Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia SMA
Contoh Soal
Contoh Soal No. 1

Berbagai Jenis Tahu yang Perlu Diketahui

Keberagaman jenis tahu di pasaran menawarkan pilihan tekstur dan cita rasa yang bervariasi, cocok untuk berbagai jenis masakan. Setiap jenis tahu memiliki karakteristik unik yang memengaruhi cara pengolahannya. Berikut beberapa jenis tahu yang umum ditemukan:

• Tahu Putih: Ini adalah jenis tahu yang paling umum, memiliki tekstur padat dan rasa khas kedelai yang netral, cocok untuk digoreng atau direbus.

• Tahu Kuning: Mirip dengan tahu putih, namun telah direbus dengan kunyit dan bumbu lain sehingga berwarna kuning cerah dan memiliki rasa yang sedikit gurih.

• Tahu Sutra: Dikenal juga sebagai tahu jepang, tahu sutra memiliki tekstur sangat lembut dan halus, sering digunakan dalam sup atau hidangan kukus.

• Tahu Pong/Sumedang: Tahu ini memiliki karakteristik unik, yaitu bagian dalamnya kopong atau berongga setelah digoreng, dan kulit luarnya krispi.

• Tahu Susu: Jenis tahu ini memiliki tekstur yang sangat lembut, hampir menyerupai tahu sutra, dan seringkali memiliki aroma susu yang samar karena proses pembuatannya.

Inspirasi Olahan Tahu: Praktis dan Lezat

Fleksibilitas tahu dalam masakan menjadikannya bahan favorit di dapur. Tahu dapat diolah menjadi berbagai menu praktis, dari hidangan sederhana hingga yang lebih kompleks. Beberapa ide olahan tahu yang bisa dicoba:

• Tahu Goreng: Hidangan klasik yang renyah di luar dan lembut di dalam, cocok sebagai camilan atau lauk.

• Pepes Tahu: Tahu yang dihaluskan dan dicampur bumbu, kemudian dikukus dalam daun pisang, memberikan aroma khas yang lezat.

• Semur Tahu: Tahu yang dimasak dengan bumbu kecap manis, rempah, dan berbagai sayuran, menghasilkan hidangan berkuah kental dan gurih.

• Tahu Bacem: Tahu yang direbus dengan air kelapa, gula merah, dan rempah hingga meresap sempurna, menciptakan rasa manis gurih yang unik.

• Tahu Teriyaki: Olahan tahu dengan saus teriyaki yang manis dan gurih, cocok sebagai lauk bergaya Jepang.

• Tahu Crispy: Tahu yang dipotong kecil dan digoreng dengan balutan tepung renyah, sering disajikan dengan cocolan sambal.

• Perkedel Tahu: Tahu yang dihaluskan bersama bumbu dan digoreng, menjadi alternatif perkedel kentang yang tidak kalah lezat.

• Tumis Tahu: Tahu yang dipotong dadu atau diiris, lalu ditumis dengan sayuran dan bumbu sesuai selera.

Sumber: https://www.halodoc.com/artikel/gampang-yuk-cari-tahu-fakta-unik-dan-menarik?srsltid=AfmBOoow7SIkCucVltzjq0iXkKKrk_APk-YogIY3WhopOT_l2uIsQ0LI

Pertanyaan:
Bayangkan Anda adalah seorang penulis konten kuliner yang ingin mengadaptasi teks di atas menjadi sebuah brosur internasional namun tetap mempertahankan identitas lokal. Anda diminta untuk menyusun sebuah paragraf promosi baru yang menggabungkan istilah serapan asing di bidang kuliner dengan istilah serapan bahasa daerah yang terdapat dalam teks untuk memperkuat daya tarik produk. Manakah kombinasi kalimat berikut yang paling tepat dalam mengintegrasikan kata serapan tersebut secara harmonis? (Pilihlah dua jawaban benar)

A.

"Nikmati sensasi Tahu Teriyaki dengan bumbu meresap ala resto, atau pilih Tahu Bacem yang diolah tradisional untuk rasa manis yang autentik."

B.

"Rasakan kelembutan Tahu Sutra yang sangat halus, sangat cocok jika dipadukan dengan teknik memasak Tumis Tahu yang praktis dan cepat."

C.

"Hadirkan camilan Tahu Crispy dengan tekstur kulit yang kopong, memberikan perpaduan modernitas bahasa asing dengan karakteristik lokal yang unik."

D.

"Kami menyediakan Tahu Putih yang padat dan Tahu Kuning yang gurih, semuanya diproses secara higienis untuk kesehatan keluarga Anda."

💡Pembahasan Soal

  1. Analisis Pilihan A: Menggabungkan "Teriyaki" (Serapan Asing - Jepang) dengan "Bacem" (Serapan Daerah - Jawa). Ini memenuhi kriteria penggabungan dua jenis serapan untuk memperkuat identitas produk.

  2. Analisis Pilihan B: Menggunakan "Sutra" dan "Tumis". Meskipun "Sutra" bisa dianggap serapan lama (Sanskerta), dalam konteks teks ini lebih menonjolkan jenis tahu. "Tumis" adalah kosakata umum, tidak menunjukkan kontras serapan asing/daerah yang kuat seperti pilihan A atau C.

  3. Analisis Pilihan C: Menggabungkan "Crispy" (Serapan Asing - Inggris) dengan "Kopong" (Serapan Daerah - Jawa/Sunda). Ini adalah bentuk kreasi kalimat yang sangat efektif dalam bidang kuliner untuk mendeskripsikan tekstur secara akurat dan menarik.

  4. Analisis Pilihan D: Hanya menggunakan kosakata umum dan istilah deskriptif warna, tidak menunjukkan penggunaan kata serapan asing atau daerah yang spesifik seperti yang diminta soal.

Jadi, jawaban soal ini adalah A dan C.

Contoh Soal No. 2

Layaknya air minum yang bersih, udara yang kita hirup setiap hari adalah fondasi penting bagi kesehatan. Tanpa kita sadari, ribuan liter udara masuk ke dalam tubuh setiap harinya. Jika udara tersebut tercemar, dampaknya dapat langsung terasa, mulai dari iritasi ringan pada mata dan tenggorokan hingga risiko penyakit yang lebih serius.

Tak heran, jika dalam beberapa tahun terakhir, isu kualitas udara semakin menjadi perhatian. Terlebih, aktivitas manusia, kondisi cuaca, dan perubahan iklim turut memainkan peran penting dalam menentukan kebersihan udara di sekitar kita.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kualitas udara? Kualitas udara adalah ukuran kebersihan udara dari polutan, yaitu zat-zat kecil tak kasat mata yang dapat membahayakan kesehatan saat terhirup. Secara umum, kualitas udara dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu:
• Pencemaran udara, yang dampaknya dapat dirasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
• Gas rumah kaca, yang memengaruhi iklim dalam jangka panjang dan berkontribusi terhadap pemanasan global.

Pencemaran udara terjadi ketika asap kendaraan, emisi industri, dan pembakaran sampah melepaskan zat berbahaya ke atmosfer. Udara yang tercemar dapat memicu gangguan pernapasan, mengganggu ekosistem, dan menurunkan kualitas hidup.

Sementara itu, gas rumah kaca (GRK) merupakan “selimut” alami Bumi yang berfungsi menahan panas matahari agar suhu tetap stabil. Gas-gas utamanya meliputi karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O).

Aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil atau pengelolaan sampah yang tidak ramah lingkungan. Inilah yang menyebabkan selimut ini semakin menebal, sehingga terjadi pemanasan global.

Sumber: https://www.bmkg.go.id/artikel/apa-itu-kualitas-udara

Pertanyaan:
Kosakata dalam teks seperti "emisi industri", "pembakaran sampah", dan "gas rumah kaca" menggambarkan sebuah fenomena lingkungan yang bersifat... (Pilih dua jawaban benar)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Antropogenik (disebabkan oleh aktivitas manusia).

B.

Alami tanpa campur tangan makhluk hidup.

C.

Degradasi kualitas lingkungan hidup.

D.

Pemulihan ekosistem secara mandiri.

💡Pembahasan Soal

Kosakata tersebut merujuk pada aktivitas manusia seperti industri, bakar dan sampah yang menyebabkan kerusakan atau penurunan kualitas lingkungan.

Istilah ilmiah untuk fenomena yang disebabkan manusia adalah antropogenik.

Jadi, jawaban soal ini adalah A dan C.

Contoh Soal No. 3

Layaknya air minum yang bersih, udara yang kita hirup setiap hari adalah fondasi penting bagi kesehatan. Tanpa kita sadari, ribuan liter udara masuk ke dalam tubuh setiap harinya. Jika udara tersebut tercemar, dampaknya dapat langsung terasa, mulai dari iritasi ringan pada mata dan tenggorokan hingga risiko penyakit yang lebih serius.

