Contoh Soal TKA Matematika SMA
Contoh Soal
Contoh Soal No. 1

Diberikan himpunan bilangan S={4,83,227,π,0.121212...}S = \{\sqrt{4}, \sqrt[3]{8}, \frac{22}{7}, \pi, 0.121212...\}. Banyaknya bilangan rasional dalam himpunan SS adalah ....

A.

1

B.

2

C.

3

D.

4

E.

5

💡Pembahasan Soal

Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan pq\frac{p}{q}, dengan pp dan qq adalah bilangan bulat dan q≠0q \neq 0. Bilangan desimal yang berulang atau berhenti juga termasuk bilangan rasional.

Mari kita identifikasi setiap anggota himpunan S={4,83,227,π,0.121212...}S = \{\sqrt{4}, \sqrt[3]{8}, \frac{22}{7}, \pi, 0.121212...\}:

  • 4=2\sqrt{4} = 2. Ini adalah bilangan bulat, yang dapat ditulis sebagai 21\frac{2}{1}. Jadi, ini rasional.
  • 83=2\sqrt[3]{8} = 2. Ini juga bilangan bulat, yang dapat ditulis sebagai 21\frac{2}{1}. Jadi, ini rasional.
  • 227\frac{22}{7} sudah dalam bentuk pecahan pq\frac{p}{q}. Jadi, ini rasional.
  • π\pi adalah bilangan irasional. Desimalnya tidak berhenti dan tidak berulang.
  • 0.121212...0.121212... adalah desimal berulang. Bilangan ini dapat diubah menjadi pecahan 1299\frac{12}{99} atau 433\frac{4}{33}. Jadi, ini rasional.

Dengan demikian, ada 4 bilangan rasional dalam himpunan SS, yaitu 4,83,227,\sqrt{4}, \sqrt[3]{8}, \frac{22}{7}, dan 0.121212...0.121212....

Contoh Soal No. 2

Perhatikan ekspresi matematika berikut:

12−3×2+8÷212 - 3 \times 2 + 8 \div 2

Pilihlah semua pernyataan yang benar mengenai evaluasi ekspresi tersebut.

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

[ ] Operasi perkalian dan pembagian harus dikerjakan terlebih dahulu daripada pengurangan dan penjumlahan.

B.

[ ] Jika dihitung lurus dari kiri ke kanan tanpa aturan prioritas, hasilnya adalah 13.

C.

[ ] Hasil akhir yang benar dari ekspresi tersebut adalah 10.

D.

[ ] Hasil akhir yang benar dari ekspresi tersebut adalah 22.

E.

[ ] Ekspresi tersebut dapat ditulis menjadi (12−(3×2))+(8÷2)(12 - (3 \times 2)) + (8 \div 2).

💡Pembahasan Soal

Untuk mengevaluasi ekspresi matematika, kita harus mengikuti aturan urutan operasi (PEMDAS/BODMAS):

  • Perkalian dan pembagian dikerjakan terlebih dahulu dari kiri ke kanan.
  • Penjumlahan dan pengurangan dikerjakan setelahnya, juga dari kiri ke kanan.

Evaluasi ekspresi:
12−3×2+8÷212 - 3 \times 2 + 8 \div 2

  1. Perkalian dan pembagian:
    3×2=63 \times 2 = 6,
    8÷2=48 \div 2 = 4.
    Ekspresi menjadi: 12−6+412 - 6 + 4.

  2. Penjumlahan dan pengurangan (kiri ke kanan):
    12−6=612 - 6 = 6,
    6+4=106 + 4 = 10.

Hasil akhir yang benar adalah 10.

Analisis Pernyataan

  • Pernyataan 1: Benar. Perkalian dan pembagian memang didahulukan sesuai aturan urutan operasi.
  • Pernyataan 2: Benar. Jika dihitung lurus kiri ke kanan tanpa aturan prioritas:
    12−3=9→9×2=18→18+8=26→26÷2=1312 - 3 = 9 \rightarrow 9 \times 2 = 18 \rightarrow 18 + 8 = 26 \rightarrow 26 \div 2 = 13.
  • Pernyataan 3: Benar. Hasil yang benar memang 10.
  • Pernyataan 4: Salah. Hasilnya bukan 22.
  • Pernyataan 5: Benar. Bentuk (12−(3×2))+(8÷2)(12 - (3 \times 2)) + (8 \div 2) secara eksplisit mencerminkan urutan operasi yang benar dan menghasilkan 10.
Contoh Soal No. 3

Jika suatu sistem persamaan memiliki 3 variabel tetapi hanya 2 persamaan yang independen, maka bentuk solusi sistem tersebut adalah...

A.

Titik tunggal

B.

Tidak ada solusi

C.

Garis lurus

D.

Bidang datar

E.

Lingkaran

💡Pembahasan Soal

Dalam sistem persamaan linear dengan 3 variabel dan hanya 2 persamaan independen, derajat kebebasan sistem adalah:

3 (variabel)−2 (persamaan independen)=13 \text{ (variabel)} - 2 \text{ (persamaan independen)} = 1

Artinya, solusi sistem bergantung pada satu parameter bebas, sehingga membentuk garis lurus dalam ruang tiga dimensi.

Mengapa bukan yang lain?

  • Titik tunggal: memerlukan 3 persamaan independen.
  • Tidak ada solusi: terjadi jika ada kontradiksi (misalnya, dua persamaan yang sejajar tapi tidak berimpit).
  • Bidang datar: merupakan solusi dari satu persamaan linear dalam 3 variabel.
  • Lingkaran: bukan bentuk solusi sistem persamaan linear.

Jadi, bentuk solusi yang tepat adalah garis lurus.

Contoh Soal No. 4

Diberikan sistem pertidaksamaan linear berikut:

{x+y+z≤10x≥2y≥3z≥0\begin{cases} x + y + z \leq 10 \\ x \geq 2 \\ y \geq 3 \\ z \geq 0 \end{cases}

Pilihlah semua pernyataan yang benar berdasarkan sistem tersebut!

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

[x] Nilai maksimum dari variabel zz yang mungkin adalah 55.

B.

[ ] Suku atau titik (0,3,7)(0,3,7) memenuhi sistem pertidaksamaan tersebut.

C.

[ ] Jika x=2x = 2 dan y=3y = 3, maka nilai zz yang memenuhi sistem adalah 0≤z≤50 \leq z \leq 5.

D.

[ ] Sistem pertidaksamaan ini tidak memiliki solusi karena memiliki terlalu banyak pembatas.

E.

[x] Nilai maksimum dari minimum zz yang mungkin adalah 00.

