Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut SMA
Contoh Soal
Contoh Soal No. 1

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan dan mengoptimalkan lahan kering adalah dengan penanaman varietas unggul baru (VUB) padi gogo. Produktivitas lahan kering rata-rata saat ini lebih rendah karena tingkat kesuburan yang rendah, tetapi potensi luasannya sangat tinggi. Selain produktivitas yang rendah, indeks pertanamannya juga belum maksimal karena ketersediaan air merupakan faktor penghambat dalam usaha tani, sehingga tidak dapat dilakukan sepanjang tahun.

Potensi lahan kering dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan nasional khususnya padi bisa sangat signifikan apabila dikembangkan dan diberikan masukan sarana produksi yang tepat, sistem budidaya yang tepat dan pengelolaan serta manajemen air yang tepat karena kebutuhan air sangat berpengaruh pada lahan kering.

Varietas VUB padi gogo mempunyai keunggulan dan ciri-ciri:

  1. dapat menyesuaikan terhadap iklim dan jenis tanah setempat;
  2. rasa nasi yang disenangi dan mempunyai harga yang tinggi di pasaran;
  3. potensi hasil tinggi;
  4. tahan terhadap hama penyakit;
  5. tahan rebah atau kemampuan batang padi untuk tetap tegak dan kokoh, tidak mudah roboh atau melengkung hingga menyentuh tanah, terutama saat fase pengisian biji, diterpa angin kencang, atau hujan lebat.

Pemilihan varietas berdasarkan pengkajian lokasi spesifik, pengalaman petani, ketahanan OPT, rasa nasi, dan permintaan pasar. Hindari penanaman varietas sama secara berulang di lokasi sama untuk mengurangi serangan OPT.

Diadaptasi dari https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/info-literasi/info-teknologi-varietas-unggul-padi-gogo-optimalkan-lahan-kering

Pertanyaan:
Berdasarkan teks tersebut, manakah penilaian yang paling tepat mengenai hubungan antara ketersediaan air dan indeks pertanaman di lahan kering?

A.

Indeks pertanaman lahan kering rendah karena petani lebih memilih menanam VUB padi gogo yang tahan kekeringan daripada memaksimalkan air yang ada.

B.

Ketersediaan air merupakan faktor penghambat utama yang secara logis menyebabkan indeks pertanaman tidak dapat dilakukan sepanjang tahun.

C.

Potensi luasan lahan kering yang tinggi secara otomatis akan meningkatkan indeks pertanaman meskipun sarana produksi air terbatas.

D.

Produktivitas yang rendah adalah dampak langsung dari indeks pertanaman yang dipaksakan dilakukan sepanjang tahun tanpa melihat musim.

E.

Pengelolaan manajemen udara jauh lebih krusial dibandingkan manajemen air dalam menentukan tinggi rendahnya indeks pertanaman.

💡Pembahasan Soal

Teks secara eksplisit menyatakan bahwa "indeks pertanamannya juga belum maksimal karena ketersediaan air merupakan faktor penghambat...sehingga tidak dapat dilakukan sepanjang tahun." Kalimat ini menunjukkan hubungan sebab-akibat yang logis antara kendala air dan frekuensi tanam.

Jadi, jawaban soal ini adalah B.

Contoh Soal No. 2

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan dan mengoptimalkan lahan kering adalah dengan penanaman varietas unggul baru (VUB) padi gogo. Produktivitas lahan kering rata-rata saat ini lebih rendah karena tingkat kesuburan yang rendah, tetapi potensi luasannya sangat tinggi. Selain produktivitas yang rendah, indeks pertanamannya juga belum maksimal karena ketersediaan air merupakan faktor penghambat dalam usaha tani, sehingga tidak dapat dilakukan sepanjang tahun.

Potensi lahan kering dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan nasional khususnya padi bisa sangat signifikan apabila dikembangkan dan diberikan masukan sarana produksi yang tepat, sistem budidaya yang tepat dan pengelolaan serta manajemen air yang tepat karena kebutuhan air sangat berpengaruh pada lahan kering.

Varietas VUB padi gogo mempunyai keunggulan dan ciri-ciri:

  1. dapat menyesuaikan terhadap iklim dan jenis tanah setempat;
  2. rasa nasi yang disenangi dan mempunyai harga yang tinggi di pasaran;
  3. potensi hasil tinggi;
  4. tahan terhadap hama penyakit;
  5. tahan rebah atau kemampuan batang padi untuk tetap tegak dan kokoh, tidak mudah roboh atau melengkung hingga menyentuh tanah, terutama saat fase pengisian biji, diterpa angin kencang, atau hujan lebat.

Pemilihan varietas berdasarkan pengkajian lokasi spesifik, pengalaman petani, ketahanan OPT, rasa nasi, dan permintaan pasar. Hindari penanaman varietas sama secara berulang di lokasi sama untuk mengurangi serangan OPT.

Diadaptasi dari https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/info-literasi/info-teknologi-varietas-unggul-padi-gogo-optimalkan-lahan-kering

Pertanyaan:
Seorang peneliti mempresentasikan bahwa manajemen air bukan merupakan prioritas utama di lahan kering karena padi gogo pada dasarnya sudah tahan kekeringan. Berdasarkan teks di atas, manakah kalimat kritik yang paling santun dan objektif untuk menanggapi pernyataan peneliti tersebut?

A.

Pendapat Anda sangat keliru dan menyesatkan petani, karena teks dengan jelas menyatakan bahwa ketersediaan air adalah faktor penghambat utama yang harus dikelola dengan tepat.

B.

Saya tidak setuju dengan Anda karena jika manajemen air diabaikan, maka potensi lahan kering yang sangat luas itu akan sia-sia saja dan tidak akan menghasilkan apa-apa.

C.

Penjelasan Anda menarik, namun perlu ditinjau kembali mengingat teks menyebutkan bahwa pengelolaan air yang tepat tetap menjadi kunci signifikan untuk mengoptimalkan potensi lahan kering.

D.

Sebaiknya Anda membaca kembali teks tersebut secara saksama agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam menyimpulkan peran air bagi indeks pertanaman padi gogo.

E.

Menurut saya, manajemen air memang tidak penting jika kita sudah menggunakan Varietas Unggul Baru (VUB) yang tahan terhadap segala jenis iklim dan jenis tanah setempat.

💡Pembahasan Soal

Analisis Fakta Teks: Teks menyatakan bahwa "ketersediaan air merupakan faktor penghambat" dan "manajemen air yang tepat" sangat berpengaruh. Jadi, pernyataan peneliti tersebut bertentangan dengan teks.

Analisis Kesantunan: Opsi A, B, dan D menggunakan bahasa yang cenderung menyerang secara personal, bersifat menghakimi, atau menggunakan kata-kata kasar seperti keliru, menyesatkan, kesalahan fatal, sehingga tidak sesuai dengan norma kritik akademik yang santun.