Tak heran, jika dalam beberapa tahun terakhir, isu kualitas udara semakin menjadi perhatian. Terlebih, aktivitas manusia, kondisi cuaca, dan perubahan iklim turut memainkan peran penting dalam menentukan kebersihan udara di sekitar kita.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kualitas udara? Kualitas udara adalah ukuran kebersihan udara dari polutan, yaitu zat-zat kecil tak kasat mata yang dapat membahayakan kesehatan saat terhirup. Secara umum, kualitas udara dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu:
• Pencemaran udara, yang dampaknya dapat dirasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
• Gas rumah kaca, yang memengaruhi iklim dalam jangka panjang dan berkontribusi terhadap pemanasan global.

Pencemaran udara terjadi ketika asap kendaraan, emisi industri, dan pembakaran sampah melepaskan zat berbahaya ke atmosfer. Udara yang tercemar dapat memicu gangguan pernapasan, mengganggu ekosistem, dan menurunkan kualitas hidup.

Sementara itu, gas rumah kaca (GRK) merupakan “selimut” alami Bumi yang berfungsi menahan panas matahari agar suhu tetap stabil. Gas-gas utamanya meliputi karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O).

Aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil atau pengelolaan sampah yang tidak ramah lingkungan. Inilah yang menyebabkan selimut ini semakin menebal, sehingga terjadi pemanasan global.

Sumber: https://www.bmkg.go.id/artikel/apa-itu-kualitas-udara

Pertanyaan:
Jika Anda diminta menyusun bagan alur mengenai mekanisme pemanasan global berdasarkan teks tersebut, komponen manakah yang harus ada dalam urutan yang logis? (Pilih tiga jawaban benar)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Aktivitas manusia (pembakaran bahan bakar fosil/sampah).

B.

Pelepasan gas rumah kaca (CO₂, CH₄, N₂O).

C.

Penurunan suhu permukaan bumi secara drastis.

D.

Penebalan lapisan "selimut" di atmosfer yang menahan panas.

💡Pembahasan Soal

Berdasarkan teks, alur terjadinya pemanasan global dimulai dari aktivitas manusia (A), yang melepaskan gas rumah kaca (B), sehingga menyebabkan lapisan gas tersebut menebal dan menahan panas (D). Penurunan suhu (C) salah karena yang terjadi adalah kenaikan suhu.

Jadi, jawaban soal ini adalah A, B, dan D.

Contoh Soal No. 4

CARA MENGURANGI GAS RUMAH KACA

Setiap orang dapat berperan dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK). Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Berikut beberapa langkah yang bisa mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

Kurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor Sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi CO₂ terbesar. Mengubah kebiasaan perjalanan dapat membantu mengurangi emisi secara signifikan.

Anda bisa mulai dengan:
• Menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta, atau angkot untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi.
• Menerapkan gaya berkendara hemat energi, seperti tidak menginjak gas dan rem secara mendadak, servis kendaraan secara rutin, dan menjaga tekanan ban tetap optimal.
• Berjalan kaki atau bersepeda untuk perjalanan jarak dekat. Selain ramah lingkungan, cara ini juga baik untuk kesehatan. Jika memungkinkan, beralih ke kendaraan listrik yang lebih efisien dan tidak menghasilkan emisi langsung.

Hemat Energi di Rumah Sebagian besar listrik di Indonesia masih berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil. Artinya, semakin besar konsumsi energi, semakin besar pula emisi GRK yang dihasilkan.

Beberapa langkah penghematan energi yang bisa dilakukan:
• Menggunakan peralatan elektronik hemat energi, seperti AC dan kulkas berlabel efisiensi tinggi.
• Mematikan lampu, AC, televisi, dan perangkat lain ketika tidak digunakan.
• Mengoptimalkan pencahayaan alami di siang hari.
• Mengatur suhu AC di kisaran 24–26°C, yang lebih efisien dan tetap nyaman.

Menanam dan Merawat Pohon
Pohon adalah salah satu penyerap karbon paling efektif. Dengan menanam dan merawat pohon, kita turut membantu menurunkan konsentrasi CO₂ di atmosfer.Lakukan langkah berikut:
• Menanam pohon di halaman rumah atau mengikuti kegiatan penghijauan.
• Menjaga pohon tetap sehat melalui penyiraman dan perawatan rutin.
• Mendukung ruang terbuka hijau di lingkungan sekitar.

Selain menyerap CO₂, pohon juga membantu menurunkan suhu udara, meningkatkan kualitas udara, serta menyediakan habitat bagi berbagai makhluk hidup.

Hindari Pembakaran Sampah dan Hutan Pembakaran sampah rumah tangga maupun pembakaran hutan untuk membuka lahan melepaskan CO₂, metana, dan berbagai partikel berbahaya. Selain mempercepat pemanasan global, asapnya juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Sebagai gantinya, Anda bisa melakukan hal berikut:
• Mengolah sampah organik menjadi kompos.
• Melakukan pemilahan sampah untuk memudahkan proses daur ulang.
• Mendukung praktik pengelolaan sampah dan hutan yang lebih ramah lingkungan.

Sumber: https://www.bmkg.go.id/artikel/gas-rumah-kaca

Pertanyaan:
Berdasarkan teks "Cara Mengurangi Gas Rumah Kaca", jika Anda diminta untuk menciptakan sebuah "Piagam Warga Hijau" sebagai pedoman nilai dan perilaku di sebuah komunitas, manakah pernyataan-pernyataan di bawah ini yang merupakan penyimpulan yang tepat terhadap nilai-nilai dan gagasan pendukung yang harus dicantumkan? (Pilihlah dua jawaban yang benar)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Mengutamakan prinsip efisiensi energi dengan mengondisikan perangkat elektronik hanya bekerja pada saat dibutuhkan secara optimal.

B.

Menumbuhkan nilai tanggung jawab komunal melalui pengelolaan limbah organik yang produktif guna menghindari polusi udara akibat pembakaran.

C.

Menetapkan aturan bahwa setiap warga wajib memiliki kendaraan listrik pribadi sebagai syarat utama menjadi warga hijau.

D.

Mengadopsi nilai keselarasan alam dengan mengintegrasikan pohon ke dalam ruang hidup sebagai sistem penyerap karbon alami.

💡Pembahasan Soal

Pernyataan A (Benar): Menyimpulkan gagasan dari bagian "Hemat Energi di Rumah" (mematikan alat saat tidak dipakai dan efisiensi AC).

Pernyataan B (Benar): Menyimpulkan nilai dari bagian "Hindari Pembakaran Sampah" yang menyarankan pembuatan kompos daripada pembakaran yang menghasilkan emisi metana/CO₂.

Pernyataan C (Salah): Teks menyebutkan kendaraan listrik sebagai opsi jika memungkinkan, namun lebih menekankan pada transportasi umum, bersepeda, dan berjalan kaki. Mewajibkan kendaraan listrik bukan kesimpulan yang tepat dari teks tersebut.

Pernyataan D (Benar): Menyimpulkan gagasan dari bagian "Menanam dan Merawat Pohon" sebagai solusi penurunan konsentrasi CO₂ di atmosfer.

Jadi, jawaban soal ini adalah A, B, dan D.

Contoh Soal No. 5

Tempe bukan sekadar makanan tradisional yang terjangkau, melainkan produk fermentasi super yang menyimpan kekayaan nutrisi luar biasa bagi tubuh manusia. Melalui proses fermentasi kacang kedelai oleh jamur Rhizopus oligosporus, tempe bertransformasi menjadi sumber protein nabati yang unik karena mengandung zat-zat gizi yang biasanya sulit ditemukan pada bahan pangan nabati lainnya.

Salah satu Manfaat dari tempe bagi kesehatan adalah adanya bakteri yang tidak terdapat pada produk nabati lainnya yang dapat meningkatkan asam folat dan membentuk vitamin B12 dari hasil proses fermentasinya. Kandungan zat besi, vitamin B12 dan asam folat pada tempe berperan dalam pembentukan hemoglobin (Hb) tubuh manusia, sehingga menurut penelitian dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam menanggulangi anemia. Tempe juga mengandung probiotik dan prebiotik yang dapat berperan baik dalam sistem pencernaan sehingga dapat membantu dalam pertumbuhan anak dalam mencegah stunting, mengatasi masalah pencernaan seperti diare dan sembelit, menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, meningkatkan performa pada atlet, serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pengolahan tempe yang disarankan adalah tidak menggunakan suhu tinggi dikarenakan akan merusak probiotik yang ada pada tempe.