💡Pembahasan Soal

Mari kita analisis setiap pernyataan berdasarkan sistem pertidaksamaan yang diberikan:

{x+y+z≤10x≥2y≥3z≥0\begin{cases} x + y + z \leq 10 \\ x \geq 2 \\ y \geq 3 \\ z \geq 0 \end{cases}
  • Nilai maksimum zz adalah 5. (Benar) Untuk memaksimalkan zz dalam x+y+z≤10x + y + z \leq 10, kita harus menggunakan nilai minimum untuk xx dan yy. Nilai minimum yang diizinkan adalah x=2x=2 dan y=3y=3. Substitusi menghasilkan 2+3+z≤102 + 3 + z \leq 10, yang menyederhanakan menjadi z≤5z \leq 5. Jadi, nilai maksimum zz adalah 5.

  • Titik (0,3,7)(0,3,7) tidak memenuhi sistem. (Pernyataan Salah) Titik ini tidak memenuhi syarat x≥2x \geq 2 karena komponen xx-nya adalah 0.

  • Jika x=2x=2 dan y=3y=3, maka 0≤z≤50 \leq z \leq 5. (Benar) Dengan mensubstitusikan x=2x=2 dan y=3y=3 ke dalam x+y+z≤10x+y+z \leq 10, kita mendapatkan z≤5z \leq 5. Dikombinasikan dengan syarat z≥0z \geq 0, rentang nilai zz yang valid adalah 0≤z≤50 \leq z \leq 5.

  • Sistem ini memiliki solusi. (Pernyataan Salah) Sistem ini memiliki banyak solusi. Sebagai contoh, titik (2,3,0)(2, 3, 0) memenuhi semua ketidaksetaraan: 2+3+0=5≤102+3+0=5 \leq 10, 2≥22 \geq 2, 3≥33 \geq 3, dan 0≥00 \geq 0. Adanya banyak batasan tidak secara otomatis berarti tidak ada solusi.

  • Nilai maksimum dari minimum zz adalah 0. (Pernyataan Salah) Frasa "maksimum dari minimum" tidak relevan di sini. Pertidaksamaan z≥0z \geq 0 secara langsung menetapkan bahwa nilai minimum absolut untuk zz adalah 0. Tidak ada beberapa kemungkinan nilai minimum untuk dipilih.

Contoh Soal No. 5

Anda diminta merancang aturan alokasi lahan parkir seluas 360 m2360 m^2. Tempat parkir untuk sebuah mobil memerlukan lahan 6 m26 m^2 dan bus 24 m224 m^2. Daya tampung maksimum tempat parkir hanya 30 kendaraan. Biaya parkir mobil Rp5.000,00Rp5.000,00 dan bus Rp15.000,00Rp15.000,00. Buatlah kesimpulan keputusan berapakah kombinasi parkir bus dan mobil yang menghasilkan pendapatan tertinggi yang bisa Anda tawarkan kepada pengelola!

A.

30 mobil saja

B.

15 bus saja

C.

10 mobil dan 20 bus

D.

20 mobil dan 10 bus

E.

30 bus saja

💡Pembahasan Soal

Untuk menyelesaikan masalah ini, kita menggunakan program linear.

Misalkan:

  • xx = jumlah mobil
  • yy = jumlah bus

1. Model Matematika Kita perlu memaksimalkan fungsi pendapatan dengan memperhatikan kendala yang ada.

  • Fungsi Tujuan (Pendapatan): f(x,y)=5.000x+15.000yf(x, y) = 5.000x + 15.000y

  • Kendala (Batasan):

    1. Daya tampung: x+y≤30x + y \le 30
    2. Luas lahan: 6x+24y≤3606x + 24y \le 360, yang dapat disederhanakan menjadi x+4y≤60x + 4y \le 60
    3. Jumlah kendaraan tidak boleh negatif: x≥0x \ge 0 dan y≥0y \ge 0

2. Menentukan Titik Pojok Nilai maksimum akan ditemukan pada salah satu titik pojok dari daerah penyelesaian yang dibentuk oleh sistem pertidaksamaan di atas. Titik-titik pojoknya adalah:

  • Perpotongan sumbu-x dan sumbu-y: (0,0)(0, 0)
  • Perpotongan garis x+y=30x+y=30 dengan sumbu-x: (30,0)(30, 0)
  • Perpotongan garis x+4y=60x+4y=60 dengan sumbu-y: (0,15)(0, 15)
  • Perpotongan garis x+y=30x+y=30 dan x+4y=60x+4y=60: (20,10)(20, 10)

3. Menguji Titik Pojok pada Fungsi Tujuan

  • f(30,0)=5.000(30)+15.000(0)=150.000f(30, 0) = 5.000(30) + 15.000(0) = 150.000
  • f(0,15)=5.000(0)+15.000(15)=225.000f(0, 15) = 5.000(0) + 15.000(15) = 225.000
  • f(20,10)=5.000(20)+15.000(10)=100.000+150.000=250.000f(20, 10) = 5.000(20) + 15.000(10) = 100.000 + 150.000 = 250.000

Kesimpulan Pendapatan maksimum sebesar Rp250.000,00 dicapai ketika tempat parkir diisi oleh 20 mobil dan 10 bus.

Contoh Soal No. 6

Perhatikan fungsi rasional f(x)=3x2−5x+2−2x2+8f(x) = \frac{3x^2 - 5x + 2}{-2x^2 + 8}. Berdasarkan analisis asimtot, pernyataan manakah yang benar mengenai perilaku asimtotik fungsi tersebut ketika x→±∞x \to \pm\infty?

A.

Memiliki asimtot horizontal y=0y = 0 karena derajat pembilang lebih rendah dari penyebut

B.

Memiliki asimtot horizontal y=32y = \frac{3}{2} karena rasio koefisien utama pembilang dan penyebut

C.

Memiliki asimtot horizontal y=−32y = -\frac{3}{2} dan tidak memiliki asimtot miring

D.

Tidak memiliki asimtot horizontal karena derajat pembilang sama dengan derajat penyebut

E.

Memiliki asimtot miring y=−32xy = -\frac{3}{2}x karena koefisien utama negatif

💡Pembahasan Soal

Untuk menentukan asimtot dari fungsi rasional f(x)=3x2−5x+2−2x2+8f(x) = \frac{3x^2 - 5x + 2}{-2x^2 + 8}, kita bandingkan derajat (pangkat tertinggi) dari pembilang dan penyebut.

  • Derajat pembilang: Pangkat tertinggi dari (3x2−5x+2)(3x^2 - 5x + 2) adalah 2.
  • Derajat penyebut: Pangkat tertinggi dari (−2x2+8)(-2x^2 + 8) adalah 2.