Opsi E secara substansi salah karena mendukung pernyataan yang bertentangan dengan teks.

Opsi C adalah kritik yang ideal. Kalimat ini memberikan apresiasi terlebih dahulu "Penjelasan Anda menarik", menggunakan kata transisi yang halus "namun", dan memberikan landasan argumen yang objektif berdasarkan data teks tanpa menjatuhkan pembicara secara langsung.

Jadi, jawaban soal ini adalah C.

Contoh Soal No. 3

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan dan mengoptimalkan lahan kering adalah dengan penanaman varietas unggul baru (VUB) padi gogo. Produktivitas lahan kering rata-rata saat ini lebih rendah karena tingkat kesuburan yang rendah, tetapi potensi luasannya sangat tinggi. Selain produktivitas yang rendah, indeks pertanamannya juga belum maksimal karena ketersediaan air merupakan faktor penghambat dalam usaha tani, sehingga tidak dapat dilakukan sepanjang tahun.

Potensi lahan kering dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan nasional khususnya padi bisa sangat signifikan apabila dikembangkan dan diberikan masukan sarana produksi yang tepat, sistem budidaya yang tepat dan pengelolaan serta manajemen air yang tepat karena kebutuhan air sangat berpengaruh pada lahan kering.

Varietas VUB padi gogo mempunyai keunggulan dan ciri-ciri:

  1. dapat menyesuaikan terhadap iklim dan jenis tanah setempat;
  2. rasa nasi yang disenangi dan mempunyai harga yang tinggi di pasaran;
  3. potensi hasil tinggi;
  4. tahan terhadap hama penyakit;
  5. tahan rebah atau kemampuan batang padi untuk tetap tegak dan kokoh, tidak mudah roboh atau melengkung hingga menyentuh tanah, terutama saat fase pengisian biji, diterpa angin kencang, atau hujan lebat.

Pemilihan varietas berdasarkan pengkajian lokasi spesifik, pengalaman petani, ketahanan OPT, rasa nasi, dan permintaan pasar. Hindari penanaman varietas sama secara berulang di lokasi sama untuk mengurangi serangan OPT.

Diadaptasi dari https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/info-literasi/info-teknologi-varietas-unggul-padi-gogo-optimalkan-lahan-kering

Pertanyaan:
Berdasarkan kendala serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) yang disebutkan dalam teks, usulan pemecahan masalah manakah yang paling efektif dan berkelanjutan?

A.

Melakukan penanaman varietas yang sama secara serentak di seluruh wilayah untuk memusatkan serangan hama di satu titik saja.

B.

Mengganti seluruh lahan kering menjadi lahan basah agar varietas padi gogo tidak lagi diperlukan sehingga OPT hilang.

C.

Melakukan rotasi varietas secara berkala dan memilih benih berdasarkan ketahanan lokasi spesifik guna memutus siklus hidup OPT.

D.

Fokus hanya pada penggunaan pestisida kimia dalam jumlah besar tanpa perlu mempertimbangkan pemilihan varietas unggul.

E.

Menanam varietas yang paling disukai pasar saja secara berulang-ulang meskipun tidak tahan terhadap hama setempat.

💡Pembahasan Soal

Teks menyarankan: "Hindari penanaman varietas sama secara berulang di lokasi sama untuk mengurangi serangan OPT." Hal ini mendukung solusi berupa rotasi varietas dan pemilihan berdasarkan ketahanan spesifik lokasi sebagai pemecahan masalah yang tepat.

Jadi, jawaban soal ini adalah C.

Contoh Soal No. 4

Solusi Mengurangi Dampak Mikroplastik.\textbf{Solusi Mengurangi Dampak Mikroplastik.}

Jumlah mikroplastik yang terus meningkat setiap tahun, serta dampak negatif keberadaan mikroplastik bagi lingkungan dan kehidupan manusia, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi mikroplastik, antara lain:

  1. Mengurangi limbah atau sampah plastik yang dihasilkan sehari-hari. Mengurangi sampah plastik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan prinsip 3 R (Reduce- Mengurangi; Reuse- Menggunakan kembali; Recycle- Melakukan daur ulang).
  2. Hindari memanaskan makanan atau bahan konsumsi apa pun dalam wadah plastik karena kandungan plastik akan terurai dan dapat larut ke dalam makanan,
  3. Kurangi penggunaan wadah makanan yang berbahan plastik atau beralih pada wadah makanan non plastik untuk menyimpan makanan dan minuman,
  4. Kurangi mengonsumsi makanan atau minuman yang menggunakan wadah, atau kemasan dari plastik,
  5. Pilah sampah plastik. Banyak sampah plastik bukanlah sampah atau limbah, tetapi masih memiliki nilai ekonomi. Oleh karena itu, sebaiknya memilah sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti wadah makanan, botol atau gelas plastik, botol kemasan sabun atau sampo, plastik indomie, alat makan plastik sekali pakai dan sampah plastik lainnya yang masih memiliki nilai ekonomi, dan menyerahkan atau menjualnya ke bank sampah atau pengepul sampah, untuk diolah menjadi bahan baku plastik.

Diadaptasi dari https://dlhk.mamujukab.go.id/berita-5291-mikroplastik--pengertian-sumber-dan-jenis-bahayanya-bagi-kesehatan-manusia-serta-solusi-mengurangi-mikroplastik.html

Pertanyaan:
Mengubah Data Uraian Menjadi Infografis Strategis Jika informasi pada poin terakhir mengenai "Pilah Sampah Plastik" ingin diubah menjadi sebuah grafik lingkaran (pie chart) mengenai "Komposisi Sampah Plastik Layak Jual", kategori mana saja yang harus muncul berdasarkan teks tersebut?

A.

Botol plastik, alat makan sekali pakai, plastik kemasan mie instan, dan botol sabun atau sampo.

B.

Sisa makanan, kertas bekas, botol kaca, dan plastik indomie.

C.

Wadah makanan plastik, baterai bekas, botol mineral, dan kain perca.

D.

Logam, botol plastik, plastik indomie, dan limbah medis plastik.

E.

Kantong plastik hitam, botol kaca, gelas plastik, dan kayu.

💡Pembahasan Soal

Teks secara spesifik menyebutkan contoh sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi: wadah makanan, botol atau gelas plastik, botol sabun atau sampo, plastik indomie, dan alat makan sekali pakai.

Pilihan A adalah satu-satunya yang memuat daftar yang sesuai dengan uraian pada teks untuk dijadikan kategori dalam grafik.

Jadi, jawaban soal ini adalah A.