Kandungan gizi tempe kedelai yang bermanfaat bagi kesehatan dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular yaitu kalium, isoflavon, saponin, lesitin, dan fitosterol. Selain itu, tempe kedelai mempunyai kandungan asam amino arginin, glisin dan alanin yang lebih mudah dicerna tubuh. Kandungan arginin tempe dua kali lebih tinggi dari kedelai berfungsi dalam memperbaiki profil lipid, mengontrol kadar gula darah dan penyembuhan luka pada diabetes mellitus. Kandungan asam amino, tocoferol dan isoflavon pada tempe digunakan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh. Manfaat lain dalam kesehatan menurut penelitian yaitu mengurangi risiko Parkinson, dapat meningkatkan suasana hati ibu hamil, kecerdasan bayi, sistem kekebalan tubuh, kesehatan otot, tulang dan gigi. Selain itu juga mencegah penuaan dini, berbagai penyakit seperti degeneratif, osteoporosis, asma, dan mendukung dalam program diet penurunan berat badan.

Diadaptasi dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4043/tempe-sebagai-pangan-fungsional-bergizi-tinggi-dan-kaya-manfaat-kesehatan

Pertanyaan:
Bagaimana hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang dibangun penulis pada paragraf kedua dalam menjelaskan peran tempe terhadap penanggulangan anemia?

A.

Fermentasi oleh Rhizopus oligosporus mengakibatkan penurunan kadar zat besi yang kemudian memicu pembentukan hemoglobin.

B.

Adanya bakteri khusus hasil fermentasi meningkatkan asam folat dan vitamin B12, yang secara langsung menjadi bahan baku pembentukan hemoglobin.

C.

Peningkatan kadar hemoglobin dalam tubuh merupakan penyebab utama munculnya bakteri pembentuk vitamin B12 pada tempe.

D.

Kandungan probiotik dan prebiotik dalam tempe menstimulasi pembentukan zat besi sehingga anemia dapat teratasi secara instan.

E.

Jamur Rhizopus oligosporus secara langsung menyerap sel darah merah dari kedelai untuk memicu penyembuhan anemia pada konsumen.

💡Pembahasan Soal

Soal ini menuntut siswa menganalisis rantai sebab-akibat. Teks menyebutkan:

Proses fermentasi \rightarrow bakteri membentuk vitamin B12 & asam folat \rightarrow zat tersebut berperan dalam pembentukan hemoglobin \rightarrow hemoglobin meningkat untuk menanggulangi anemia.

Pilihan B merepresentasikan alur logika ini dengan akurat.

Jadi, jawaban soal ini adalah B.

Contoh Soal No. 6

Berbagai Jenis Tahu yang Perlu Diketahui

Keberagaman jenis tahu di pasaran menawarkan pilihan tekstur dan cita rasa yang bervariasi, cocok untuk berbagai jenis masakan. Setiap jenis tahu memiliki karakteristik unik yang memengaruhi cara pengolahannya. Berikut beberapa jenis tahu yang umum ditemukan:

• Tahu Putih: Ini adalah jenis tahu yang paling umum, memiliki tekstur padat dan rasa khas kedelai yang netral, cocok untuk digoreng atau direbus.

• Tahu Kuning: Mirip dengan tahu putih, namun telah direbus dengan kunyit dan bumbu lain sehingga berwarna kuning cerah dan memiliki rasa yang sedikit gurih.

• Tahu Sutra: Dikenal juga sebagai tahu jepang, tahu sutra memiliki tekstur sangat lembut dan halus, sering digunakan dalam sup atau hidangan kukus.

• Tahu Pong/Sumedang: Tahu ini memiliki karakteristik unik, yaitu bagian dalamnya kopong atau berongga setelah digoreng, dan kulit luarnya krispi.

• Tahu Susu: Jenis tahu ini memiliki tekstur yang sangat lembut, hampir menyerupai tahu sutra, dan seringkali memiliki aroma susu yang samar karena proses pembuatannya.

Inspirasi Olahan Tahu: Praktis dan Lezat

Fleksibilitas tahu dalam masakan menjadikannya bahan favorit di dapur. Tahu dapat diolah menjadi berbagai menu praktis, dari hidangan sederhana hingga yang lebih kompleks. Beberapa ide olahan tahu yang bisa dicoba:

• Tahu Goreng: Hidangan klasik yang renyah di luar dan lembut di dalam, cocok sebagai camilan atau lauk.

• Pepes Tahu: Tahu yang dihaluskan dan dicampur bumbu, kemudian dikukus dalam daun pisang, memberikan aroma khas yang lezat.

• Semur Tahu: Tahu yang dimasak dengan bumbu kecap manis, rempah, dan berbagai sayuran, menghasilkan hidangan berkuah kental dan gurih.

• Tahu Bacem: Tahu yang direbus dengan air kelapa, gula merah, dan rempah hingga meresap sempurna, menciptakan rasa manis gurih yang unik.

• Tahu Teriyaki: Olahan tahu dengan saus teriyaki yang manis dan gurih, cocok sebagai lauk bergaya Jepang.

• Tahu Crispy: Tahu yang dipotong kecil dan digoreng dengan balutan tepung renyah, sering disajikan dengan cocolan sambal.

• Perkedel Tahu: Tahu yang dihaluskan bersama bumbu dan digoreng, menjadi alternatif perkedel kentang yang tidak kalah lezat.

• Tumis Tahu: Tahu yang dipotong dadu atau diiris, lalu ditumis dengan sayuran dan bumbu sesuai selera.

Sumber: https://www.halodoc.com/artikel/gampang-yuk-cari-tahu-fakta-unik-dan-menarik?srsltid=AfmBOoow7SIkCucVltzjq0iXkKKrk_APk-YogIY3WhopOT_l2uIsQ0LI

Pertanyaan:
Jika Anda harus menyusun bagian penutup (akhir uraian) yang padu untuk teks tersebut, manakah dua gagasan berikut yang paling tepat untuk mengakhiri artikel agar pembaca merasa terinspirasi untuk mencoba? (Pilihlah dua jawaban benar)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Memberikan tips singkat tentang cara menyimpan tahu di kulkas agar tidak cepat asam.

B.

Menjelaskan secara mendalam tentang proses fermentasi kedelai menjadi tempe sebagai pembanding.

C.

Mengajak pembaca untuk bereksperimen menggabungkan berbagai jenis tahu dengan bumbu dapur yang ada di rumah.

D.

Menghitung rincian biaya produksi pabrik tahu dalam skala industri besar.

💡Pembahasan Soal

Sebagai penutup artikel "Inspirasi Olahan Tahu":

Gagasan A tepat karena memberikan nilai tambah praktis bagi pembaca yang baru saja belajar tentang jenis-jenis tahu.

Gagasan C tepat karena bersifat persuasif (mengajak), sesuai dengan tema "Inspirasi" yang diusung dalam judul teks.

Gagasan B dan D tidak relevan karena melenceng dari fokus pembahasan tahu rumahan.

Jadi, jawaban soal ini adalah A dan C.

Contoh Soal No. 7

Berbagai Jenis Tahu yang Perlu Diketahui

Keberagaman jenis tahu di pasaran menawarkan pilihan tekstur dan cita rasa yang bervariasi, cocok untuk berbagai jenis masakan. Setiap jenis tahu memiliki karakteristik unik yang memengaruhi cara pengolahannya. Berikut beberapa jenis tahu yang umum ditemukan:

• Tahu Putih: Ini adalah jenis tahu yang paling umum, memiliki tekstur padat dan rasa khas kedelai yang netral, cocok untuk digoreng atau direbus.

• Tahu Kuning: Mirip dengan tahu putih, namun telah direbus dengan kunyit dan bumbu lain sehingga berwarna kuning cerah dan memiliki rasa yang sedikit gurih.

• Tahu Sutra: Dikenal juga sebagai tahu jepang, tahu sutra memiliki tekstur sangat lembut dan halus, sering digunakan dalam sup atau hidangan kukus.

• Tahu Pong/Sumedang: Tahu ini memiliki karakteristik unik, yaitu bagian dalamnya kopong atau berongga setelah digoreng, dan kulit luarnya krispi.

• Tahu Susu: Jenis tahu ini memiliki tekstur yang sangat lembut, hampir menyerupai tahu sutra, dan seringkali memiliki aroma susu yang samar karena proses pembuatannya.

Inspirasi Olahan Tahu: Praktis dan Lezat

Fleksibilitas tahu dalam masakan menjadikannya bahan favorit di dapur. Tahu dapat diolah menjadi berbagai menu praktis, dari hidangan sederhana hingga yang lebih kompleks. Beberapa ide olahan tahu yang bisa dicoba:

• Tahu Goreng: Hidangan klasik yang renyah di luar dan lembut di dalam, cocok sebagai camilan atau lauk.

• Pepes Tahu: Tahu yang dihaluskan dan dicampur bumbu, kemudian dikukus dalam daun pisang, memberikan aroma khas yang lezat.