Karena derajat pembilang sama dengan derajat penyebut, maka fungsi memiliki asimtot horizontal. Persamaan asimtot horizontal didapat dari rasio koefisien utama (koefisien suku pangkat tertinggi) pembilang dan penyebut.

y=Koefisien utama pembilangKoefisien utama penyebut=3−2=−32y = \frac{\text{Koefisien utama pembilang}}{\text{Koefisien utama penyebut}} = \frac{3}{-2} = -\frac{3}{2}

Asimtot miring hanya ada jika derajat pembilang tepat satu lebih besar dari derajat penyebut. Karena derajatnya sama, fungsi ini tidak memiliki asimtot miring.

Jadi, fungsi ini memiliki asimtot horizontal y=−32y = -\frac{3}{2} dan tidak memiliki asimtot miring.

Contoh Soal No. 7

Perhatikan tabel fungsi ff berikut:

Pernyataan berikut yang benar adalah ....

Screenshot 2026-09-07 095236

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

(f−1∘f)(0)=0(f^{-1} \circ f)(0) = 0

B.

f(f−1(1))=1f(f^{-1}(1)) = 1

C.

f−1(2)=4f^{-1}(2) = 4

D.

Domain f−1f^{-1} adalah {5,1,−2,4}\{5, 1, -2, 4\}

E.

Range ff adalah {−3,−1,0,2}\{-3, -1, 0, 2\}

💡Pembahasan Soal

Mari kita uji kebenaran dari setiap pernyataan.

Memeriksa Sifat Identitas Komposisi Invers

Opsi A: Berdasarkan sifat fungsi invers, (f−1∘f)(x)=x(f^{-1} \circ f)(x) = x untuk setiap xx dalam domain ff. Karena x=0x = 0 ada dalam domain ff, maka (f−1∘f)(0)=0(f^{-1} \circ f)(0) = 0.

(Bukti: f(0)=−2  ⟹  f−1(−2)=0f(0) = -2 \implies f^{-1}(-2) = 0)

Pernyataan A BENAR.

Opsi B: Berdasarkan sifat fungsi invers, f(f−1(x))=xf(f^{-1}(x)) = x untuk setiap xx dalam domain f−1f^{-1}. Karena x=1x = 1 ada dalam himpunan hasil ff, maka f(f−1(1))=1f(f^{-1}(1)) = 1.

(Bukti: f−1(1)=−1  ⟹  f(−1)=1f^{-1}(1) = -1 \implies f(-1) = 1)

Pernyataan B BENAR.

Memeriksa Nilai f−1(2)f^{-1}(2)

Opsi C: Nilai 22 adalah elemen domain ff, bukan elemen hasil/kodomain ff. Pada tabel, nilai y=2y = 2 tidak ada di baris f(x)f(x), sehingga f−1(2)f^{-1}(2) tidak terdefinisi. Nilai yang benar adalah f−1(4)=2f^{-1}(4) = 2.

Pernyataan C SALAH.

Memeriksa Domain f−1f^{-1} dan Range ff

Opsi D: Domain dari f−1f^{-1} sama dengan range dari ff, yaitu kumpulan semua nilai f(x)f(x) pada tabel: {5,1,−2,4}\{5, 1, -2, 4\}.

Pernyataan D BENAR.

Opsi E: Range dari ff adalah {5,1,−2,4}\{5, 1, -2, 4\}, sedangkan {−3,−1,0,2}\{-3, -1, 0, 2\} adalah domain dari ff.

Pernyataan E SALAH.

Jadi, pernyataan A, B, dan D bernilai BENAR.

Contoh Soal No. 8

Diketahui fungsi ff dan gg.
Tentukan rumus (f∘g)(x)(f \circ g)(x).
(1) f(x)=2x+1f(x) = 2x + 1
(2) gg merupakan fungsi satu-satu
Tentukan apakah pernyataan (1) dan (2) cukup untuk menjawab pertanyaan.

A.

Pernyataan (1) saja cukup, tetapi pernyataan (2) saja tidak cukup.

B.

Pernyataan (2) saja cukup, tetapi pernyataan (1) saja tidak cukup.

C.

Pernyataan (1) dan (2) bersama-sama cukup, tetapi sendiri-sendiri tidak cukup.

D.

Pernyataan (1) saja cukup atau pernyataan (2) saja cukup.

E.

Pernyataan (1) dan (2) bersama-sama tetap tidak cukup

💡Pembahasan Soal

Untuk menentukan rumus spesifik dari fungsi komposisi (f∘g)(x)=f(g(x))(f \circ g)(x) = f(g(x)), kita memerlukan bentuk atau rumus eksplisit dari kedua fungsi f(x)f(x) dan g(x)g(x).

Uji Pernyataan (1): f(x)=2x+1f(x) = 2x + 1

Pernyataan ini memberikan rumus untuk fungsi f(x)f(x), sehingga (f∘g)(x)=2g(x)+1(f \circ g)(x) = 2g(x) + 1. Namun, karena rumus fungsi g(x)g(x) tidak diketahui, rumus eksplisit dari (f∘g)(x)(f \circ g)(x) tidak dapat ditentukan.

Pernyataan (1) saja TIDAK CUKUP.

Uji Pernyataan (2): gg merupakan fungsi satu-satu

Sifat "satu-satu" (injektif) hanya menjelaskan karakteristik pemetaan fungsi gg (bahwa setiap elemen kodomain dipetakan oleh paling banyak satu elemen domain). Pernyataan ini tidak memberikan rumus aljabar maupun nilai dari fungsi g(x)g(x) dan f(x)f(x).

Pernyataan (2) saja TIDAK CUKUP.

Uji Gabungan Pernyataan (1) dan (2):

Bahkan jika kedua pernyataan digabungkan, kita hanya tahu bahwa f(x)=2x+1f(x) = 2x + 1 dan g(x)g(x) adalah fungsi injektif. Tanpa adanya rumus eksplisit atau informasi titik spesifik dari g(x)g(x) (seperti g(x)=x3g(x) = x^3 atau g(x)=3x−4g(x) = 3x - 4), bentuk (f∘g)(x)(f \circ g)(x) tetap tidak dapat ditentukan secara pasti.

Pernyataan (1) dan (2) bersama-sama TETAP TIDAK CUKUP.

Kesimpulan:

Kedua pernyataan bersama-sama tetap tidak cukup untuk menentukan rumus (f∘g)(x)(f \circ g)(x).

Jawaban: E

Contoh Soal No. 9

Manakah dari barisan berikut yang merupakan barisan aritmetika? Pilihlah semua pernyataan yang benar!