Contoh Soal No. 5

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan dan mengoptimalkan lahan kering adalah dengan penanaman varietas unggul baru (VUB) padi gogo. Produktivitas lahan kering rata-rata saat ini lebih rendah karena tingkat kesuburan yang rendah, tetapi potensi luasannya sangat tinggi. Selain produktivitas yang rendah, indeks pertanamannya juga belum maksimal karena ketersediaan air merupakan faktor penghambat dalam usaha tani, sehingga tidak dapat dilakukan sepanjang tahun.

Potensi lahan kering dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan nasional khususnya padi bisa sangat signifikan apabila dikembangkan dan diberikan masukan sarana produksi yang tepat, sistem budidaya yang tepat dan pengelolaan serta manajemen air yang tepat karena kebutuhan air sangat berpengaruh pada lahan kering.

Varietas VUB padi gogo mempunyai keunggulan dan ciri-ciri:

  1. dapat menyesuaikan terhadap iklim dan jenis tanah setempat;
  2. rasa nasi yang disenangi dan mempunyai harga yang tinggi di pasaran;
  3. potensi hasil tinggi;
  4. tahan terhadap hama penyakit;
  5. tahan rebah atau kemampuan batang padi untuk tetap tegak dan kokoh, tidak mudah roboh atau melengkung hingga menyentuh tanah, terutama saat fase pengisian biji, diterpa angin kencang, atau hujan lebat.

Pemilihan varietas berdasarkan pengkajian lokasi spesifik, pengalaman petani, ketahanan OPT, rasa nasi, dan permintaan pasar. Hindari penanaman varietas sama secara berulang di lokasi sama untuk mengurangi serangan OPT.

Diadaptasi dari https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/info-literasi/info-teknologi-varietas-unggul-padi-gogo-optimalkan-lahan-kering

Pertanyaan:
Perhatikan kalimat: "Produktivitas lahan kering rata-rata saat ini lebih rendah\textit{"Produktivitas lahan kering rata-rata saat ini lebih rendah} karena tingkat kesuburan yang rendah, tetapi potensi luasannya sangat tinggi."\textit{karena tingkat kesuburan yang rendah, tetapi potensi luasannya sangat tinggi."} Evaluasilah ketepatan penggunaan konjungsi dan struktur pada kalimat tersebut!

A.

Penggunaan konjungsi “tetapi” tidak tepat karena seharusnya diganti menjadi “dan”.

B.

Kalimat tersebut salah secara konstruksi karena frasa "tingkat kesuburan" seharusnya diganti menjadi "tingkat kesuburan-kesuburan".

C.

Kata "produktivitas" seharusnya diganti menjadi "memproduktivitaskan" agar menunjukkan proses kegiatan di lahan kering.

D.

Penggunaan afiks pada kata "luasannya" tidak tepat karena akhiran "-nya" merujuk pada subjek yang tidak jelas identitasnya.

E.

Struktur kalimat tersebut sudah tepat karena menggunakan konjungsi pertentangan untuk membandingkan dua fakta yang kontras.

💡Pembahasan Soal

Kata "tetapi" adalah konjungsi intrakalimat (penghubung di dalam satu kalimat) yang berfungsi menandai hubungan pertentangan. Penggunaannya sudah tepat karena didahului oleh tanda koma (,) untuk memisahkan dua klausa yang berlawanan sifatnya. Kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk setara pertentangan. Terdiri dari dua klausa:

• Klausa 1: Produktivitas lahan kering rata-rata saat ini lebih rendah karena tingkat kesuburan yang rendah. (Fakta negatif atau kendala).

• Klausa 2: Potensi luasannya sangat tinggi. (Fakta positif atau peluang).

Jadi, jawaban soal ini adalah E.

Contoh Soal No. 6

Lynx atau kucing kutub, memiliki ekor pendek, dengan sejumput bulu hitam di ujung telinga. Di bawah lehernya terdapat lingkaran dengan garis-garis hitam samar yang menyerupai dasi kupu-kupu. Cakarnya yang besar, dilapisi bulu tebal untuk berjalan di salju, sementara kumisnya yang panjang terlihat jelas di wajah. Warna tubuhnya bervariasi dari cokelat muda hingga abu-abu, ditandai dengan bintik-bintik coklat tua, terutama pada keempat kaki. Beratnya sekitar 15 kg hingga sekitar 30 kg, dengan lynx Eurasia sebagai spesies terbesar, sedangkan lynx Iberia jauh lebih kecil.

Lynx menghuni hutan pegunungan tinggi yang ditutupi semak dan rerumputan rapat. Meskipun berburu di permukaan tanah, mereka mampu memanjat pohon dan berenang. Lynx umumnya ditemukan di Amerika Utara, Skandinavia utara, dan pegunungan Himalaya.

Ciri-ciri perilaku lynx mirip dengan macan tutul. Lynx biasanya hidup sendirian, meskipun adakalanya sekelompok kecil lynx melakukan perjalanan dan berburu bersama-sama. Perkawinan berlangsung pada akhir musim dingin. Tempat favorit adalah lubang kecil atau bawah tebing. Setiap tahun, lynx betina melahirkan antara 2 hingga 4 ekor anak. Mangsa utamanya mencakup rusa kutub, kamois, hingga burung, mamalia kecil, ikan, kambing, dan domba.

Pada 2006, lynx terlihat di Pegunungan Rocky, Colorado. Peristiwa langka ini sangat jarang terjadi, karena lynx sangat pemalu dan hidup sendirian. Lynx biasanya menghindari manusia. Lynx dilaporkan pernah menyerang manusia, tetapi hal itu sangat jarang terjadi, dan hampir selalu dalam upaya membela diri.

Diadaptasi dari https://id.wikipedia.org/wiki/Kucing_kutub

Pertanyaan:
Perhatikan paragraf terakhir teks tersebut. Manakah analisis yang paling tepat mengenai koherensi antara informasi tentang penampakan Lynx di Colorado dengan perilaku alaminya?

A.

Teks tersebut tidak koheren karena mencampuradukkan data lokasi geografis Colorado dengan data perilaku pemalu, yang seharusnya dipisah.

B.

Paragraf tersebut koheren karena menggunakan fakta "kelangkaan penampakan" sebagai jembatan logis untuk menjelaskan sifat asli Lynx yang pemalu dan soliter.

C.

Kohesi teks terganggu karena penggunaan kata "Tetapi" di kalimat terakhir tidak menunjukkan pertentangan dengan kalimat sebelumnya.

D.

Teks bersifat koheren hanya jika penulis menambahkan data statistik jumlah populasi Lynx di Colorado tahun 2006.

E.

Teks menunjukkan kepaduan yang lemah karena tidak menjelaskan mengapa Lynx menyerang manusia jika mereka bersifat pemalu.

