, dan munculnya preferensi kuliner baru di masyarakat perkotaan selama beberapa dekade. Analisis kritis seharusnya mendorong perusahaan untuk melakukan riset baru atau setidaknya memvalidasi data lama dengan kondisi kontekstual saat ini.

Contoh Soal No. 7

Etnografi adalah metode penelitian yang digunakan untuk memahami budaya dan masyarakat dari perspektif orang dalam. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, penerapan etnografi dapat membantu kita untuk memahami berbagai fenomena sosial. Salah satu contoh penerapan etnografi dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk memahami...

A.

perubahan iklim global

B.

perilaku konsumen dalam membeli produk

C.

struktur atom suatu zat

D.

pergerakan lempeng tektonik

E.

evolusi spesies

💡Pembahasan Soal

Etnografi berfokus pada pemahaman budaya dan perilaku manusia dalam konteks sosialnya. Memahami perilaku konsumen dalam membeli produk adalah contoh penerapan etnografi karena melibatkan pengamatan dan analisis kebiasaan, motivasi, dan interaksi sosial yang memengaruhi keputusan pembelian. Pilihan lain seperti perubahan iklim, struktur atom, pergerakan lempeng tektonik, dan evolusi spesies adalah fenomena alam atau ilmiah yang tidak secara langsung berkaitan dengan kajian budaya dan perilaku manusia yang menjadi fokus etnografi.

Contoh Soal No. 8

Masyarakat multikultural Indonesia memiliki berbagai bentuk keanekaragaman budaya yang hidup berdampingan. Salah satu contoh nyata multikulturalisme di Indonesia adalah kampung Pecinan yang terdapat di berbagai kota besar. Fenomena ini merupakan bentuk multikulturalisme...

A.

Isolasionis

B.

Akomodatif

C.

Otonomis

D.

Kritikal

E.

Kosmopolitan

💡Pembahasan Soal

Multikulturalisme akomodatif adalah bentuk multikulturalisme di mana masyarakat mayoritas relatif memberi ruang kepada kelompok minoritas untuk menjalankan kebudayaannya. Kampung Pecinan merupakan contoh nyata di mana komunitas Tionghoa (minoritas) diberi ruang untuk mempertahankan identitas budayanya, menjalankan usaha, dan hidup berdampingan dengan masyarakat sekitar. Mereka tetap mengakui hukum dan aturan nasional sambil mempertahankan tradisi budayanya.

Contoh Soal No. 9

Dalam sebuah kota metropolitan, terdapat berbagai kelompok etnis yang hidup berdampingan. Kelompok-kelompok ini mempertahankan identitas budaya mereka masing-masing namun tetap berinteraksi dan berkontribusi dalam kehidupan sosial yang lebih luas. Pemerintah kota mendukung keberagaman ini dengan memberikan kebebasan berekspresi budaya sambil tetap menegakkan nilai-nilai bersama. Berdasarkan karakteristik tersebut, jenis multikulturalisme apakah yang paling tepat menggambarkan situasi ini?

A.

Multikulturalisme Isolasionis

B.

Multikulturalisme Akomodatif

C.

Multikulturalisme Liberal

D.

Multikulturalisme Komunitarian

E.

Multikulturalisme Imperialis

💡Pembahasan Soal

Jawaban yang tepat adalah Multikulturalisme Liberal karena:

  1. Kelompok-kelompok etnis mempertahankan identitas budaya mereka (mengakui keragaman)
  2. Mereka tetap berinteraksi dan berkontribusi dalam kehidupan sosial yang lebih luas (partisipasi dalam ruang publik)
  3. Ada dukungan pemerintah untuk kebebasan berekspresi budaya (pengakuan hak-hak individual)
  4. Tetap menegakkan nilai-nilai bersama (kerangka umum yang mengikat)

Multikulturalisme Liberal menekankan integrasi budaya ke dalam kerangka masyarakat yang lebih luas sambil tetap mempertahankan identitas kultural masing-masing, berbeda dengan jenis multikulturalisme lain yang cenderung membatasi interaksi (isolasionis), hanya memberi konsesi terbatas (akomodatif), terlalu komunal (komunitarian), atau mendominasi (imperialis).

Contoh Soal No. 10

Apa yang dimaksud dengan masyarakat multikultural?