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

1, 4, 7, 10, …

B.

1, 2, 4, 8, …

C.

[ ] 10,5,0,−5,…

D.

1,12,14,18,…1, \frac{1}{2}, \frac{1}{4}, \frac{1}{8}, \dots

E.

a,a+2,a+4,…a, a+2, a+4, \dots

💡Pembahasan Soal

Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang memiliki selisih atau beda (bb) yang konstan antara dua suku berurutan.

Mari kita analisis setiap pilihan:

  • 1, 4, 7, 10, … Beda: 4−1=34 - 1 = 3; 7−4=37 - 4 = 3. Bedanya konstan (b=3b=3), maka ini adalah barisan aritmetika.

  • 1, 2, 4, 8, … Beda: 2−1=12 - 1 = 1; 4−2=24 - 2 = 2. Bedanya tidak konstan, maka ini bukan barisan aritmetika (ini adalah barisan geometri).

  • 10, 5, 0, -5, … Beda: 5−10=−55 - 10 = -5; 0−5=−50 - 5 = -5. Bedanya konstan (b=−5b=-5), maka ini adalah barisan aritmetika.

  • 1,12,14,18,…1, \frac{1}{2}, \frac{1}{4}, \frac{1}{8}, \dots Beda: 12−1=−12\frac{1}{2} - 1 = -\frac{1}{2}; 14−12=−14\frac{1}{4} - \frac{1}{2} = -\frac{1}{4}. Bedanya tidak konstan, maka ini bukan barisan aritmetika (ini adalah barisan geometri).

  • a,a+2,a+4,…a, a+2, a+4, \dots Beda: (a+2)−a=2(a+2) - a = 2; (a+4)−(a+2)=2(a+4) - (a+2) = 2. Bedanya konstan (b=2b=2), maka ini adalah barisan aritmetika.

Dengan demikian, barisan yang merupakan barisan aritmetika adalah 1, 4, 7, 10, …, 10, 5, 0, -5, …, dan a,a+2,a+4,…a, a+2, a+4, \dots.

Contoh Soal No. 10

Suatu deret geometri tak hingga memiliki suku pertama aa, rasio rr, dan jumlah S∞=4aS_{\infty} = 4a, dengan a≠0a \ne 0. Pilihlah semua pernyataan yang benar!

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

[ ] Nilai rasio rr dari deret tersebut adalah 34\frac{3}{4}​.

B.

[ ] Deret geometri tersebut bersifat divergen.

C.

Suku kedua deret tersebut adalah 34a\frac{3}{4}a.

D.

[ ] Suku ke-3 nilainya lebih kecil dibandingkan suku ke-2 jika a>0.

E.

[ ] Suku ke-3 nilainya lebih besar dibandingkan suku ke-2 jika a>0.

💡Pembahasan Soal

Untuk menganalisis pernyataan, pertama kita tentukan nilai rasio (rr) dari deret tersebut.

Menentukan Rasio (r)

Rumus jumlah deret geometri tak hingga adalah S∞=a1−rS_{\infty} = \frac{a}{1-r}. Diketahui S∞=4aS_{\infty} = 4a, maka: 4a=a1−r4a = \frac{a}{1-r} Karena a≠0a \ne 0, kita dapat membagi kedua ruas dengan aa: 4=11−r  ⟹  4(1−r)=1  ⟹  4r=34 = \frac{1}{1-r} \implies 4(1-r) = 1 \implies 4r = 3 r=34r = \frac{3}{4}

Analisis Pernyataan

Berdasarkan nilai r=34r = \frac{3}{4}, kita dapat mengevaluasi setiap pernyataan.

  • "Nilai rasio rr dari deret tersebut adalah 34\frac{3}{4}​" Pernyataan ini benar, sesuai dengan hasil perhitungan di atas.

  • "Deret geometri tersebut bersifat divergen" Pernyataan ini salah. Suatu deret geometri tak hingga konvergen jika ∣r∣<1|r| < 1. Karena ∣34∣=34<1|\frac{3}{4}| = \frac{3}{4} < 1, deret ini bersifat konvergen.

  • "Suku kedua deret tersebut adalah 34a\frac{3}{4}a" Pernyataan ini benar. Suku kedua dirumuskan sebagai U2=arU_2 = ar. Dengan r=34r = \frac{3}{4}, maka U2=a(34)=34aU_2 = a(\frac{3}{4}) = \frac{3}{4}a.

  • "Suku ke-3 nilainya lebih kecil dibandingkan suku ke-2 jika a>0" Pernyataan ini benar.

    • U2=ar=34a=1216aU_2 = ar = \frac{3}{4}a = \frac{12}{16}a
    • U3=ar2=a(34)2=916aU_3 = ar^2 = a(\frac{3}{4})^2 = \frac{9}{16}a Jika a>0a > 0, maka 916a<1216a\frac{9}{16}a < \frac{12}{16}a, yang berarti U3<U2U_3 < U_2.
  • "Suku ke-3 nilainya lebih besar dibandingkan suku ke-2 jika a>0" Pernyataan ini salah, karena telah dibuktikan bahwa U3<U2U_3 < U_2.

Contoh Soal No. 11

Diketahui dua garis di ruang:
l:(x,y,z)=(1,2,0)+t(1,2,2)l: (x,y,z) = (1,2,0) + t(1,2,2)
m:(x,y,z)=(3,−1,4)+s(2,−1,2)m: (x,y,z) = (3,-1,4) + s(2,-1,2)
Cosinus sudut antara garis ll dan mm adalah ....

A.

0

B.

13\frac{1}{3}

C.

49\frac{4}{9}

D.

59\frac{5}{9}

E.

1

💡Pembahasan Soal

Sudut antara dua garis di ruang ditentukan oleh vektor arah masing-masing garis.

Vektor arah garis ll: u⃗=(1,2,2)\vec{u} = (1, 2, 2)

Vektor arah garis mm: v⃗=(2,−1,2)\vec{v} = (2, -1, 2)

Hasil kali titik (dot product) u⃗⋅v⃗\vec{u} \cdot \vec{v}: u⃗⋅v⃗=(1)(2)+(2)(−1)+(2)(2)=2−2+4=4\vec{u} \cdot \vec{v} = (1)(2) + (2)(-1) + (2)(2) = 2 - 2 + 4 = 4

Panjang masing-masing vektor ∣u⃗∣|\vec{u}| dan ∣v⃗∣|\vec{v}|: ∣u⃗∣=12+22+22=1+4+4=9=3|\vec{u}| = \sqrt{1^2 + 2^2 + 2^2} = \sqrt{1 + 4 + 4} = \sqrt{9} = 3 ∣v⃗∣=22+(−1)2+22=4+1+4=9=3|\vec{v}| = \sqrt{2^2 + (-1)^2 + 2^2} = \sqrt{4 + 1 + 4} = \sqrt{9} = 3

Cosinus sudut antarvektor (cos⁡θ\cos\theta): cos⁡θ=u⃗⋅v⃗∣u⃗∣ ∣v⃗∣=43⋅3=49\cos\theta = \frac{\vec{u} \cdot \vec{v}}{|\vec{u}|\,|\vec{v}|} = \frac{4}{3 \cdot 3} = \frac{4}{9}

Jadi, jawaban soal ini adalah C.