💡Pembahasan Soal

Koherensi berkaitan dengan bagaimana ide-ide dalam teks terhubung secara logis. Kalimat tentang penampakan langka di Colorado dihubungkan secara logis dengan penjelasan bahwa Lynx adalah hewan pemalu atau soliter. Ini menciptakan alur pemikiran yang kuat bahwa peristiwa 2006 itu "langka" karena alasan karakter psikologis hewan tersebut.

Jadi, jawaban soal ini adalah B.

Contoh Soal No. 7

Gurun kutub merupakan daerah di Bumi yang terletak pada iklim tudung es (EF menurut klasifikasi Köppen). Meskipun curah hujan tahunan relatif rendah sehingga secara umum diklasifikasikan sebagai gurun, gurun kutub dibedakan dari gurun sejati (BWh atau BWk menurut klasifikasi Köppen) oleh suhu rata-rata tahunan yang sangat rendah serta tingkat evapotranspirasi yang minim. Sebagian besar gurun kutub ditutupi oleh lapisan es, padang es, atau tudung es.

Gurun kutub merupakan satu dari dua bioma kutub, selain tundra arktik. Kedua bioma tersebut berada di wilayah kutub Bumi, meliputi daratan Antarktika di belahan selatan, serta wilayah Arktika hingga Amerika Utara, Eropa, dan Asia di belahan utara. Berbeda dengan tundra yang mampu mendukung kehidupan hewan dan tumbuhan di musim panas, gurun kutub adalah lingkungan yang tandus dan terdiri dari lapisan es yang datar dan permanen, Kondisi serupa juga berlaku untuk beberapa tempat bebas es. Namun, terdapat beberapa bukti kehidupan di tempat yang tampaknya tidak ramah ini. Sedimen zat organik dan anorganik di es tebal menampung organisme mikroba yang terkait dengan sianobakteri, mampu memperbaiki karbondioksida dari air yang mencair.

Diadaptasi dari https://id.wikipedia.org/wiki/Gurun_kutub

Pertanyaan:
Teks menyatakan bahwa gurun kutub adalah "lingkungan yang tandus", namun kemudian menyebutkan adanya "bukti kehidupan" berupa mikroba sianobakteri. Berdasarkan kaidah logika berpikir, bagaimanakah Anda menilai konsistensi gagasan tersebut?

A.

Gagasan tersebut kontradiktif karena sesuatu yang tandus tidak mungkin memiliki kehidupan dalam bentuk apa pun.

B.

Gagasan tersebut logis karena istilah "tandus" merujuk pada ketidakmampuan mendukung kehidupan makro yakni hewan atau tumbuhan, namun tetap memungkinkan kehidupan mikro pada skala spesifik.

C.

Gagasan tersebut tidak valid karena sianobakteri hanya bisa hidup di perairan hangat, bukan di lapisan es permanen.

D.

Gagasan tersebut merupakan generalisasi yang terburu-buru karena hanya mengambil sampel dari satu wilayah di Antarktika.

E.

Gagasan tersebut bersifat subjektif karena istilah "tidak ramah" bergantung pada sudut pandang peneliti.

💡Pembahasan Soal

Secara logika, pernyataan tersebut tidak kontradiktif melainkan memberikan kualifikasi. Ketandusan biasanya merujuk pada ekosistem tumbuhan atau hewan yang umum, namun teks memberikan pengecualian ilmiah bahwa pada tingkat mikroskopis, metabolisme tetap terjadi.

Jadi, jawaban soal ini adalah B.

Contoh Soal No. 8

Lynx atau kucing kutub, memiliki ekor pendek, dengan sejumput bulu hitam di ujung telinga. Di bawah lehernya terdapat lingkaran dengan garis-garis hitam samar yang menyerupai dasi kupu-kupu. Cakarnya yang besar, dilapisi bulu tebal untuk berjalan di salju, sementara kumisnya yang panjang terlihat jelas di wajah. Warna tubuhnya bervariasi dari cokelat muda hingga abu-abu, ditandai dengan bintik-bintik coklat tua, terutama pada keempat kaki. Beratnya sekitar 15 kg hingga sekitar 30 kg, dengan lynx Eurasia sebagai spesies terbesar, sedangkan lynx Iberia jauh lebih kecil.

Lynx menghuni hutan pegunungan tinggi yang ditutupi semak dan rerumputan rapat. Meskipun berburu di permukaan tanah, mereka mampu memanjat pohon dan berenang. Lynx umumnya ditemukan di Amerika Utara, Skandinavia utara, dan pegunungan Himalaya.

Ciri-ciri perilaku lynx mirip dengan macan tutul. Lynx biasanya hidup sendirian, meskipun adakalanya sekelompok kecil lynx melakukan perjalanan dan berburu bersama-sama. Perkawinan berlangsung pada akhir musim dingin. Tempat favorit adalah lubang kecil atau bawah tebing. Setiap tahun, lynx betina melahirkan antara 2 hingga 4 ekor anak. Mangsa utamanya mencakup rusa kutub, kamois, hingga burung, mamalia kecil, ikan, kambing, dan domba.

Pada 2006, lynx terlihat di Pegunungan Rocky, Colorado. Peristiwa langka ini sangat jarang terjadi, karena lynx sangat pemalu dan hidup sendirian. Lynx biasanya menghindari manusia. Lynx dilaporkan pernah menyerang manusia, tetapi hal itu sangat jarang terjadi, dan hampir selalu dalam upaya membela diri.

Diadaptasi dari https://id.wikipedia.org/wiki/Kucing_kutub

Pertanyaan:
Laporan Ilmiah Singkat\textbf{Laporan Ilmiah Singkat}

"Studi ekologi terbaru menunjukkan bahwa kelestarian Lynx sangat bergantung pada ketersediaan vegetasi lantai hutan. Penggundulan semak dan rerumputan di hutan pegunungan akan menghilangkan perlindungan alami mereka, namun tidak berpengaruh pada pola makan mereka karena Lynx hanya berburu ikan di sungai."

Berdasarkan teks utama, bagian manakah dari Laporan Ilmiah Singkat di atas yang menunjukkan ketidaksesuaian isi secara faktual?

A.

Pernyataan bahwa Lynx sangat bergantung pada vegetasi lantai hutan seperti semak dan rerumputan.

B.

Pernyataan bahwa penggundulan semak akan menghilangkan perlindungan alami bagi Lynx.

C.

Pernyataan bahwa perubahan vegetasi tidak berpengaruh pada pola makan karena Lynx hanya berburu ikan.

D.

Pernyataan bahwa Lynx menghuni hutan pegunungan yang tinggi.

E.

Pernyataan bahwa Lynx membutuhkan perlindungan alami untuk bertahan hidup dari suhu kutub.

💡Pembahasan Soal

Dalam Teks Utama, disebutkan bahwa mangsa utama Lynx sangat beragam, mencakup rusa kutub, chamois, burung, mamalia kecil, ikan, kambing, dan domba.