A.

Masyarakat yang terdiri dari berbagai budaya dan hidup berdampingan secara harmonis.

B.

Masyarakat yang hanya memiliki satu budaya dominan.

C.

Masyarakat yang tidak mengenal keberagaman budaya.

D.

Masyarakat yang hanya mengadopsi budaya asing.

E.

Masyarakat yang menolak keberadaan budaya lain.

💡Pembahasan Soal

Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok budaya yang berbeda dan hidup berdampingan dengan saling menghormati satu sama lain. Hal ini mencakup pengakuan akan keberagaman budaya dan toleransi antar kelompok.

Contoh Soal No. 11

Dalam ilmu geografi, pengembangan suatu wilayah harus dikaji menggunakan pendekatan terpadu untuk memahami keterkaitan antarunsur. Berikut ini yang bukan merupakan pendekatan utama geografi yang digunakan dalam analisis pengembangan wilayah adalah...

A.

Analisis Spasial (Keruangan)

B.

Analisis Kompleks Wilayah (Regional Complex)

C.

Analisis Interaksi Desa-Kota

D.

Analisis Ekologis (Kelingkungan)

E.

Analisis Sistem Produksi

💡Pembahasan Soal

Dalam kajian Geografi, terdapat tiga pendekatan fundamental yang digunakan untuk menganalisis fenomena di permukaan bumi, termasuk pengembangan wilayah:

Analisis Spasial (Keruangan): Menitikberatkan pada eksistensi ruang yang meliputi lokasi, distribusi, dan pola fenomena.

Analisis Ekologis (Kelingkungan): Mempelajari hubungan timbal balik antara organisme hidup (terutama manusia) dengan lingkungan fisiknya.

Analisis Kompleks Wilayah: Perpaduan antara pendekatan spasial dan ekologis. Pendekatan ini melihat wilayah sebagai satu kesatuan yang unik dan berinteraksi dengan wilayah lain (termasuk Interaksi Desa-Kota).

Sistem Produksi memang berkaitan dengan aktivitas ekonomi di suatu wilayah, namun ia merupakan bagian dari materi ekonomi teknis atau manajemen, bukan merupakan metodologi pendekatan utama dalam kerangka berpikir geografis.

Contoh Soal No. 12

Di sebuah desa pesisir, pengembangan pariwisata membawa perubahan sosial-budaya. Survei warga menunjukkan 60%60\% rumah tangga mengalami kenaikan pendapatan, namun 35%35\% mengeluhkan renggangnya gotong royong. Menyikapi hal ini, lembaga adat menetapkan zonasi ketinggian bangunan, mewajibkan homestay mengikuti aturan adat dan mendukung festival budaya, serta memasukkan muatan lokal di sekolah.

Berdasarkan uraian tersebut, tipe respon masyarakat terhadap perubahan sosial-budaya yang paling tepat adalah apa?

A.

Adaptasi selektif: menerima unsur yang menguntungkan sambil menyaring unsur yang bertentangan dengan nilai lokal

B.

Resistensi total: menolak seluruh unsur pariwisata dan menutup diri dari pengaruh luar

C.

Asimilasi penuh: melebur total dengan budaya pendatang tanpa pelestarian identitas lokal

D.

Disorganisasi sosial: melemahnya norma tanpa adanya regulasi kolektif

E.

Modernisasi tanpa filter: mengejar pertumbuhan ekonomi semata tanpa mempertimbangkan norma adat

💡Pembahasan Soal

Langkah-langkah penalaran:

  1. Identifikasi dampak: ada dampak positif (kenaikan pendapatan 60%60\%) dan tantangan sosial (35%35\% merasa gotong royong renggang).
  2. Identifikasi respon masyarakat: ada regulasi adat (zonasi), kewajiban budaya bagi homestay, dan pendidikan muatan lokal.
  3. Makna kebijakan: masyarakat menerima unsur pariwisata yang bermanfaat, tetapi memfilter unsur yang berpotensi menggerus nilai lokal.
  4. Klasifikasi: pola tersebut sesuai dengan adaptasi selektif (selektif-akomodatif), bukan resistensi total, bukan asimilasi penuh, bukan disorganisasi (karena ada aturan), dan bukan modernisasi tanpa filter (karena ada penyaringan berbasis nilai).
Contoh Soal No. 13

Ruang lingkup antropologi sosial menekankan analisis struktur dan proses sosial (misalnya pranata, peran, jaringan, stratifikasi), sedangkan antropologi budaya menekankan sistem makna, simbol, nilai, dan artefak. Dari skenario berikut, manakah yang paling tepat termasuk kajian antropologi sosial?