Contoh Soal No. 12

Diketahui prisma tegak segienam beraturan ABCDEF.GHIJKLABCDEF.GHIJKL dengan panjang rusuk alas 44 dan tinggi 1010.

Pernyataan berikut yang benar adalah ... (Pilihan jawaban bisa lebih dari satu)

Screenshot 2026-09-08 161133

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Garis AGAG dan garis BCBC bersilangan.

B.

Bidang ABHGABHG berbentuk persegi panjang.

C.

Jarak antara garis ADAD dan garis GJGJ adalah 1010.

D.

Bidang ABHGABHG tegak lurus terhadap bidang alas.

💡Pembahasan Soal

Analisis kebenaran setiap pilihan:

Opsi A (Benar): AGAG adalah rusuk tegak vertikal di titik AA, sedangkan BCBC adalah rusuk alas horizontal. Kedua garis tidak sejajar, tidak berpotongan, dan tidak sebidang, sehingga bersilangan.

Opsi B (Benar): Karena berbentuk prisma tegak, setiap sisi tegaknya (ABHGABHG, BCIHBCIH, dll.) tegak lurus terhadap bidang alas dan berbentuk persegi panjang berukuran 4×104 \times 10.

Opsi C (Benar): ADAD adalah diagonal utama pada bidang alas dan GJGJ adalah diagonal utama pada bidang atas. Karena AD∥GJAD \parallel GJ, jarak kedua garis sejajar ini sama dengan jarak antara bidang alas dan bidang atas, yaitu tinggi prisma (1010).

Opsi D (Benar): Sesuai sifat prisma tegak, semua bidang sisi tegaknya (termasuk ABHGABHG) tegak lurus terhadap bidang alas.

Jadi, semua pernyataan benar.

Contoh Soal No. 13

Perhatikan gambar berikut!

Pada gambar tersebut, diketahui △ABC≅△PQR\triangle ABC \cong \triangle PQR dengan ∠C=∠R=x\angle C = \angle R = x dan AC=RP=8 cmAC = RP = 8\text{ cm}. Jika panjang BC=(3y−2) cmBC = (3y - 2)\text{ cm}, QR=(y+10) cmQR = (y + 10)\text{ cm}, dan keliling △ABC\triangle ABC adalah 34 cm34\text{ cm}, maka panjang sisi BCBC adalah ... cm.

Screenshot 2026-09-10 225333
A.

8

B.

10

C.

12

D.

6

E.

9

💡Pembahasan Soal

Karena △ABC≅△PQR\triangle ABC \cong \triangle PQR, sisi-sisi yang bersesuaian di depan/di samping sudut yang sama harus sama panjang. Sisi BCBC bersesuaian dengan QRQR: BC=QR  ⟹  3y−2=y+10  ⟹  2y=12  ⟹  y=6BC = QR \implies 3y - 2 = y + 10 \implies 2y = 12 \implies y = 6 Panjang BC=3(6)−2=16 cmBC = 3(6) - 2 = 16\text{ cm}.

b) Keliling △ABC=AC+BC+AB=34 cm\triangle ABC = AC + BC + AB = 34\text{ cm}: 8+16+AB=34  ⟹  AB=10 cm8 + 16 + AB = 34 \implies AB = 10\text{ cm} Karena △ABC≅△PQR\triangle ABC \cong \triangle PQR, maka PQ=AB=10 cmPQ = AB = 10\text{ cm}.

Contoh Soal No. 14

Jika m dan n adalah dua bilangan bulat positif dengan m>nm>n, rumus pembentukan Tripel Pythagoras bentukan Euclid dinyatakan sebagai a=m2−n2a=m^2−n^2, b=2mnb=2mn, dan c=m2+n2c=m^2+n^2. Pilihlah pasangan nilai (m,n)(m,n) berikut yang menghasilkan Tripel Pythagoras Primitif (tidak memiliki faktor persekutuan selain 1)!

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

[ ] m=2m=2, n=1n=1

B.

[ ] m=3m=3, n=2n=2

C.

[ ] m=4m=4, n=2n=2

D.

[ ] m=4m=4, n=1n=1

E.

[ ] m=5m=5, n=3n=3

💡Pembahasan Soal

Rumus Euclid akan menghasilkan Tripel Pythagoras Primitif (tiga bilangan a,b,ca, b, c yang tidak memiliki faktor persekutuan selain 1) jika pasangan bilangan bulat positif (m,n)(m, n) dengan m>nm > n memenuhi dua syarat tambahan:

  1. mm dan nn saling prima (FPB = 1).
  2. Salah satu dari mm atau nn adalah bilangan genap dan yang lainnya ganjil.

Mari kita periksa setiap pasangan:

  • (m=2,n=1m=2, n=1): Memenuhi semua syarat (saling prima, paritas berbeda). Menghasilkan tripel primitif (3, 4, 5).
  • (m=3,n=2m=3, n=2): Memenuhi semua syarat (saling prima, paritas berbeda). Menghasilkan tripel primitif (5, 12, 13).
  • (m=4,n=2m=4, n=2): Tidak memenuhi. mm dan nn tidak saling prima (FPB=2) dan keduanya genap. Tripel yang dihasilkan (12, 16, 20) bukan primitif.
  • (m=4,n=1m=4, n=1): Memenuhi semua syarat (saling prima, paritas berbeda). Menghasilkan tripel primitif (15, 8, 17).
  • (m=5,n=3m=5, n=3): Tidak memenuhi. mm dan nn keduanya ganjil. Tripel yang dihasilkan (16, 30, 34) bukan primitif.

Jadi, pasangan yang menghasilkan Tripel Pythagoras Primitif adalah (2,1)(2,1), (3,2)(3,2), dan (4,1)(4,1).

Contoh Soal No. 15

Titik P(−3,5)P(-3, 5) dicerminkan terhadap garis y=−xy = -x, kemudian dilanjutkan dengan translasi oleh T=(2−4)T = \begin{pmatrix} 2 \\ -4 \end{pmatrix}. Koordinat bayangan akhir dari titik PP adalah ....