  1. Laporan Ilmiah tersebut menyatakan Lynx "hanya berburu ikan", yang mana ini sangat bertentangan (tidak sesuai) dengan teks utama yang menyebutkan ikan hanyalah salah satu dari sekian banyak jenis mangsanya.

  2. Selain itu, hilangnya semak dan rumput tempat mangsa kecil bersembunyi pasti akan memengaruhi ketersediaan mangsa darat Lynx.

Jadi, jawaban soal ini adalah C.

Contoh Soal No. 9

Asal-Usul Kain Pamintan dan Putri Junjung Buih\textbf{Asal-Usul Kain Pamintan dan Putri Junjung Buih}

Di tanah Kalimantan Selatan, berdiri Kerajaan Amuntai yang dipimpin oleh dua raja bersaudara yang adil dan bijaksana, yaitu Raja Patmaraga dan Raja Sukmaraga. Di bawah kepemimpinan mereka, rakyat hidup dengan makmur dan sejahtera. Namun, kebahagiaan itu terasa belum lengkap karena kedua raja tersebut belum juga dikaruniai keturunan setelah sekian lama menikah. Mereka pun tiada henti memanjatkan doa agar segera diberikan anak.

Akhirnya, doa Raja Sukmaraga dan permaisurinya dikabulkan. Sang permaisuri melahirkan sepasang bayi kembar laki-laki yang sehat. Kabar bahagia ini disambut gembira oleh seluruh rakyat dan juga sang kakak, Raja Patmaraga. Meski ikut bahagia, Raja Patmaraga tidak dapat memungkiri rasa irinya karena ia sendiri sangat mendambakan seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan, untuk meneruskan takhtanya.

Suatu malam, Raja Patmaraga bermimpi sedang bertapa di Candi Agung. Merasa mimpi itu sebagai petunjuk yang sangat nyata, keesokan harinya ia segera pergi ke Candi Agung untuk bertapa dengan ditemani oleh pengawal setianya, Datuk Pujung. Setelah beberapa hari bertapa tanpa hasil, Raja Patmaraga mulai putus asa dan memutuskan untuk pulang.

Dalam perjalanan kembali ke istana, mereka beristirahat di pinggir sebuah sungai. Saat itulah, Raja Patmaraga mendengar suara tangisan bayi. Ketika dihampiri, ia sangat terkejut menemukan seorang bayi perempuan terapung di atas segumpal buih. Keajaiban terjadi saat bayi tersebut tiba-tiba bisa berbicara. Ia meminta sehelai kain selimut tenun dan 40 dayang perempuan untuk menjemputnya, yang semuanya harus siap dalam waktu setengah hari saja. Raja Patmaraga kemudian menamakan bayi ajaib itu Putri Junjung Buih.

Sesampainya di istana, Raja Patmaraga dan Raja Sukmaraga segera mengadakan sayembara bagi rakyat Amuntai untuk menenun kain tersebut dalam waktu setengah hari. Siapa pun yang berhasil akan diangkat menjadi pengasuh sang putri. Sementara itu, Datuk Pujung bertugas mengumpulkan 40 orang dayang. Ketika waktu hampir habis dan semua orang mulai putus asa, muncul seorang wanita bernama Ratu Kuripan yang membawa selembar kain tenun bermotif sempurna, yang kelak dikenal sebagai motif langgundi atau kain pamintan. Bersamaan dengan itu, 40 dayang cantik juga telah siap.

Raja Patmaraga bersama rombongan segera kembali ke sungai untuk menjemput Putri Junjung Buih menggunakan kain tenun tersebut. Sang putri menyambut mereka dengan senyuman dan akhirnya dibawa ke istana untuk hidup sebagai pewaris takhta Raja Patmaraga. Kini, kebahagiaan Kerajaan Amuntai telah lengkap.

Diadaptasi dari https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/cerita-rakyat-kalimantan-selatan-putri-junjung-buih/

Pertanyaan:
Berdasarkan teks, apa yang menjadi penyebab utama terjadinya peristiwa penemuan Putri Junjung Buih di sungai oleh Raja Patmaraga?

A.

Rasa iri Raja Patmaraga yang membuatnya ingin membuang bayi kembar saudaranya ke sungai.

B.

Keputusan Raja Patmaraga untuk pulang dari bertapa di Candi Agung akibat mulai putus asa.

C.

Perintah dari Raja Sukmaraga agar kakaknya mencari anak di sepanjang aliran sungai Amuntai.

D.

Keberhasilan Datuk Pujung dalam meyakinkan raja untuk mencari bayi ajaib di luar istana.

E.

Desakan seluruh rakyat Amuntai yang meminta raja segera menemukan bayi di atas segumpal buih.

💡Pembahasan Soal

Secara kronologis, penemuan bayi terjadi karena Raja Patmaraga "mulai putus asa dan memutuskan untuk pulang" dari pertapaannya di Candi Agung. Di tengah perjalanan pulang tersebut, mereka beristirahat di pinggir sungai dan mendengar tangisan bayi. Jadi, keputusan pulang akibat putus asa adalah penyebab langsung posisi raja berada di tempat penemuan.

Jadi, jawaban soal ini adalah B.

Contoh Soal No. 10

Asal-Usul Kain Pamintan dan Putri Junjung Buih\textbf{Asal-Usul Kain Pamintan dan Putri Junjung Buih}

Di tanah Kalimantan Selatan, berdiri Kerajaan Amuntai yang dipimpin oleh dua raja bersaudara yang adil dan bijaksana, yaitu Raja Patmaraga dan Raja Sukmaraga. Di bawah kepemimpinan mereka, rakyat hidup dengan makmur dan sejahtera. Namun, kebahagiaan itu terasa belum lengkap karena kedua raja tersebut belum juga dikaruniai keturunan setelah sekian lama menikah. Mereka pun tiada henti memanjatkan doa agar segera diberikan anak.

Akhirnya, doa Raja Sukmaraga dan permaisurinya dikabulkan. Sang permaisuri melahirkan sepasang bayi kembar laki-laki yang sehat. Kabar bahagia ini disambut gembira oleh seluruh rakyat dan juga sang kakak, Raja Patmaraga. Meski ikut bahagia, Raja Patmaraga tidak dapat memungkiri rasa irinya karena ia sendiri sangat mendambakan seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan, untuk meneruskan takhtanya.

Suatu malam, Raja Patmaraga bermimpi sedang bertapa di Candi Agung. Merasa mimpi itu sebagai petunjuk yang sangat nyata, keesokan harinya ia segera pergi ke Candi Agung untuk bertapa dengan ditemani oleh pengawal setianya, Datuk Pujung. Setelah beberapa hari bertapa tanpa hasil, Raja Patmaraga mulai putus asa dan memutuskan untuk pulang.