A.

Mengkaji pola relasi dan peran dalam kelompok arisan perantau di kota serta dampaknya terhadap akses kerja dan dukungan sosial.

B.

Menafsirkan simbolisme warna dan rangkaian gerak dalam tari upacara panen sebuah komunitas agraris.

C.

Menginventarisasi motif batik daerah beserta makna filosofis yang dilekatkan oleh pembatiknya.

D.

Mendokumentasikan penurunan penggunaan bahasa ibu dan upaya revitalisasi melalui kurikulum sekolah lokal.

E.

Menganalisis teknik pembuatan alat batu prasejarah dan nilai budaya yang melekat pada artefak tersebut.

💡Pembahasan Soal

Langkah penalaran: (1) Bedakan fokus: antropologi sosial mempelajari struktur/proses sosial—pranata, relasi, peran, jaringan, dan stratifikasi; antropologi budaya menelaah sistem makna—simbol, nilai, ritual, artefak, dan pengetahuan budaya. (2) Uji tiap opsi: • Opsi 1 tepat untuk antropologi sosial karena menelaah pola relasi, peran, dan jaringan dukungan dalam kelompok arisan serta konsekuensi sosial-ekonominya. • Opsi 2 berfokus pada simbolisme ritual (makna dan simbol), khas antropologi budaya. • Opsi 3 tentang makna motif batik (artefak dan simbol), ranah budaya. • Opsi 4 memusat pada bahasa dan identitas budaya (antropologi linguistik/budaya). • Opsi 5 menyangkut artefak dan teknologi pembuatan (arkeologi/antropologi budaya material). Karena itu, opsi 1 paling sesuai dengan ruang lingkup antropologi sosial.

Contoh Soal No. 14

Apa yang dimaksud dengan antropologi terapan dalam konteks studi sosial budaya masyarakat?

A.

Pengumpulan data tentang kehidupan sehari-hari masyarakat tanpa penerapan praktis.

B.

Studi tentang asal-usul manusia dan evolusi biologisnya.

C.

Kajian tentang pola-pola konsumsi masyarakat pada masa lampau.

D.

Penelitian tentang mitos dan legenda dalam budaya tertentu.

E.

Penggunaan ilmu antropologi untuk memahami dan memecahkan masalah dalam masyarakat.

💡Pembahasan Soal

Antropologi terapan adalah cabang antropologi yang menggunakan prinsip-prinsip antropologi untuk membantu memecahkan masalah sosial, budaya, atau ekonomi dalam masyarakat. Ini berbeda dari kajian teoritis yang hanya berfokus pada pengumpulan dan analisis data tanpa penerapan langsung.

Contoh Soal No. 15

Dalam pendekatan antropologi terapan, bagaimana seorang antropolog dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan budaya?

A.

Dengan menganalisis sistem sosial dan budaya masyarakat serta memberikan rekomendasi solusi.

B.

Dengan memberikan pelatihan langsung kepada masyarakat tanpa memahami konteks budaya mereka.

C.

Dengan mengabaikan nilai-nilai budaya lokal untuk menerapkan solusi yang lebih modern.

D.

Dengan memaksakan perubahan budaya yang sesuai dengan pandangan pribadi sang antropolog.

E.

Dengan hanya mengamati dan tidak memberikan masukan apapun.

💡Pembahasan Soal

Seorang antropolog terapan membantu masyarakat dengan menganalisis sistem sosial-budaya untuk memahami permasalahan yang ada. Berdasarkan analisis tersebut, mereka dapat menawarkan solusi yang relevan dan kontekstual tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya lokal.

Contoh Soal No. 16

Dalam kajian antropologi, kearifan lokal dipahami sebagai sistem nilai dan pengetahuan yang membimbing komunitas beradaptasi dengan lingkungan serta mengatur kehidupan sosial, tidak sekadar kebiasaan yang kebetulan. Manakah pernyataan yang paling akurat merefleksikan definisi tersebut sekaligus menyebutkan bentuk-bentuk utamanya?