A.

(−3,1)(-3, 1)

B.

(−3,−1)(-3, -1)

C.

(−5,3)(-5, 3)

D.

(−1,−7)(-1, -7)

E.

(5,−3)(5, -3)

💡Pembahasan Soal

Refleksi titik (x,y)(x, y) terhadap garis y=−xy = -x menghasilkan bayangan (−y,−x)(-y, -x).

P(−3,5)→Refleksi y=−xP′(−5,−(−3))=P′(−5,3)P(-3, 5) \xrightarrow{\text{Refleksi } y=-x} P'(-5, -(-3)) = P'(-5, 3)

Translasi P′(−5,3)P'(-5, 3) oleh T=(2−4)T = \begin{pmatrix} 2 \\ -4 \end{pmatrix}:

P′′=(−5+2,3+(−4))=(−3,−1).P'' = (-5 + 2, 3 + (-4)) = (-3, -1).
Contoh Soal No. 16

Sebuah garis berat ditarik dari salah satu titik sudut sebuah segitiga sembarang menuju titik tengah sisi di hadapannya. Pilihlah semua kesimpulan yang benar akibat penarikan garis berat tersebut!

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Segitiga tersebut terbagi menjadi dua segitiga baru yang memiliki panjang keliling sama besar.

B.

Segitiga tersebut terbagi menjadi dua segitiga baru yang memiliki luas daerah sama besar.

C.

Kedua segitiga baru hasil partisi dipastikan merupakan segitiga yang kongruen.

D.

Tinggi kedua segitiga baru tersebut terhadap alas garis berat asalnya adalah identik.

E.

Garis berat membagi sudut asal menjadi dua sudut yang sama besar.

💡Pembahasan Soal

Garis berat ditarik dari suatu titik sudut segitiga ke titik tengah sisi di hadapannya, membagi segitiga menjadi dua bagian. Berikut penilaian setiap pernyataan:

  • Luas sama besar: Benar. Kedua segitiga memiliki alas sama panjang (setengah sisi asli) dan tinggi yang sama (jarak tegak lurus dari titik sudut ke sisi tersebut), sehingga luasnya selalu sama: L=12⋅alas⋅tinggiL = \frac{1}{2} \cdot \text{alas} \cdot \text{tinggi}.

  • Keliling sama besar: Salah. Sisi-sisi lain dari segitiga asal umumnya tidak sama panjang, sehingga keliling kedua bagian berbeda.

  • Kongruen: Salah. Kedua segitiga hanya kongruen dalam kasus khusus (misalnya segitiga sama kaki atau sama sisi), bukan pada segitiga sembarang.

  • Tinggi identik terhadap garis berat sebagai alas: Benar. Jika garis berat dijadikan alas bersama, maka tinggi kedua segitiga diukur dari titik tengah sisi ke titik sudut berlawanan—yang merupakan satu titik yang sama. Dengan demikian, tingginya identik.

  • Membagi sudut sama besar: Salah. Garis berat bukan garis bagi; hanya pada segitiga simetris (misalnya sama kaki) ia sekaligus membagi sudut.

Contoh Soal No. 17

Sebuah lembaran seng berbentuk juring lingkaran memiliki jari-jari RR dan sudut pusat 240∘240^\circ. Lembaran tersebut akan digulung untuk membentuk sebuah selimut kerucut.

Berdasarkan informasi tersebut, pilihlah semua pernyataan yang benar terkait dimensi kerucut yang terbentuk.

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

[ ] Panjang garis pelukis (s) pada kerucut baru tersebut memiliki panjang yang sama dengan R.

B.

Jari-jari alas kerucut (rr) adalah 23R\frac{2}{3}R.

C.

Tinggi kerucut (tt) adalah 13R5\frac{1}{3}R\sqrt{5}.

D.

Luas selimut kerucut yang terbentuk adalah 23πR2\frac{2}{3}\pi R^2.

E.

[ ] Kapasitas volume kerucut baru ini bernilai konstan dan tidak dipengaruhi oleh perubahan sudut juring seng asal.

💡Pembahasan Soal

Saat sebuah juring lingkaran digulung menjadi selimut kerucut, properti juring akan bertransformasi menjadi properti kerucut sebagai berikut:

  • Jari-jari juring (RR) menjadi garis pelukis kerucut (ss).
  • Panjang busur juring menjadi keliling alas kerucut.

Mari kita analisis setiap pernyataan berdasarkan informasi ini.

1. Garis Pelukis (ss)

Jari-jari juring (RR) langsung menjadi garis pelukis kerucut (ss), sehingga: s=Rs = R Pernyataan ini benar.

2. Jari-Jari Alas Kerucut (rr)

Panjang busur juring dihitung dan disamakan dengan keliling alas kerucut (2πr2\pi r). Panjang Busur =Sudut Pusat360∘×2πR=240∘360∘×2πR=23×2πR=43πR= \frac{\text{Sudut Pusat}}{360^\circ} \times 2\pi R = \frac{240^\circ}{360^\circ} \times 2\pi R = \frac{2}{3} \times 2\pi R = \frac{4}{3}\pi R

Karena Panjang Busur = Keliling Alas: 43πR=2πr\frac{4}{3}\pi R = 2\pi r r=23Rr = \frac{2}{3}R Pernyataan ini benar.

3. Tinggi Kerucut (tt)

Tinggi kerucut dapat ditemukan menggunakan teorema Pythagoras dengan s=Rs=R dan r=23Rr=\frac{2}{3}R. s2=r2+t2s^2 = r^2 + t^2 R2=(23R)2+t2R^2 = (\frac{2}{3}R)^2 + t^2 t2=R2−49R2=59R2t^2 = R^2 - \frac{4}{9}R^2 = \frac{5}{9}R^2 t=59R2=53Rt = \sqrt{\frac{5}{9}R^2} = \frac{\sqrt{5}}{3}R atau t=13R5t = \frac{1}{3}R\sqrt{5} Pernyataan ini benar.

4. Luas Selimut Kerucut

Luas selimut kerucut sama dengan luas juring lingkaran asal. Luas Juring =Sudut Pusat360∘×πR2=240∘360∘×πR2=23πR2= \frac{\text{Sudut Pusat}}{360^\circ} \times \pi R^2 = \frac{240^\circ}{360^\circ} \times \pi R^2 = \frac{2}{3}\pi R^2 Pernyataan ini benar.