Dalam perjalanan kembali ke istana, mereka beristirahat di pinggir sebuah sungai. Saat itulah, Raja Patmaraga mendengar suara tangisan bayi. Ketika dihampiri, ia sangat terkejut menemukan seorang bayi perempuan terapung di atas segumpal buih. Keajaiban terjadi saat bayi tersebut tiba-tiba bisa berbicara. Ia meminta sehelai kain selimut tenun dan 40 dayang perempuan untuk menjemputnya, yang semuanya harus siap dalam waktu setengah hari saja. Raja Patmaraga kemudian menamakan bayi ajaib itu Putri Junjung Buih.

Sesampainya di istana, Raja Patmaraga dan Raja Sukmaraga segera mengadakan sayembara bagi rakyat Amuntai untuk menenun kain tersebut dalam waktu setengah hari. Siapa pun yang berhasil akan diangkat menjadi pengasuh sang putri. Sementara itu, Datuk Pujung bertugas mengumpulkan 40 orang dayang. Ketika waktu hampir habis dan semua orang mulai putus asa, muncul seorang wanita bernama Ratu Kuripan yang membawa selembar kain tenun bermotif sempurna, yang kelak dikenal sebagai motif langgundi atau kain pamintan. Bersamaan dengan itu, 40 dayang cantik juga telah siap.

Raja Patmaraga bersama rombongan segera kembali ke sungai untuk menjemput Putri Junjung Buih menggunakan kain tenun tersebut. Sang putri menyambut mereka dengan senyuman dan akhirnya dibawa ke istana untuk hidup sebagai pewaris takhta Raja Patmaraga. Kini, kebahagiaan Kerajaan Amuntai telah lengkap.

Diadaptasi dari https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/cerita-rakyat-kalimantan-selatan-putri-junjung-buih/

Pertanyaan:
Dalam penyelesaian konflik cerita, keberhasilan Ratu Kuripan menyediakan kain pamintan dan keberhasilan Datuk Pujung mengumpulkan 40 dayang menunjukkan bahwa...

A.

Nilai sosial Datuk Pujung lebih tinggi karena mencari manusia (dayang) lebih sulit daripada menenun kain.

B.

Peran Ratu Kuripan dan Datuk Pujung saling melengkapi secara setara untuk memenuhi tuntutan syarat supranatural sang putri.

C.

Kehadiran Ratu Kuripan mengeliminasi semua fungsi sosial yang telah diupayakan oleh Datuk Pujung sejak awal.

D.

Nilai budaya Ratu Kuripan murni bersifat kebetulan, sedangkan nilai sosial Datuk Pujung didasarkan pada kerja keras yang terencana.

E.

Tindakan Ratu Kuripan menyelamatkan wajah kerajaan, sedangkan tindakan Datuk Pujung justru mempermalukan rakyat.

💡Pembahasan Soal

Putri Junjung Buih meminta dua syarat: sehelai kain tenun dan 40 dayang. Datuk Pujung mengumpulkan 40 dayang, sementara Ratu Kuripan menyelesaikan kain tenun pamintan. Kedua tindakan ini kedudukannya setara dan saling melengkapi; tanpa salah satunya, syarat dari sang putri tidak akan terpenuhi untuk membawa kebahagiaan lengkap bagi kerajaan.

Jadi, jawaban soal ini adalah B.

Contoh Soal No. 11

Bunga Gugur\textbf{Bunga Gugur}
Penulis: W.S Rendra

Bunga gugur
di atas nyawa yang gugur
gugurlah semua yang bersamanya
Kekasihku.

Bunga gugur
di atas tempatmu terkubur
gugurlah segala hal ikhwal antara kita.

Baiklah kita ikhlaskan saja
tiada janji ‘kan jumpa di sorga
karena di sorga tiada kita ‘kan perlu asmara.

Asmara cuma lahir di bumi
(di mana segala berujung di tanah mati)
ia mengikuti hidup manusia
dan kalau hidup sendiri telah gugur
gugur pula ia bersama sama.

Ada tertinggal sedikit kenangan
tapi semata tiada lebih dari penipuan
atau semacam pencegah bunuh diri.

Mungkin ada pula kesedihan
itu baginya semacam harga atau kehormatan
yang sebentar akan pula berantakan.

Kekasihku.

Gugur, ya, gugur
semua gugur
hidup, asmara, embun di bunga –
yang kita ambil cuma yang berguna.

Sumber: https://www.gramedia.com/literasi/puisi-ws-rendra/#Permintaan

Pertanyaan:
Penyair menuliskan bahwa kenangan yang tertinggal "tiada lebih dari penipuan atau semacam pencegah bunuh diri". Hal ini menunjukkan evaluasi penyair terhadap fungsi kenangan, yaitu...

A.

Kenangan adalah satu-satunya alasan seseorang tetap hidup dengan bahagia.

B.

Kenangan merupakan bentuk penghormatan tertinggi bagi orang yang sudah meninggal

C.

Kenangan sering kali memutarbalikkan fakta tentang buruknya masa lalu.

D.

Kenangan berfungsi sebagai alat pertahanan mental agar seseorang tetap bertahan hidup meski dalam duka.

E.

Kenangan adalah kebenaran mutlak yang harus dijaga oleh kekasih yang ditinggalkan.

💡Pembahasan Soal

Frasa "pencegah bunuh diri" mengevaluasi kenangan bukan sebagai sesuatu yang indah, melainkan sebagai mekanisme bertahan dari keputusasaan mendalam akibat kehilangan. Penyair menganggapnya "penipuan" karena kenangan hanyalah bayangan, bukan realitas orang yang dicintai itu sendiri.

Jadi, jawaban soal ini adalah D.

Contoh Soal No. 12

MANTERA\textbf{MANTERA}
Karya Sutardji Calzoum Bachri

Lima percik mawar
Tujuh sayap merpati
Sesayat langit perih
Dicabik puncak gunung
Sebelas duri sepi
Dalam dupa rupa
Tiga menyan luka
Mangasapi duka

Puah!

Kau jadi Kau
Kasihku

Sumber: https://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/puisi-puisi-sutardji-calzoum-bachri

Pertanyaan:
Sutardji Calzoum Bachri dikenal dengan kredonya yang ingin membebaskan kata dari beban makna. Analisislah ketepatan penggunaan diksi, kiasan, dan citraan pada larik "sesayat langit perih / dicabik puncak gunung" serta kata seru "puah!". Manakah penjelasan paling lengkap yang membuktikan bahwa kombinasi unsur-unsur tersebut berhasil menciptakan daya gaib alami dalam puisi tersebut?

A.