A.

Sistem pengetahuan-nilai yang lahir dari pengalaman kolektif, diwariskan lintas generasi (sering secara lisan), dan termanifestasi dalam pranata adat, pantang larang, ritus, peribahasa/cerita rakyat, serta praktik teknologi lokal untuk mengelola alam dan relasi sosial.

B.

Sekumpulan kebiasaan harian yang populer di suatu daerah tanpa fungsi adaptif atau norma yang mengikat.

C.

Dokumen hukum formal pemerintah daerah yang mengatur budaya setempat.

D.

Produk seni dan kerajinan dekoratif yang dibuat untuk pariwisata semata.

E.

Kumpulan takhayul statis yang menghambat perubahan dan tidak memiliki relevansi ekologis maupun sosial.

💡Pembahasan Soal

Langkah penalaran: (1) Definisi kunci kearifan lokal mencakup pengetahuan, nilai, dan norma yang lahir dari pengalaman kolektif, bersifat adaptif, diwariskan lintas generasi, sering secara lisan. (2) Bentuk-bentuknya mencakup pranata adat, pantang larang, ritus/upacara, peribahasa/cerita rakyat, serta teknologi/praktik pengelolaan lingkungan. (3) Opsi benar menyebutkan semua elemen definisi dan contoh bentuknya. Opsi lain keliru karena mereduksi kearifan lokal menjadi kebiasaan populer, aturan formal negara, komoditas seni, atau takhayul statis tanpa fungsi adaptif sosial-ekologis.

Contoh Soal No. 17

Sistem irigasi Subak di Bali adalah salah satu contoh kearifan lokal yang diakui dunia. Sistem ini mengatur pembagian air secara adil kepada para petani berdasarkan kalender dan ritual keagamaan. Dilihat dari dampaknya, manakah penilaian yang paling tepat mengenai peran Subak dalam kehidupan masyarakat Bali?

A.

Sistem Subak dinilai kurang efektif karena lebih mengandalkan ritual daripada teknologi modern dalam pengelolaan air.

B.

Peran utama Subak saat ini hanyalah sebagai objek wisata budaya, bukan lagi sebagai sistem pertanian yang fungsional.

C.

Subak membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjadi dasar bagi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan menjaga harmoni sosial.

D.

Keberadaan Subak justru menghambat modernisasi pertanian di Bali karena dianggap terlalu tradisional dan tidak efisien.

E.

Subak merupakan sistem yang eksklusif dan tidak memiliki nilai atau pelajaran yang bisa diterapkan di daerah lain.

💡Pembahasan Soal

Untuk menjawab soal ini, kita perlu mengevaluasi peran dan dampak kearifan lokal Subak.

  1. Analisis Konsep Subak: Subak adalah sistem pengelolaan air irigasi di Bali yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial dan religius. Sistem ini berlandaskan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.
  2. Evaluasi Pilihan Jawaban:
    • Pilihan pertama salah karena meskipun menggunakan ritual, sistem Subak terbukti sangat efektif dalam mengelola air secara adil dan mencegah konflik selama berabad-abad.
    • Pilihan kedua salah karena meskipun menjadi daya tarik wisata, fungsi utama Subak sebagai sistem pertanian masih berjalan hingga kini dan menjadi tulang punggung agraris di Bali.
    • Pilihan keempat salah. Justru sebaliknya, prinsip keberlanjutan dan efisiensi komunal dalam Subak menjadi inspirasi bagi model pertanian modern yang ramah lingkungan.
    • Pilihan kelima salah. Prinsip keadilan, kebersamaan, dan keseimbangan ekologis dalam Subak adalah nilai-nilai universal yang dapat diadaptasi untuk pengelolaan sumber daya di tempat lain.
    • Pilihan ketiga adalah penilaian yang paling tepat. Subak secara nyata menunjukkan bahwa sebuah kearifan lokal mampu menciptakan sistem pengelolaan sumber daya (alam) yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ikatan dan mencegah konflik (harmoni sosial) di antara anggotanya.
Contoh Soal No. 18

Cerita prosa rakyat yang dianggap suci oleh masyarakat pemiliknya dan tokoh-tokoh utamanya adalah para dewa atau makhluk setengah dewa disebut...