5. Volume Kerucut

Volume kerucut (V=13πr2tV = \frac{1}{3}\pi r^2 t) bergantung pada nilai rr dan tt. Karena rr dan tt bergantung pada sudut pusat juring, perubahan sudut akan mengubah volume kerucut. Jadi, volume tidak konstan. Pernyataan ini salah.

Dengan demikian, pernyataan yang benar adalah pernyataan 1, 2, 3, dan 4.

Contoh Soal No. 18

Tentukan jarak terpendek dari titik F(0,1)F(0,1) ke kurva y=14x2+2y = \frac{1}{4}x^2 + 2. Pilihlah semua ekspresi matematis yang merupakan langkah analisis yang valid untuk menyelesaikan masalah ini.

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Kuadrat jarak dari titik F(0,1)F(0,1) ke sembarang titik P(x,y)P(x,y) pada kurva dapat dinyatakan sebagai fungsi satu variabel yy, yaitu f(y)=4y−8+(y−1)2f(y) = 4y - 8 + (y-1)^2.

B.

[ ] Jarak terpendek diperoleh dengan mencari nilai stasioner melalui turunan pertama fungsi kuadrat jarak tersebut.

C.

Titik terdekat pada kurva dari titik fokus F(0,1)F(0,1) adalah titik puncaknya, yaitu (0,2)(0,2).

D.

Jarak minimum dari titik FF ke kurva adalah tepat 1 satuan.

E.

Di titik pada kurva yang jaraknya terpendek dari F(0,1), garis normalnya akan melewati titik F(0,1).

💡Pembahasan Soal

Untuk menemukan jarak terpendek dari titik F(0,1)F(0,1) ke kurva parabola y=14x2+2y = \frac{1}{4}x^2 + 2, kita perlu meminimalkan fungsi jarak. Berikut adalah analisis untuk setiap opsi yang diberikan.

Langkah-langkah Analisis yang Valid

  • Menyusun fungsi jarak: Kuadrat jarak, d2d^2, dari F(0,1)F(0,1) ke sembarang titik P(x,y)P(x,y) pada kurva adalah d2=x2+(y−1)2d^2 = x^2 + (y-1)^2. Dengan mensubstitusi x2=4y−8x^2 = 4y - 8 (dari persamaan kurva), kita mendapatkan fungsi kuadrat jarak dalam satu variabel: d2(y)=(4y−8)+(y−1)2d^2(y) = (4y - 8) + (y-1)^2. Ini memvalidasi opsi pertama.

  • Menggunakan kalkulus untuk optimisasi: Untuk menemukan jarak minimum, kita mencari nilai stasioner dari fungsi kuadrat jarak dengan mengatur turunan pertamanya menjadi nol (d/dx=0d/dx = 0 atau d/dy=0d/dy = 0). Ini adalah metode standar optimisasi dalam kalkulus. Ini memvalidasi opsi kedua.

  • Menggunakan sifat geometris: Jarak terpendek dari suatu titik ke kurva terletak pada garis yang normal (tegak lurus) terhadap kurva di titik terdekat. Artinya, garis normal pada kurva di titik terdekatnya harus melewati titik F(0,1)F(0,1). Ini memvalidasi opsi kelima.

Hasil Analisis

  • Dengan menerapkan salah satu metode di atas, kita menemukan bahwa titik pada kurva yang terdekat dengan F(0,1)F(0,1) adalah (0,2)(0,2).
  • Jarak minimumnya adalah jarak antara (0,1)(0,1) dan (0,2)(0,2), yaitu (0−0)2+(2−1)2=1\sqrt{(0-0)^2 + (2-1)^2} = 1. Ini memvalidasi opsi keempat.

Analisis Opsi yang Tidak Valid

  • Opsi ketiga salah karena menyatakan F(0,1)F(0,1) adalah titik fokus. Parabola y=14x2+2y = \frac{1}{4}x^2 + 2 (atau x2=4(y−2)x^2=4(y-2)) memiliki titik puncak (0,2)(0,2) dan fokus di (0,3)(0,3). Karena premisnya salah, pernyataan tersebut tidak valid sebagai langkah analisis.
Contoh Soal No. 19

Diketahui segi delapan beraturan. Jika jari-jari lingkaran luar segi delapan beraturan tersebut adalah 8 satuan8\text{ satuan}, maka luas segi delapan beraturan tersebut adalah ....

A.

642 satuan luas64\sqrt{2}\text{ satuan luas}

B.

128 satuan luas128\text{ satuan luas}

C.

1282 satuan luas128\sqrt{2}\text{ satuan luas}

D.

256 satuan luas256\text{ satuan luas}

E.

2562 satuan luas256\sqrt{2}\text{ satuan luas}

💡Pembahasan Soal

Segi-nn beraturan tersusun dari nn buah segitiga sama kaki kongruen dengan sudut pusat θ=360∘n\theta = \frac{360^\circ}{n}.

Sudut pusat (n=8n = 8):

θ=360∘8=45∘\theta = \frac{360^\circ}{8} = 45^\circ

Luas 1 segitiga penyusun:

L△=12⋅R2⋅sin⁡45∘=12⋅82⋅22=32⋅22=162L_{\triangle} = \frac{1}{2} \cdot R^2 \cdot \sin 45^\circ = \frac{1}{2} \cdot 8^2 \cdot \frac{\sqrt{2}}{2} = 32 \cdot \frac{\sqrt{2}}{2} = 16\sqrt{2}

Luas total segi delapan beraturan:

L=8×L△=8×162=1282 satuan luasL = 8 \times L_{\triangle} = 8 \times 16\sqrt{2} = 128\sqrt{2} \text{ satuan luas}.

Jadi, jawaban soal ini adalah C.

Contoh Soal No. 20

Diagram garis berikut menunjukkan banyak pendaftar di Sekolah A dan Sekolah B pada tahun 2020–2024.

Cuplikan layar 2026-10-02 223442

(1) Pendaftar Sekolah A mengalami penurunan pada tahun 2023.
(2) Pendaftar Sekolah B naik setiap tahun.
(3) Total pendaftar kedua sekolah pada 2024 adalah 700.
(4) Rata-rata pendaftar Sekolah A selama 2020–2024 adalah 280.
Pernyataan yang benar adalah ....

A.

(1) dan (2) saja

B.

(1) dan (3) saja

C.

(2) dan (4) saja

D.

(3) dan (4) saja

E.

(1), (2), dan (4) saja

💡Pembahasan Soal

(1) benar: 300 → 280.
(2) salah: 2021 ke 2022 tetap (260).
(3) benar: 360 + 340 = 700.
(4) salah: rata-rata A = 1.380/5 = 276.
Jadi, jawaban soal ini adalah B.