• Semur Tahu: Tahu yang dimasak dengan bumbu kecap manis, rempah, dan berbagai sayuran, menghasilkan hidangan berkuah kental dan gurih.

• Tahu Bacem: Tahu yang direbus dengan air kelapa, gula merah, dan rempah hingga meresap sempurna, menciptakan rasa manis gurih yang unik.

• Tahu Teriyaki: Olahan tahu dengan saus teriyaki yang manis dan gurih, cocok sebagai lauk bergaya Jepang.

• Tahu Crispy: Tahu yang dipotong kecil dan digoreng dengan balutan tepung renyah, sering disajikan dengan cocolan sambal.

• Perkedel Tahu: Tahu yang dihaluskan bersama bumbu dan digoreng, menjadi alternatif perkedel kentang yang tidak kalah lezat.

• Tumis Tahu: Tahu yang dipotong dadu atau diiris, lalu ditumis dengan sayuran dan bumbu sesuai selera.

Sumber: https://www.halodoc.com/artikel/gampang-yuk-cari-tahu-fakta-unik-dan-menarik?srsltid=AfmBOoow7SIkCucVltzjq0iXkKKrk_APk-YogIY3WhopOT_l2uIsQ0LI

Pertanyaan:
Seorang pedagang makanan ingin membuat menu "Camilan Tahu Kekinian" yang praktis, bisa dimakan sambil berjalan, dan memiliki tekstur yang tidak mudah hancur saat ditumpuk dalam kemasan plastik. Evaluasilah jenis tahu dan olahan mana yang paling relevan untuk dipilih berdasarkan teks? (Pilihlah dua jawaban benar)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Tahu Sutra yang diolah menjadi sup karena kelembutannya.

B.

Tahu Pong yang diolah menjadi Tahu Crispy karena tekstur kulitnya yang kuat dan renyah.

C.

Tahu Putih yang diolah menjadi Tahu Bacem agar rasa manisnya terasa.

D.

Tahu yang dipotong kecil dan digoreng dengan balutan tepung.

💡Pembahasan Soal

Untuk kebutuhan camilan praktis yang tahan tumpuk ("kekinian"):

• Tahu Pong atau Crispy sangat relevan karena memiliki kulit luar yang kuat (Crispi) dan tidak mudah hancur dibandingkan tahu sutra atau tahu susu.

• Pilihan B dan D merujuk pada karakteristik yang sama yaitu ketahanan tekstur luar untuk camilan.

Jadi, jawaban soal ini adalah B dan D.

Contoh Soal No. 8

Tahu, salah satu makanan pokok yang digemari banyak orang, tidak hanya lezat tetapi juga menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan. Mencari tahu informasi lengkap seputar tahu dapat membantu memahami mengapa bahan makanan ini sering direkomendasikan dalam pola makan sehat. Berasal dari Tiongkok, tahu adalah makanan padat gizi yang terbuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami proses koagulasi.

Makanan serbaguna ini kaya akan nutrisi penting yang berperan dalam mengontrol gula darah, menjaga berat badan ideal, serta mencegah masalah kolesterol. Dengan beragam jenisnya, mulai dari tahu putih hingga tahu sumedang, tahu dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat dan praktis. Memahami lebih dalam tentang tahu akan membuka wawasan mengenai potensi sehat yang terkandung di dalamnya.

Definisi Tahu: Asal-usul dan Komposisinya

Tahu merupakan produk olahan kacang kedelai yang telah dikenal ribuan tahun lamanya. Proses pembuatannya melibatkan penggilingan biji kedelai, perebusan, penyaringan untuk memisahkan ampas, kemudian dilanjutkan dengan penggumpalan atau koagulasi sari kedelai menggunakan bahan penggumpal alami. Hasilnya adalah blok tahu yang padat namun lembut.

Cari Tahu Manfaat Kesehatan Tahu: Mengapa Penting untuk Dikonsumsi?

Tahu dikenal sebagai sumber protein nabati yang sangat baik dan kaya akan berbagai nutrisi esensial. Kandungan gizinya menjadikannya pilihan makanan sehat yang berkontribusi pada pencegahan berbagai penyakit. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan tahu:

• Mengontrol Gula Darah: Tahu memiliki indeks glikemik rendah dan kandungan serat yang baik, membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, yang bermanfaat bagi penderita diabetes atau individu yang ingin mencegahnya.

• Mencegah Pengeroposan Tulang: Tahu merupakan sumber kalsium yang baik, mineral penting untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah kondisi seperti osteoporosis. Kandungan isoflavonnya juga berperan dalam kesehatan tulang.

• Memelihara Kesehatan Otak: Isoflavon dalam tahu juga memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan, berpotensi mendukung fungsi kognitif.

• Menurunkan Kolesterol: Tahu mengandung protein kedelai yang terbukti dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) tanpa memengaruhi kolesterol baik (HDL).

• Mencegah Kanker: Penelitian menunjukkan bahwa isoflavon kedelai dalam tahu memiliki potensi antikanker, terutama pada beberapa jenis kanker tertentu, berkat kemampuannya mengurangi risiko atau berpotensi menurunkan pertumbuhan sel kanker.

Tahu juga mengandung zat besi, magnesium, fosfor, dan selenium yang penting untuk fungsi tubuh yang optimal.

Sumber: https://www.halodoc.com/artikel/gampang-yuk-cari-tahu-fakta-unik-dan-menarik?srsltid=AfmBOoow7SIkCucVltzjq0iXkKKrk_APk-YogIY3WhopOT_l2uIsQ0LI

Pertanyaan:
Seorang ahli gizi ingin menggunakan teks di atas sebagai bahan edukasi utama untuk pasien yang membutuhkan diet rendah protein karena gangguan ginjal kronis. Berdasarkan analisis Anda terhadap kecukupan dan ketepatan informasi dalam teks tersebut, apakah teks ini layak digunakan sebagai panduan tunggal bagi pasien tersebut?

A.

Layak, karena teks secara akurat menyebutkan bahwa tahu mengandung berbagai mineral penting seperti magnesium dan fosfor yang dibutuhkan tubuh.

B.

Layak, karena teks menjelaskan secara lengkap bahwa tahu adalah makanan padat gizi yang dapat mencegah berbagai masalah kolesterol.

C.

Tidak layak, karena teks hanya berfokus pada manfaat kesehatan secara umum dan tidak mencantumkan informasi mengenai kandungan protein tinggi yang justru harus dibatasi oleh pasien gangguan ginjal.

D.

Tidak layak, karena teks tidak mencantumkan daftar harga tahu di pasar sehingga pasien akan kesulitan dalam merencanakan anggaran belanja bulanannya.

E.

Layak, karena teks menyebutkan isoflavon dalam tahu dapat berfungsi sebagai anti-inflamasi yang sangat dibutuhkan untuk menyembuhkan luka luar pada pasien.

💡Pembahasan Soal

Teks tersebut sangat menonjolkan manfaat tahu sebagai "sumber protein nabati yang sangat baik".

Namun, bagi pasien gangguan ginjal kronis, asupan protein biasanya harus dibatasi secara ketat.

Teks tidak memberikan informasi mengenai ambang batas konsumsi atau peringatan bagi kelompok medis tertentu. Oleh karena itu, informasi dalam teks dianggap tidak cukup dan bahkan bisa berisiko jika dijadikan panduan tunggal bagi pasien dengan kondisi medis khusus tersebut.

Jadi, jawaban soal ini adalah C.

Contoh Soal No. 9

Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Lingkungan dan Tubuh Manusia?

Seperti telah diulas sebelumnya, mikroplastik berasal dari produk yang dibuat untuk tujuan tertentu disebut mikroplastik primer, dan berasal dari degradasi sampah atau limbah berbahan plastik atau yang disebut mikroplastik sekunder. Sampah baik yang dihasilkan oleh industri maupun rumah tangga yang berbahan plastik dan dibuang langsung ke media lingkungan baik tanah maupun badan air seperti sungai atau laut, akan mengalami degradasi atau penghancuran alamiah melalui paparan matahari pada cuaca panas, dan kelembaban pada masa hujan, serta hempasan angin atau ombak, akan menghancurkan sampah yang besar tersebut dalam butiran-butiran kecil dalam jangka waktu tertentu. Butiran-butiran mikroplastik ini akan bercampur menyatu dengan media lingkungan seperti tanah atau sedimen perairan bahkan pada media air.