A.

Mite

B.

Legenda

C.

Dongeng

D.

Fabel

E.

Epos

💡Pembahasan Soal

Mite (mitos) adalah jenis tradisi lisan berupa cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh masyarakat pemiliknya. Tokoh dalam mite biasanya adalah para dewa atau makhluk setengah dewa, dan latar ceritanya terjadi di dunia lain (misalnya kahyangan) pada masa lampau. Legenda adalah cerita tentang tokoh sejarah atau asal-usul tempat, sedangkan dongeng adalah cerita fiksi yang tidak dianggap nyata. Fabel adalah dongeng dengan tokoh binatang. Epos adalah syair kepahlawanan. Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat adalah mite.

Contoh Soal No. 19

Di tengah gempuran media digital dan hiburan modern, sebuah komunitas adat berupaya melestarikan tradisi lisan mendongeng mereka yang mulai ditinggalkan generasi muda. Berdasarkan analisis tantangan modern, manakah strategi yang paling efektif dan berkelanjutan untuk memastikan tradisi tersebut tetap hidup dan relevan bagi generasi penerus?

A.

Mewajibkan semua anak muda di komunitas untuk menghadiri sesi mendongeng tradisional setiap malam.

B.

Mencatat semua dongeng dalam bentuk buku tebal dan menyimpannya di perpustakaan adat untuk arsip.

C.

Mengintegrasikan tradisi lisan ke dalam platform digital yang populer di kalangan anak muda, seperti podcast, animasi, atau konten media sosial.

D.

Melarang total penggunaan gawai dan internet di dalam wilayah adat untuk mengurangi pengaruh budaya luar.

E.

Hanya menyelenggarakan festival tradisi lisan setahun sekali sebagai atraksi bagi wisatawan.

💡Pembahasan Soal

Pertanyaan ini meminta untuk mengevaluasi strategi yang paling efektif dan berkelanjutan untuk melestarikan tradisi lisan di era modern. Kunci untuk menjawabnya adalah dengan memilih pendekatan yang adaptif dan relevan dengan kondisi saat ini.

  1. Pilihan yang benar adalah mengintegrasikan tradisi lisan ke dalam platform digital. Strategi ini bersifat adaptif. Ia tidak menolak modernisasi, tetapi memanfaatkannya sebagai media baru untuk transmisi budaya. Dengan mengubah format dongeng menjadi podcast atau animasi, tradisi tersebut menjadi lebih mudah diakses dan menarik bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi. Ini adalah cara yang paling berkelanjutan karena menjembatani kesenjangan generasi dan menjaga tradisi tetap hidup dalam format yang relevan.

  2. Pilihan yang salah:

    • Mewajibkan anak muda hadir adalah pendekatan koersif (memaksa) yang cenderung tidak efektif dalam jangka panjang. Paksaan dapat menimbulkan penolakan dan membuat tradisi terasa sebagai beban, bukan sebagai warisan yang berharga.
    • Mencatat dalam buku penting untuk dokumentasi, tetapi ini adalah strategi pasif. Tradisi lisan adalah tradisi yang hidup melalui penceritaan, bukan sekadar teks yang tersimpan. Strategi ini hanya mengawetkan konten, bukan praktik tradisinya.
    • Melarang gawai dan internet adalah strategi isolasionis yang tidak realistis di dunia yang terhubung secara global. Ini akan menghambat perkembangan komunitas dan sulit untuk ditegakkan.
    • Menyelenggarakan festival tahunan memang baik untuk promosi, tetapi tidak cukup untuk memastikan transmisi nilai-nilai dan praktik budaya sehari-hari kepada generasi muda di dalam komunitas itu sendiri. Sifatnya yang seremonial dan jarang tidak menjamin keberlanjutan tradisi.

Mau lihat pembahasan soal?

Dapatkan pembahasan lengkap untuk setiap soal, langkah penyelesaian, dan tips cepat paham. Gratis — buka pembahasan sekarang.

Scan QR code atau kunjungi link ini untuk lihat pembahasan lengkap:

mimpi.mu/tracks/tka-antropologi-sma
QR Code

Scan untuk lihat pembahasan soal

mimpi.mu/tracks/tka-antropologi-sma