Larik tersebut menggunakan kiasan personifikasi pada langit yang bisa merasa perih, dikombinasikan dengan citraan penglihatan yang jelas. Kata "puah!" berfungsi sebagai penanda bahwa puisi ini bertema tentang sebuah kutukan kuno.

B.

Penggunaan kata "sesayat" dan "dicabik" memberikan citraan perabaan dan penglihatan yang kasar, sedangkan kata "puah!" hanyalah kata pelengkap sastranya agar puisi terlihat memiliki rima yang unik di akhir bait.

C.

Larik tersebut menggunakan gaya bahasa hiperbola untuk menggambarkan keindahan alam pegunungan. Ketepatan bahasanya terletak pada pilihan kata "puncak gunung" yang secara visual cocok bersanding dengan kata "langit", sementara kata "puah!" adalah tiruan bunyi ludah biasa.

D.

Perpaduan kiasan langit perih dicabik puncak gunung menghadirkan citraan indra penglihatan-aktivitas fisik yang tingkatan rasa sakitnya sangat nyata. Ketepatan ini memuncak pada kata "puah!" yang tidak sekadar meniru bunyi, melainkan berfungsi sebagai daya pendorong yang seketika mengubah duka menjadi penciptaan "kau jadi Kau".

E.

Ketepatan bahasa dalam puisi ini dinilai dari kepatuhan struktur sintaksisnya. Larik tersebut menggunakan citraan penciuman lewat kata "perih", dan kata kiasan pada "dicabik". Kata "puah!" digunakan untuk mengejek pembaca agar merasakan suasana magis dukun.

💡Pembahasan Soal

Pilihan D adalah penjelasan yang paling tepat dan komprehensif.

Larik "sesayat langit perih, dicabik puncak gunung" bukan sekadar deskripsi alam atau hiperbola biasa, melainkan penciptaan sebuah bayangan baru yang sangat konkret melalui citraan visual-kinestetik yang mengekspresikan kepedihan mendalam. Kata "puah!" dalam tradisi mantra Melayu adalah sebuah Kata sakral, sebuah "sabda" atau daya misterius yang menghentak, yang menjadi titik balik perubahan dari suasana duka-lara di bait pertama menjadi suasana pencerahan pada bait terakhir "kau jadi Kau, Kasihku'.

Pilihan A, B, C, dan E memberikan penjelasan yang keliru dan mereduksi nilai misterius dari diksi puisi tersebut.

Jadi, jawaban soal ini adalah D.

Contoh Soal No. 13

Asal-Usul Kain Pamintan dan Putri Junjung Buih\textbf{Asal-Usul Kain Pamintan dan Putri Junjung Buih}

Di tanah Kalimantan Selatan, berdiri Kerajaan Amuntai yang dipimpin oleh dua raja bersaudara yang adil dan bijaksana, yaitu Raja Patmaraga dan Raja Sukmaraga. Di bawah kepemimpinan mereka, rakyat hidup dengan makmur dan sejahtera. Namun, kebahagiaan itu terasa belum lengkap karena kedua raja tersebut belum juga dikaruniai keturunan setelah sekian lama menikah. Mereka pun tiada henti memanjatkan doa agar segera diberikan anak.

Akhirnya, doa Raja Sukmaraga dan permaisurinya dikabulkan. Sang permaisuri melahirkan sepasang bayi kembar laki-laki yang sehat. Kabar bahagia ini disambut gembira oleh seluruh rakyat dan juga sang kakak, Raja Patmaraga. Meski ikut bahagia, Raja Patmaraga tidak dapat memungkiri rasa irinya karena ia sendiri sangat mendambakan seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan, untuk meneruskan takhtanya.

Suatu malam, Raja Patmaraga bermimpi sedang bertapa di Candi Agung. Merasa mimpi itu sebagai petunjuk yang sangat nyata, keesokan harinya ia segera pergi ke Candi Agung untuk bertapa dengan ditemani oleh pengawal setianya, Datuk Pujung. Setelah beberapa hari bertapa tanpa hasil, Raja Patmaraga mulai putus asa dan memutuskan untuk pulang.

Dalam perjalanan kembali ke istana, mereka beristirahat di pinggir sebuah sungai. Saat itulah, Raja Patmaraga mendengar suara tangisan bayi. Ketika dihampiri, ia sangat terkejut menemukan seorang bayi perempuan terapung di atas segumpal buih. Keajaiban terjadi saat bayi tersebut tiba-tiba bisa berbicara. Ia meminta sehelai kain selimut tenun dan 40 dayang perempuan untuk menjemputnya, yang semuanya harus siap dalam waktu setengah hari saja. Raja Patmaraga kemudian menamakan bayi ajaib itu Putri Junjung Buih.

Sesampainya di istana, Raja Patmaraga dan Raja Sukmaraga segera mengadakan sayembara bagi rakyat Amuntai untuk menenun kain tersebut dalam waktu setengah hari. Siapa pun yang berhasil akan diangkat menjadi pengasuh sang putri. Sementara itu, Datuk Pujung bertugas mengumpulkan 40 orang dayang. Ketika waktu hampir habis dan semua orang mulai putus asa, muncul seorang wanita bernama Ratu Kuripan yang membawa selembar kain tenun bermotif sempurna, yang kelak dikenal sebagai motif langgundi atau kain pamintan. Bersamaan dengan itu, 40 dayang cantik juga telah siap.

Raja Patmaraga bersama rombongan segera kembali ke sungai untuk menjemput Putri Junjung Buih menggunakan kain tenun tersebut. Sang putri menyambut mereka dengan senyuman dan akhirnya dibawa ke istana untuk hidup sebagai pewaris takhta Raja Patmaraga. Kini, kebahagiaan Kerajaan Amuntai telah lengkap.

Diadaptasi dari https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/cerita-rakyat-kalimantan-selatan-putri-junjung-buih/

Pertanyaan:
Raja Patmaraga menetapkan hadiah bahwa siapa pun yang berhasil menenun kain tersebut dalam waktu setengah hari akan diangkat menjadi pengasuh sang putri. Berdasarkan norma "keadilan sosial dalam sistem penghargaan, tindakan raja ini dinilai...

A.

Tidak adil karena tugas mengasuh anak adalah beban berat, bukan sebuah hadiah atau penghargaan yang layak.

B.

Kurang bijaksana karena hadiah tersebut memicu persaingan tidak sehat di antara para perempuan di Amuntai.

C.

Keliru karena posisi pengasuh kerajaan seharusnya diberikan berdasarkan garis keturunan bangsawan, bukan hasil sayembara.

D.

Curang karena raja sebenarnya sudah tahu bahwa Ratu Kuripan yang akan memenangkan sayembara tersebut.

E.

Sangat tepat dan adil karena memberikan penghargaan status sosial yang tinggi di istana bagi rakyat biasa yang memiliki keahlian luar biasa.