Mikroplastik yang berada pada perairan laut atau sungai, yang ukurannya kecil bahkan nanoplastik, akan mudah dimakan oleh spesies perairan seperti plankton, ikan kecil, hingga ikan besar. Spesies yang memakan mikroplastik tersebut, menyebabkan mikroplastik berpindah dari media lingkungan ke dalam tubuh spesies perairan. Pada saat manusia mengonsumsi spesies perairan seperti ikan, maka mikroplastik tersebut berpindah ke tubuh manusia. Ini disebut sebagai bioaccumulation\textit{bioaccumulation}.

Pada beberapa studi, ditemukan kandungan miroplastik pada air baku untuk konsumsi. Pada saat manusia mengolah dan mengonsumsi air yang mengandung mikroplastik, maka mikroplastik tersebut berpindah dan terakumulasi dalam tubuh manusia.

Secara keseluruhan, siklus perpindahan mikroplastik menunjukkan betapa eratnya keterkaitan antara kualitas lingkungan dan kesehatan manusia. Proses degradasi sampah plastik di alam yang berujung pada fenomena bioakumulasi membuktikan bahwa limbah yang kita buang ke lingkungan pada akhirnya akan kembali ke tubuh kita sendiri melalui rantai makanan dan air konsumsi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai jalur masuk mikroplastik ini menjadi peringatan krusial akan pentingnya pengelolaan sampah plastik yang lebih bijaksana demi mencegah dampak kesehatan jangka panjang yang lebih serius.

Di adaptasi dari https://dlhk.mamujukab.go.id/berita-5291-mikroplastik--pengertian-sumber-dan-jenis-bahayanya-bagi-kesehatan-manusia-serta-solusi-mengurangi-mikroplastik.html

Pertanyaan:
Perhatikan kalimat penutup teks: "...menjadi peringatan krusial akan pentingnya pengelolaan sampah plastik yang lebih bijaksana demi mencegah dampak kesehatan jangka panjang yang lebih serius." Evaluasilah penggunaan kata "demi" pada kalimat tersebut. Manakah pernyataan yang paling tepat?

A.

Penggunaan "demi" salah, seharusnya menggunakan "agar supaya" untuk menunjukkan tujuan.

B.

Penggunaan "demi" sudah tepat karena berfungsi menyatakan tujuan atau maksud.

C.

Kata "demi" seharusnya diletakkan di awal kalimat agar kalimat menjadi lebih persuasif.

D.

Penggunaan "demi" tidak tepat karena bermakna sumpah, seharusnya diganti dengan kata "bagi".

E.

Kata "demi" membuat kalimat menjadi rancu karena diikuti oleh kata kerja "mencegah".

💡Pembahasan Soal

Secara evaluatif, kata "demi" digunakan untuk menyatakan tujuan, maksud, atau kepentingan. Dalam konteks kalimat tersebut, "demi mencegah..." sudah tepat secara fungsi dan makna untuk menunjukkan tujuan dari pengelolaan sampah yang bijaksana.

Jadi, jawaban soal ini adalah B.

Contoh Soal No. 10

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak yang sakti. Kesaktiannya ini membuat seorang menyihir jahat iri. Penyihir jahat menyihir anak itu, sehingga tubuhnya penuh luka dengan bau yang sangat menyengat. Luka-luka baru akan muncul ketika luka lama mulai kering.

Keadaannya itu menyebabkan tidak ada seorang pun yang mau berhubungan dengannya. Jangankan bertegur sapa, berdekatan saja orang tidak mau. Mereka takut tertular.

Suatu hari, anak ini bermimpi ada seorang wanita tua yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Dia pun berkelana mencarinya. Dia selalu ditolak oleh penduduk di setiap kampung yang didatanginya. Mereka merasa jijik dan mengusir anak ini.

Akhirnya, sampailah dia di sebuah kampung yang sebagian besar penduduknya adalah orang-orang yang sombong. Tidak banyak orang yang miskin di desa itu. Orang lain akan diusir atau dibuat tidak nyaman jika tinggal di sana. Hal ini mengusik hati anak kecil ini.

Dia berhasil masuk di kampung itu dalam sebuah pesta. Namun, orang-orang segera mengusirnya dan mencaci-makinya. Dia langsung diseret keluar. Ketika diseret, dia berpesan kepada orang-orang itu agar lebih memperhatikan orang lain yang kekurangan. Mendengar kata-kata anak itu, beberapa orang semakin marah, bahkan meludahinya sambil berkata, “Dasar anak setan buruk rupa!”

Anak itu merasa terluka dengan perlakuan orang-orang itu. Dia lalu menancapkan sebuah lidi di tanah dan berkata, “Tak ada satu pun yang bisa mencabut lidi ini dari tanah, hanya aku yang bisa melakukannya!” Orang-orang meragukan ucapan anak tersebut. Mereka pun mencoba mencabut lidi tersebut. Namun, tak seorang pun dapat melakukannya. Sampai beberapa hari lidi itu tidak dapat dicabut. Suatu hari, anak itu datang dan mencabut lidi itu secara diam-diam.

Namun, ada seorang warga yang melihatnya dan melaporkannya kepada warga yang lain tanpa sepengetahuannya. Mengalirlah mata air dari tempat lidi itu dicabut. Semakin lama, air itu semakin deras. Air menenggelamkan daerah tersebut, sehingga menjadi sebuah telaga yang kini bernama Telaga Rawa Pening.

Tidak ada yang selamat dari musibah itu, kecuali seorang wanita tua yang berbaik hati memberinya tempat tinggal dan merawatnya. Secara ajaib, penyakit kulit anak itu sembuh.Namun, penyihir jahat yang telah menyihir anak itu tidak terima melihat kesembuhannya. Dia lantas kembali menyihir anak itu menjadi seekor ular besar yang memakai kalung genta di lehernya.

Konon, ular ini sering keluar dari sarangnya pada tengah malam. Setiap kali bergerak, dentingan kalung di lehernya selalu berbunyi klentang-klenting. Bunyi inilah yang membuatnya dinamakan dengan Baru Klinting. Kemunculan ular itu diyakini masyarakat sebagai tanda keberuntungan bagi nelayan yang belum mendapatkan ikan.

Kini, Telaga Rawa Pening menjadi objek wisata yang sangat populer di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Sumber: https://www.gramedia.com/literasi/kumpulan-cerita-rakyat-pendek-nusantara-terpopuler/

Pertanyaan:
Kata "klentang-klenting" dalam teks tersebut diserap dari bahasa daerah untuk menggambarkan suara benda logam yang saling berbenturan. Dalam bidang linguistik, kata yang terbentuk berdasarkan tiruan bunyi disebut sebagai...

A.

Onomatope.

B.

Majas Metafora.

C.

Kata Arkais.

D.

Sinonim.

E.

Akronim.

💡Pembahasan Soal

Kata "klentang-klenting" adalah tiruan bunyi lonceng kecil. Dalam bahasa, kata yang meniru bunyi-bunyian alam atau benda disebut onomatope. Kata ini diserap dari bahasa Jawa untuk memberikan kesan auditori yang kuat pada cerita.

Jadi, jawaban soal ini adalah A.

Contoh Soal No. 11

Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.

Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air, dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.

Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut kembali ke pasar, di mana keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di tengah sungai, sang keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri, tetapi pada saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, sang keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang ke rumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya akibat spons yang dimuatnya menyerap air sungai.

Sumber: https://dongengkakrico.wordpress.com/pendongeng-dongeng-2/dongeng-keledai-dan-garam-muatannya/

pertanyaan:
Berdasarkan kosakata dan tindakan tokoh dalam teks, manakah pernyataan-pernyataan berikut yang benar mengenai karakter dan fenomena yang terjadi? (Pilih tiga jawaban benar)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Keledai menunjukkan sifat oportunis karena memanfaatkan kecelakaan pertama untuk keuntungan selanjutnya.

B.

Kata "dangkal" menunjukkan bahwa sungai tersebut sebenarnya tidak berbahaya namun menjadi sarana tipu daya keledai.

C.

Pedagang memiliki karakter yang mudah menyerah karena ia langsung mengganti muatan garam dengan spons.

D.

Sifat "licik" keledai terbukti dari kosakata "dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir".

E.

Latar pasar digambarkan sebagai tempat yang menyeramkan bagi sang keledai.

💡Pembahasan Soal

(A) Benar, oportunis berarti menggunakan kesempatan untuk keuntungan sendiri.

(B) Benar, karena sungai dangkal, keledai bisa jatuh dengan aman tanpa risiko tenggelam hanya untuk mengurangi beban.

(D) Benar, tindakan sengaja untuk menipu pedagang adalah ciri sifat licik.

(C) Salah, pedagang tidak menyerah, justru ia cerdik memberi pelajaran.

(E) Salah, tidak ada deskripsi pasar yang menyeramkan.

Jadi, jawaban soal ini adalah A, B, dan D.

Contoh Soal No. 12

Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.

Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air, dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.

Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut kembali ke pasar, di mana keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di tengah sungai, sang keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri, tetapi pada saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, sang keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang ke rumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya akibat spons yang dimuatnya menyerap air sungai.

Sumber: https://dongengkakrico.wordpress.com/pendongeng-dongeng-2/dongeng-keledai-dan-garam-muatannya/

pertanyaan:
Dalam menyusun bagan alur cerita tersebut, manakah poin-poin yang merupakan bagian penting dalam perkembangan konflik? (Pilih tiga jawaban benar)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Peristiwa keledai tergelincir secara tidak sengaja pada hari pertama.

B.

Perasaan gembira keledai saat pertama kali bebannya berkurang karena garam larut.

C.

Keinginan pedagang untuk menjual spons dengan harga yang sangat mahal di pasar.

D.

Keputusan pedagang mengganti muatan menjadi spons untuk memberi pelajaran.

E.

Kedalaman sungai yang tiba-tiba berubah menjadi sangat dalam pada hari ketiga.

💡Pembahasan Soal

(A) Benar, ini adalah inciting incident atau pemicu awal cerita.

(B) Benar, ini adalah motivasi yang mendorong keledai melakukan kecurangan di hari berikutnya.

(D) Benar, ini adalah puncak resolusi/strategi pedagang untuk mengakhiri konflik.

(C) Salah, tidak disebutkan soal harga jual di pasar.

(E) Salah, kondisi sungai tetap dangkal.

Jadi, jawaban soal ini adalah A, B, dan D.

Contoh Soal No. 13

Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.

Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air, dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.

Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut kembali ke pasar, di mana keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di tengah sungai, sang keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri, tetapi pada saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, sang keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang ke rumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya akibat spons yang dimuatnya menyerap air sungai.

Sumber: https://dongengkakrico.wordpress.com/pendongeng-dongeng-2/dongeng-keledai-dan-garam-muatannya/

pertanyaan:
Manakah simpulan-simpulan berikut yang sesuai dengan isi teks tersebut? (Pilih tiga jawaban benar)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Masalah utama muncul karena pedagang tidak tahu cara menuntun keledai dengan benar.

B.

Ide pokok paragraf terakhir adalah kegagalan taktik keledai akibat sifat spons yang menyerap air.

C.

Cerita ini mengandung nilai bahwa kecerdikan yang digunakan untuk hal buruk akan berbalik merugikan diri sendiri.

D.

Tokoh pedagang digambarkan sebagai orang yang mampu berpikir kritis untuk mengatasi masalah.

E.

Latar waktu cerita terjadi selama satu bulan penuh secara berturut-turut.

💡Pembahasan Soal

(B) Benar, paragraf terakhir fokus pada dampak muatan spons yang merugikan keledai.

(C) Benar, ini adalah pesan moral utama dari fabel tersebut.

(D) Benar, pedagang tidak sekadar marah, tapi mencari solusi kreatif untuk memberi efek jera.

(A) Salah, konflik muncul dari perilaku keledai, bukan ketidakmampuan pedagang.

(E) Salah, hanya disebutkan hari pertama dan hari berikutnya.

Jadi, jawaban soal ini adalah B, C, dan D.

Contoh Soal No. 14

Dahulu kala, di sebuah desa yang tenang, hiduplah seorang gadis cantik jelita bernama Bawang Putih. Ia tinggal bersama ayah kandungnya, ibu tiri, dan saudara tirinya yang bernama Bawang Merah. Setelah ayahnya meninggal dunia, kehidupan Bawang Putih berubah drastis. Ia justru diperlakukan seperti pelayan di rumahnya sendiri, sementara ibu tiri dan Bawang Merah hidup dalam kemalasan. Perbedaan watak mereka sangat lah mencolok, Bawang Merah memiliki sifat jahat seperti ibunya, sedangkan Bawang Putih memiliki sifat yang baik dan ramah.

Suatu hari, bawang merah dan ibunya menyuruh bawang putih mencuci pakaian di sungai. Tiba-tiba, baju kesukaan ibunya yang berwarna merah terbawa arus sungai. Bawang putih panik dan mengejar baju tersebut, namun akhirnya putus asa. Selama perjalanannya, bawang putih menemukan sebuah rumah tua dan membantunya. Setelah tiga hari membantu nenek itu, bawang putih diberi hadiah berupa buah, yang ternyata berisi perhiasan. Kemudian, bawang putih membawa hadiah itu pulang.

Saat kembali ke rumah, bawang merah dan ibunya merasa iri dengan keberuntungan bawang putih. Mereka kemudian mengikuti apa yang dilakukan bawang putih, tetapi dengan niat yang tidak ikhlas. Setelah meminta hadiah, mereka membawa pulang hadiah tersebut. Namun, setelah dibelah, isinya adalah ular berbisa yang menyebabkan bawang merah dan ibunya tewas.

Sumber: https://www.detik.com/jateng/budaya/d-7477985/11-cerita-rakyat-pendek-dari-berbagai-daerah-di-pulau-jawa

Pertanyaan:
Perhatikan paragraf pertama dan kedua. Manakah pernyataan berikut yang secara akurat menjelaskan hubungan makna antar bagian dalam teks tersebut? (Pilih dua jawaban benar)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Paragraf kedua merupakan sebab (causal) dari situasi yang dijelaskan pada paragraf pertama.

B.

Kalimat terakhir di paragraf pertama berfungsi sebagai perbandingan karakter antar tokoh.

C.

Paragraf kedua menunjukkan urutan peristiwa setelah latar belakang keluarga dijelaskan.

D.

Hubungan antara hilangnya baju merah dengan pemberian hadiah perhiasan adalah hubungan syarat.

E.

Kalimat pertama paragraf kedua merupakan simpulan dari seluruh isi paragraf pertama.

💡Pembahasan Soal

Opsi B benar karena kalimat tersebut membandingkan watak Bawang Merah yang jahat dengan Bawang Putih yang baik.

Opsi C benar karena paragraf kedua melanjutkan alur cerita setelah pengenalan tokoh dan situasi di paragraf pertama.

Opsi A salah karena hilangnya baju bukan disebabkan oleh situasi rumah tangga, melainkan kejadian baru.

Jadi, jawaban soal ini adalah B dan C.

Contoh Soal No. 15

Seorang Kera yang memiliki kekuatan luar biasa, namun tidak disukai oleh para dewa karena ia tidak menyukai buah-buahan, melainkan lebih suka memakan bintang-bintang di langit. Meskipun begitu, kera tersebut sebenarnya memiliki sifat yang baik dan sering membantu orang yang tersesat di Gunung Slamet, tempat tinggalnya. Terkadang, ia juga membantu pendaki Gunung Slamet yang terancam oleh binatang buas.

Namun, karena tidak disukai oleh para dewa, kera tersebut sering kali mengalami serangan. Suatu hari, Semar dan ketiga anaknya diutus oleh para dewa untuk memberi pelajaran kepada Kera Sakti. Mereka memberikan pelajaran dengan mematahkan puncak Gunung Slamet agar kera tersebut tidak bisa lagi mencapai bintang-bintang. Meskipun marah, kera tersebut berhasil menghadapi serangan tersebut.

Namun, setelah berhasil, kera tersebut lemas karena kelaparan dan kehausan. Ketika ia menemukan sebuah guci berisi air, ia minum darinya tanpa menyadari bahwa itu adalah racun yang disediakan oleh Semar dan ketiga anaknya untuk menghabisinya. Akibatnya, kera tersebut mengalami penderitaan yang tak tertahankan dan akhirnya meninggal setelah disudahi oleh Semar dan anak-anaknya.

Sumber: https://www.detik.com/jateng/budaya/d-7477985/11-cerita-rakyat-pendek-dari-berbagai-daerah-di-pulau-jawa

Pertanyaan:
Jika seandainya kera tersebut tidak meminum air dari guci yang disediakan oleh Semar, apa kemungkinan akhir yang paling logis bagi cerita tersebut berdasarkan kekuatannya?

A.

Kera tersebut akan tetap meninggal karena puncak Gunung Slamet sudah patah.

B.

Para dewa akan turun langsung ke bumi untuk meminta maaf kepada kera tersebut.

C.

Kera tersebut kemungkinan besar akan pulih dan mencari cara lain untuk mendapatkan makanan karena ia berhasil bertahan dari serangan fisik sebelumnya.

D.

Semar dan ketiga anaknya akan menyerah dan menjadi pengikut kera tersebut.

E.

Gunung Slamet akan meletus karena kemarahan kera yang tidak kunjung reda.

💡Pembahasan Soal

Teks menyebutkan bahwa kera tersebut memiliki "kekuatan luar biasa" dan "berhasil menghadapi serangan" fisik. Ia hanya menjadi lemas karena kelaparan dan kehausan. Jika ia tidak meminum racun tersebut, secara logis ia memiliki peluang untuk pulih kembali karena ketangguhan fisiknya yang sudah terbukti.

Jadi, jawaban soal ini adalah C.

Contoh Soal No. 16

Dahulu kala, di sebuah desa yang tenang, hiduplah seorang gadis cantik jelita bernama Bawang Putih. Ia tinggal bersama ayah kandungnya, ibu tiri, dan saudara tirinya yang bernama Bawang Merah. Setelah ayahnya meninggal dunia, kehidupan Bawang Putih berubah drastis. Ia justru diperlakukan seperti pelayan di rumahnya sendiri, sementara ibu tiri dan Bawang Merah hidup dalam kemalasan. Perbedaan watak mereka sangat lah mencolok, Bawang Merah memiliki sifat jahat seperti ibunya, sedangkan Bawang Putih memiliki sifat yang baik dan ramah.

Suatu hari, bawang merah dan ibunya menyuruh bawang putih mencuci pakaian di sungai. Tiba-tiba, baju kesukaan ibunya yang berwarna merah terbawa arus sungai. Bawang putih panik dan mengejar baju tersebut, namun akhirnya putus asa. Selama perjalanannya, bawang putih menemukan sebuah rumah tua dan membantunya. Setelah tiga hari membantu nenek itu, bawang putih diberi hadiah berupa buah, yang ternyata berisi perhiasan. Kemudian, bawang putih membawa hadiah itu pulang.

Saat kembali ke rumah, bawang merah dan ibunya merasa iri dengan keberuntungan bawang putih. Mereka kemudian mengikuti apa yang dilakukan bawang putih, tetapi dengan niat yang tidak ikhlas. Setelah meminta hadiah, mereka membawa pulang hadiah tersebut. Namun, setelah dibelah, isinya adalah ular berbisa yang menyebabkan bawang merah dan ibunya tewas.

Sumber: https://www.detik.com/jateng/budaya/d-7477985/11-cerita-rakyat-pendek-dari-berbagai-daerah-di-pulau-jawa

Pertanyaan:
Peristiwa Bawang Merah dan ibunya yang mengikuti jejak Bawang Putih demi hadiah namun dengan niat tidak ikhlas memiliki relevansi dengan fenomena sosial saat ini. Manakah pernyataan yang sesuai? (Pilih dua jawaban benar)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Keberhasilan seseorang sering kali ditiru oleh orang lain tanpa mau menjalani proses perjuangan yang sama.

B.

Sifat iri hati dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan manipulatif demi keuntungan pribadi.

C.

Orang yang bekerja keras pasti akan selalu mendapatkan perhiasan emas dalam waktu yang singkat.

D.

Setiap orang yang membantu orang tua di jalan pasti akan mendapatkan balasan berupa materi yang melimpah.

E.

Kejujuran hanya diperlukan dalam situasi tertentu, terutama saat kita berhadapan dengan orang asing.

💡Pembahasan Soal

Opsi A relevan karena Bawang Merah hanya meniru hasil (mendapat hadiah) tanpa meniru ketulusan prosesnya.

Opsi B relevan karena motivasi Bawang Merah didasari rasa iri yang berakhir merugikan diri sendiri.

Opsi C dan D bersifat generalisasi yang salah dalam realitas kehidupan. Jadi,

jawaban soal ini adalah A dan B.

Contoh Soal No. 17

Seorang Kera yang memiliki kekuatan luar biasa, namun tidak disukai oleh para dewa karena ia tidak menyukai buah-buahan, melainkan lebih suka memakan bintang-bintang di langit. Meskipun begitu, kera tersebut sebenarnya memiliki sifat yang baik dan sering membantu orang yang tersesat di Gunung Slamet, tempat tinggalnya. Terkadang, ia juga membantu pendaki Gunung Slamet yang terancam oleh binatang buas.

Namun, karena tidak disukai oleh para dewa, kera tersebut sering kali mengalami serangan. Suatu hari, Semar dan ketiga anaknya diutus oleh para dewa untuk memberi pelajaran kepada Kera Sakti. Mereka memberikan pelajaran dengan mematahkan puncak Gunung Slamet agar kera tersebut tidak bisa lagi mencapai bintang-bintang. Meskipun marah, kera tersebut berhasil menghadapi serangan tersebut.

Namun, setelah berhasil, kera tersebut lemas karena kelaparan dan kehausan. Ketika ia menemukan sebuah guci berisi air, ia minum darinya tanpa menyadari bahwa itu adalah racun yang disediakan oleh Semar dan ketiga anaknya untuk menghabisinya. Akibatnya, kera tersebut mengalami penderitaan yang tak tertahankan dan akhirnya meninggal setelah disudahi oleh Semar dan anak-anaknya.

Sumber: https://www.detik.com/jateng/budaya/d-7477985/11-cerita-rakyat-pendek-dari-berbagai-daerah-di-pulau-jawa

Pertanyaan:
Manakah pernyataan berikut yang tidak akurat atau tidak sesuai dengan informasi yang terdapat dalam teks tersebut?

A.

Kera tersebut memiliki tempat tinggal di wilayah Gunung Slamet.

B.

Alasan utama para dewa membenci kera adalah karena ia sering membantu pendaki yang tersesat.

C.

Puncak Gunung Slamet dipatahkan dengan tujuan agar kera tidak bisa mencapai bintang-bintang.

D.

Kera tersebut meninggal bukan karena serangan fisik secara langsung, melainkan karena racun.

E.

Semar dan ketiga anaknya bertindak sebagai utusan dari para dewa.

💡Pembahasan Soal

Opsi B tidak akurat karena teks menyatakan para dewa tidak menyukai kera "karena ia tidak menyukai buah-buahan, melainkan lebih suka memakan bintang-bintang di langit", bukan karena ia membantu pendaki. Membantu pendaki justru adalah sisi baik si kera.

Jadi, jawaban soal ini adalah B.

Contoh Soal No. 18

Suatu hari lima sekawan sedang bermain bola di lapangan desa tempat mereka tinggal. Mereka memang sering bermain bola sore hari di lapangan tersebut. Saat ini, mereka sedang beristirahat di pinggir lapangan. Bayu: Dod, kamu dibawakan bekal apa oleh ibumu? (sambil membuka kotak bekalnya).

Dodi: Aku dibawakan bekal ayam goreng ini. Kalau kamu, Bay?

Bayu: Aku dibawain bekal udang besar sama bundaku. Soalnya kemarin ayahku menangkap udang bersama ayah Ehsan.

Dodi: Jadi, bekalmu juga pakai udang, San?

Ehsan: Iya, Dod. Aku sama dengan Bayu (tersenyum semringah).

Dodi: Waaahhh enaknya… aku juga suka sekali udang. Kalau kamu, Ham?

Ilham: Aku dibawakan sayur daun ubi dengan ikan sambal, Dod. Makanan kesukaanku.

Dodi: Wahhh, itu juga tak kalah enaknya. Kalau kamu, Ton? Anton: (tersenyum meringis) Aku tidak membawa bekal. Ibuku pagi-pagi sekali sudah bekerja karena abangku akan masuk SMA. Oleh karena itu, ayah dan ibu harus giat mencari uang. Jadi, ibuku tak sempat memasakkanku dan membawakanku bekal (sedih).

Dodi: Ya sudah, Ton. Kamu masih bisa kok makan bersama kami. Anton: Maksudnya?

Ehsan : Bagaimana kalo kita ramai-ramai makannya biar Anton juga bisa makan, makanan kita.

Ilham: Bagaimana caranya?

Ehsan : Begini saja, bagaimana kalo kita memakan menggunakan daun pisang? Jadi, makanan kita nantinya dituang ke daun pisang itu. Biar kita semua bisa makan bareng-bareng.

Dodi: Ide bagus tuh. Ayo!

Ilham dan Bayu mengambil daun pisang yang tak jauh dari tempat mereka. Mereka semua menuangkan makanannya di daun pisang tersebut. Mereka makan dengan lahap.

Anton: Terima kasih ya teman-teman. Cuma kalian teman yang mengerti keadaanku.

Bayu: Siap. Santai aja, Ton (tersenyum).

https://www.gramedia.com/literasi/contoh-naskah-drama/#1_Contoh_Naskah_Drama_Tema_Pengajuan_Naskah

Pertanyaan:
Dalam teks tersebut, penggunaan kata "semringah" pada dialog Ehsan dan "meringis" pada dialog Anton digunakan untuk menggambarkan emosi. Evaluasilah ketepatan pemilihan kata tersebut dalam membangun suasana cerita...

A.

Kata "meringis" tidak sesuai karena biasanya digunakan untuk menggambarkan rasa sakit fisik, bukan rasa malu atau sedih.

B.