💡Pembahasan Soal

Dalam struktur sosial kerajaan tradisional, diangkat menjadi bagian dari pengasuh putri atau pewaris takhta merupakan peningkatan status sosial dan penghargaan yang sangat tinggi bagi rakyat jelata. Tindakan raja ini dinilai adil dan berbasis menghargai kemampuan dan keahlian tenun, bukan sekadar memilih berdasarkan sistem politik atau kedekatan.

Jadi, jawaban soal ini adalah E.

Contoh Soal No. 14

MANTERA\textbf{MANTERA}
Karya Sutardji Calzoum Bachri

Lima percik mawar
Tujuh sayap merpati
Sesayat langit perih
Dicabik puncak gunung
Sebelas duri sepi
Dalam dupa rupa
Tiga menyan luka
Mangasapi duka

Puah!

Kau jadi Kau
Kasihku

Sumber: https://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/puisi-puisi-sutardji-calzoum-bachri

Pertanyaan:
Perhatikan puisi "MANTERA" di atas. Jika Anda harus mengonversi seluruh rangkaian gambaran misterius dan ritual sakral pada bait pertama dan kedua puisi tersebut ke dalam sebuah paragraf prosa naratif yang paling tepat menggambarkan suasana batin tokoh, maka bentuk prosanya adalah ...

A.

Seseorang sedang duduk di puncak gunung yang tinggi sambil membawa lima tangkai mawar dan tujuh sayap burung merpati. Ia menyalakan dupa dan kemenyan untuk mengasapi luka di tubuhnya, lalu berteriak memanggil kekasihnya yang sedang sedih.

B.

Di tengah kesunyian yang menusuk laksana belasan duri, sebuah ritual batin digelar menggunakan simbol-simbol suci dan perihnya pengorbanan. Melalui asap dupa dan wewangian kemenyan yang membakar kedukaan, sebuah transformasi misterius terjadi hingga meleburkan ego diri untuk menyatu seutuhnya dengan Sang Kekasih Agung.

C.

Ada sebuah pemandangan alam di mana langit tampak teriris oleh puncak gunung yang lancip. Di bawahnya, terdapat lima percik bunga mawar dan tujuh merpati yang terbang. Suasana di tempat itu sangat sepi sehingga asap dupa dan menyan pun terasa sedih.

D.

Ritual mantera ini menceritakan tentang seorang dukun yang sedang menyembuhkan penyakit hati kekasihnya. Ia menggunakan mawar, merpati, langit perih, duri sepi, dupa, dan kemenyan. Setelah mengucapkan kata "puah!", kekasihnya langsung sembuh.

E.

Ketika langit dicabik oleh puncak gunung, datanglah sebelas duri sepi yang membawa lima percik mawar dan tujuh sayap merpati. Semua benda itu dimasukkan ke dalam dupa dan kemenyan agar duka yang dialami oleh tokoh "kau" bisa segera hilang menjadi kegembiraan.

💡Pembahasan Soal

Dalam mengalihwahanakan atau mengonversi puisi ke prosa bukan sekadar menuliskan kembali kata-kata puisi secara harfiah (seperti pada pilihan A, C, dan E), melainkan menyusun kembali struktur gagasan dan esensi emosional puisi ke dalam bentuk cerita/prosa yang padu.

Puisi "MANTERA" menggunakan estetika mantra (asosiasi magis, repetisi angka simbolis seperti 5, 7, 11, 3, dan kata seru ritual "puah!").

Pilihan B secara kreatif dan tepat berhasil mengonstruksi esensi ritual tersebut menjadi sebuah prosa naratif-kontemplatif yang menangkap suasana batin kesepian ("duri sepi"), penderitaan ("menyan luka", "mangasapi duka"), serta transformasi transendental di akhir puisi di mana "kau jadi Kau" (penyatuan jiwa dengan Yang Maha Kasih).

Pilihan D terlalu dangkal karena mengartikannya secara harfiah sebagai dukun mendisposisi penyakit.

Jadi, jawaban soal ini adalah B.

Contoh Soal No. 15

Bunga Gugur\textbf{Bunga Gugur}
Penulis: W.S Rendra

Bunga gugur
di atas nyawa yang gugur
gugurlah semua yang bersamanya
Kekasihku.

Bunga gugur
di atas tempatmu terkubur
gugurlah segala hal ikhwal antara kita.

Baiklah kita ikhlaskan saja
tiada janji ‘kan jumpa di sorga
karena di sorga tiada kita ‘kan perlu asmara.

Asmara cuma lahir di bumi
(di mana segala berujung di tanah mati)
ia mengikuti hidup manusia
dan kalau hidup sendiri telah gugur
gugur pula ia bersama sama.

Ada tertinggal sedikit kenangan
tapi semata tiada lebih dari penipuan
atau semacam pencegah bunuh diri.

Mungkin ada pula kesedihan
itu baginya semacam harga atau kehormatan
yang sebentar akan pula berantakan.

Kekasihku.

Gugur, ya, gugur
semua gugur
hidup, asmara, embun di bunga –
yang kita ambil cuma yang berguna.

Sumber: https://www.gramedia.com/literasi/puisi-ws-rendra/#Permintaan

Pertanyaan:
Setelah membaca keseluruhan puisi tersebut, respons emosional yang ingin dibangun oleh penyair terhadap konsep kehilangan adalah...

A.

Mengajak pada sikap ikhlas dan rasional dalam menghadapi kefanaan hidup dan cinta.

B.

Mendorong pembaca untuk meratapi kematian sebagai akhir dari segalanya.

C.

Mengarahkan pembaca untuk mengabaikan semua hal yang tidak berguna selama hidup.

D.

Menimbulkan rasa takut akan kematian karena hilangnya semua kenangan indah.

E.

Membangun semangat untuk segera mencari pengganti kekasih yang telah tiada.

💡Pembahasan Soal

Kesimpulan emosional dari puisi ini adalah "keikhlasan yang pragmatis". Larik "Baiklah kita ikhlaskan saja" dan "yang kita ambil cuma yang berguna" menunjukkan emosi yang tenang, menerima realitas bahwa cinta berakhir di liang kubur, dan mengajak pembaca untuk bersikap wajar terhadap kematian.

Jadi, jawaban soal ini adalah A.

Mau lihat pembahasan soal?

Dapatkan pembahasan lengkap untuk setiap soal, langkah penyelesaian, dan tips cepat paham. Gratis — buka pembahasan sekarang.

Scan QR code atau kunjungi link ini untuk lihat pembahasan lengkap:

mimpi.mu/tracks/tka-bahasa-indonesia-tingkat-lanjut-sma
QR Code

Scan untuk lihat pembahasan soal

mimpi.mu/tracks/tka-bahasa-indonesia-tingkat-lanjut-sma