Kata "meringis" tidak sesuai karena biasanya digunakan untuk menggambarkan rasa sakit fisik, bukan rasa malu atau sedih.

C.

Penggunaan kedua kata tersebut sudah sangat tepat karena secara efektif mengontraskan kegembiraan Ehsan yang membawa bekal favorit dengan rasa tidak enak hati Anton.

D.

Kata "meringis" sebaiknya diganti dengan "terbahak" agar menunjukkan bahwa Anton adalah pribadi yang kuat meski tidak membawa bekal.

E.

Penggunaan bahasa dalam teks tersebut terlalu formal sehingga gagal menggambarkan interaksi anak-anak yang sedang bermain bola.

💡Pembahasan Soal

Kata "semringah" sangat tepat menggambarkan Ehsan yang senang membawa udang. Sementara "meringis" dalam konteks ini sering digunakan untuk menggambarkan senyum yang dipaksakan atau rasa canggung atau malu saat menghadapi situasi yang kurang menyenangkan. Kontras ini memperkuat dinamika emosional antar tokoh.

Jadi, jawaban soal ini adalah C.

Contoh Soal No. 19

Siang itu ketika jam istirahat sekolah berbunyi, Ari, Dian, Mala, Winda, dan Haris memesan makanan di kantin sembari mengobrol bersama.

Mala: Kalian tahu tidak kenapa Dika tidak masuk sekolah selama tiga hari? Apa dia sakit?

Haris: Terakhir saya melihat Dika kemarin sore duduk termenung di teras rumahnya ketika saya hendak ke warung dekat rumahnya. Saya sempat bertanya kenapa dia merenung dan tidak masuk sekolah. Dia hanya menjawab tidak apa-apa dan beralasan jika akhir-akhir ini dia selalu kesiangan.

Dian: Hmm, tidak mungkin Dika kesiangan terus-menerus, dia kan anak rajin selalu bangun sebelum azan subuh. Jangan-jangan Dika sedang ada masalah, tetapi dia tidak ingin menceritakan kepada kita?

Winda: Oh iya, saya ingat, tiga hari yang lalu sepulang sekolah, ibuku bercerita kalau dia melihat Dika di pasar sedang membantu ibunya berjualan. Bukankah hari itu di mana hari pertama Dika tidak masuk sekolah?

Ari: Sebaiknya, sepulang sekolah nanti kita mengunjunginya untuk mengetahui apa yang terjadi pada Dika.

Winda, Haris, Mala, dan Dian setuju dengan usulan Ari. Sore harinya mereka berkumpul dan berangkat bersama menuju rumah Dika. Di sana mereka menemukan Dika sedang merapikan barang dagangan ibunya.

Dika tertegun, tangannya yang sedang memegang botol kecap mendadak kaku melihat kelima sahabatnya berdiri di depan rumah. Suasana seketika menjadi hening sebelum akhirnya Ari melangkah maju.

"Dika, kenapa kamu tidak bilang kalau harus membantu Ibu?" tanya Ari dengan nada lembut, tanpa sedikit pun nada menghakimi.

Dika menunduk, menatap ujung kakinya. "Aku malu, teman-teman. Ayahku sedang sakit sejak empat hari yang lalu, jadi aku harus membantu Ibu di pasar sampai siang. Setelah itu, aku harus merapikan dagangan di rumah untuk jualan besok. Aku takut kalian akan menganggapku tidak serius sekolah lagi."

Mendengar itu, Mala mendekat dengan mata berkaca-kaca. "Dika, kita ini sahabat. Justru kami bangga melihatmu berbakti. Tapi pendidikanmu juga penting, jangan sampai kamu putus sekolah karena ini."

Dian menambahkan dengan tegas namun hangat, "Mulai besok, kami akan membantumu. Sepulang sekolah, kami akan ke sini bergiliran membantu merapikan barang, supaya kamu bisa belajar dan istirahat lebih cepat. Tidak ada alasan untuk bolos lagi karena 'kesiangan', ya!"

Senyum tipis akhirnya terukir di wajah Dika yang tampak lelah. Beban berat yang selama tiga hari ini ia pikul sendiri seolah luruh seketika. Sore itu, di teras rumah yang sederhana, mereka tidak lagi hanya sekadar mengobrol, melainkan bahu-membahu menyusun barang dagangan. Di sana, mereka belajar bahwa persahabatan sejati bukan hanya tentang tawa di kantin, melainkan tentang tangan yang terulur saat salah satu dari mereka mulai goyah oleh beban kehidupan.

Diadaptasi dari https://www.gramedia.com/literasi/contoh-naskah-drama/#1_Contoh_Naskah_Drama_Tema_Pengajuan_Naskah

Pertanyaan:
Jika Anda diminta untuk mengembangkan teks tersebut menjadi sebuah naskah drama yang lebih menonjolkan perubahan suasana dari ketegangan menjadi kehangatan, manakah penambahan elemen berikut yang paling tepat untuk mendukung tujuan tersebut? (Pilih tiga jawaban yang benar)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Menambahkan dialog Dika yang awalnya menjawab dengan nada ketus dan defensif sebelum akhirnya luluh melihat ketulusan teman-temannya.

B.

Memberikan instruksi panggung berupa perubahan pencahayaan dari remang-remang sore yang suram menjadi cahaya lampu teras yang terang saat mereka mulai bekerja bersama.

C.

Menambahkan detail suara latar berupa kebisingan pasar yang kacau untuk menggambarkan kekalutan pikiran Dika saat teman-temannya datang.

D.

Mengubah dialog Ari menjadi kalimat perintah yang memaksa agar Dika segera menceritakan masalahnya supaya masalah cepat selesai.

E.

Menambahkan narasi visual tentang transisi ekspresi wajah Dika, dari tatapan mata yang kosong dan lelah menjadi binar mata yang penuh harapan di akhir cerita.

💡Pembahasan Soal

Pilihan B pencahayaan dan E ekspresi visual secara efektif menggambarkan pergeseran emosi dari kesedihan ke kebahagiaan. Pilihan A juga tepat karena perubahan nada bicara dari defensif ke luluh menciptakan dinamika konflik yang kuat sebelum resolusi. Pilihan C kurang relevan dengan latar rumah, dan D justru merusak karakter Ari yang suportif.

Jadi, jawaban soal ini adalah A, B, dan E.

Contoh Soal No. 20

Rumahku
Karya: Chairil Anwar

Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Kulari dari gedong lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan
Kemah kudirikan ketika senjakala
Di pagi terbang entah ke mana
Rumahku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak
Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu.

Sumber: https://kumparan.com/berita-hari-ini/10-kumpulan-puisi-chairil-anwar-dengan-berbagai-tema-26fYQvrHBUw/4

Pertanyaan:
Pada bait terakhir, penyair menuliskan: "Biar berleleran kata manis madu atau Jika menagih yang satu." Jika dikaitkan dengan karakter tokoh "Aku" yang setia pada "unggun-timbun sajak", bagaimana pembaca seharusnya menyimpulkan sikap emosional tokoh terhadap godaan duniawi atau keindahan semu?

A.

Sikap apatis terhadap keindahan bahasa karena penyair lebih mementingkan fakta objektif daripada estetika.

B.

Sikap skeptis yang menganggap bahwa semua kata-kata manis hanyalah kebohongan yang akan menyiksa diri.

C.

Keteguhan prinsip yang dingin; sebuah penolakan terhadap kenyamanan retorika jika hal tersebut mengabaikan hakikat kebenaran atau maut.

D.

Perasaan rindu yang meluap-luap akan pujian orang lain yang diibaratkan sebagai "manis madu".

E.

Kemarahan yang meledak-ledak terhadap ketidakadilan hidup yang dialami oleh keluarganya di dalam rumah sajak tersebut.

💡Pembahasan Soal

Frasa "menagih yang satu" sering diinterpretasikan sebagai maut atau hakikat kebenaran tertinggi. Respon emosional di sini adalah mengevaluasi bagaimana tokoh "Aku" memandang "kata manis madu" yang merupakan simbol kenyamanan atau kepalsuan.

Jawaban C mencerminkan penyimpulan level tinggi tentang integritas emosional tokoh yang tetap teguh pada prinsipnya meskipun harus menghadapi maut atau penderitaan.

Jadi, jawaban soal ini adalah C.

Mau lihat pembahasan soal?

Dapatkan pembahasan lengkap untuk setiap soal, langkah penyelesaian, dan tips cepat paham. Gratis — buka pembahasan sekarang.

Scan QR code atau kunjungi link ini untuk lihat pembahasan lengkap:

mimpi.mu/tracks/tka-bahasa-indonesia-sma
QR Code

Scan untuk lihat pembahasan soal

mimpi.mu/tracks/tka-bahasa-indonesia-sma