Contoh Soal No. 21

Rata-rata nilai ujian Matematika dari 30 siswa kelas A adalah 75. Rata-rata nilai dari 20 siswa kelas B adalah 85. Jika 5 siswa dari kelas A berpindah ke kelas B, rata-rata nilai kelas A yang tersisa menjadi 74. Berapakah rata-rata nilai kelas B yang baru?

A.

80

B.

81

C.

82

D.

83

E.

84

💡Pembahasan Soal

otal nilai kelas A awal =30×75=2.250= 30 \times 75 = 2.250.
Total nilai kelas A tersisa (25 siswa) =25×74=1.850= 25 \times 74 = 1.850.
Total nilai 5 siswa yang pindah =2.250−1.850=400= 2.250 - 1.850 = 400.
Total nilai kelas B awal =20×85=1.700= 20 \times 85 = 1.700.
Total nilai kelas B baru (25 siswa) =1.700+400=2.100= 1.700 + 400 = 2.100.
Rata-rata kelas B baru =2.10025=84= \frac{2.100}{25} = 84.
Jadi, jawaban soal ini adalah E.

Contoh Soal No. 22

Wali kelas ingin membentuk delegasi lomba debat yang terdiri dari 3 orang siswa dari populasi kelasnya. Kelas tersebut terdiri dari sekelompok siswa laki-laki dan siswa perempuan.

Kuantitas P: Banyaknya variasi tim yang terbentuk jika seluruh anggotanya harus laki-laki.

Kuantitas Q: Banyaknya variasi tim yang terbentuk jika seluruh anggotanya harus perempuan.

A.

Kuantitas P>QP > Q

B.

Kuantitas P<QP < Q

C.

Kuantitas P=QP = Q

D.

Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan hubungan PP dan QQ.

💡Pembahasan Soal

Untuk menghitung P, kita memerlukan informasi total siswa laki-laki di kelas tersebut untuk dihitung menggunakan rumus C(Laki,3)C(Laki, 3). Untuk menghitung Q, kita memerlukan informasi total siswa perempuan di kelas tersebut untuk dihitung menggunakan rumus C(Perempuan,3)C(Perempuan, 3). Karena pada deskripsi informasi awal tidak disebutkan sama sekali berapa jumlah pasti populasi siswa laki-laki maupun perempuan, kita tidak bisa membandingkan nilai P dan Q.

Kesimpulan: Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan hubungan (Opsi D).

Contoh Soal No. 23

Peluang seorang siswa lulus ujian matematika adalah 0,850{,}85. Dari 200200 siswa yang mengikuti ujian tersebut, perkiraan banyaknya siswa yang tidak lulus adalah ....

A.

1515 siswa

B.

3030 siswa

C.

8585 siswa

D.

115115 siswa

E.

170170 siswa

💡Pembahasan Soal

Peluang tidak lulus =1−P(Lulus)=1−0,85=0,15= 1 - P(\text{Lulus}) = 1 - 0{,}85 = 0{,}15.
Perkiraan siswa tidak lulus =0,15×200=30= 0{,}15 \times 200 = 30 siswa.
Jadi, jawaban soal ini adalah B.

Contoh Soal No. 24

Sebuah pabrik perakitan komponen elektronik menggunakan dua mesin utama, yaitu Mesin I dan Mesin II. Mesin I memproduksi 60%60\% dari total barang, sedangkan Mesin II memproduksi 40%40\%. Berdasarkan bagian Quality Control (QC):

  • 3%3\% barang yang dihasilkan Mesin I tergolong cacat.
  • 5%5\% barang yang dihasilkan Mesin II tergolong cacat.

Seluruh hasil produksi digabungkan di satu gudang utama. Manakah pernyataan berikut yang BENAR berdasarkan analisis QC tersebut? (Pilih semua yang tepat)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Barang cacat dari Mesin I menyumbang lebih dari 60%60\% dari total seluruh barang cacat di gudang.

B.

Peluang sebuah barang diproduksi oleh Mesin I DAN tidak cacat adalah 0,5820{,}582.

C.

Peluang sebuah barang yang diambil secara acak dari gudang ternyata cacat adalah 0,0380{,}038.

D.

Jika diambil sebuah barang yang ternyata cacat, peluang barang tersebut berasal dari Mesin I lebih kecil daripada dari Mesin II.

E.

Peluang sebuah barang diproduksi oleh Mesin II DAN tidak cacat adalah 0,3800{,}380.

💡Pembahasan Soal

P(MI)=0,60P(M_I) = 0{,}60, P(MII)=0,40P(M_{II}) = 0{,}40. P(Cacat∣MI)=0,03  ⟹  P(Bagus∣MI)=0,97P(\text{Cacat} \mid M_I) = 0{,}03 \implies P(\text{Bagus} \mid M_I) = 0{,}97. P(Cacat∣MII)=0,05  ⟹  P(Bagus∣MII)=0,95P(\text{Cacat} \mid M_{II}) = 0{,}05 \implies P(\text{Bagus} \mid M_{II}) = 0{,}95.

Opsi A: Sumbangan Mesin I terhadap barang cacat adalah 47,37%47{,}37\% (kurang dari 60%60\%). (SALAH)

Opsi B: P(MI∩Bagus)=0,60×0,97=0,582P(M_I \cap \text{Bagus}) = 0{,}60 \times 0{,}97 = 0{,}582. (BENAR)

Opsi C: Total peluang cacat P(C)=(0,60×0,03)+(0,40×0,05)=0,018+0,020=0,038P(C) = (0{,}60 \times 0{,}03) + (0{,}40 \times 0{,}05) = 0{,}018 + 0{,}020 = 0{,}038. (BENAR)

Opsi D: Peluang barang cacat berasal dari Mesin I =0,0180,038=919≈47,37%= \frac{0{,}018}{0{,}038} = \frac{9}{19} \approx 47{,}37\%. Peluang dari Mesin II =0,0200,038=1019≈52,63%= \frac{0{,}020}{0{,}038} = \frac{10}{19} \approx 52{,}63\%. Karena 47,37%<52,63%47{,}37\% < 52{,}63\%, peluang dari Mesin I memang lebih kecil. (BENAR)

Opsi E: P(MII∩Bagus)=0,40×0,95=0,380P(M_{II} \cap \text{Bagus}) = 0{,}40 \times 0{,}95 = 0{,}380. (BENAR)

Jadi, pernyataan yang benar adalah B, C, D, E.

Mau lihat pembahasan soal?

Dapatkan pembahasan lengkap untuk setiap soal, langkah penyelesaian, dan tips cepat paham. Gratis — buka pembahasan sekarang.

Scan QR code atau kunjungi link ini untuk lihat pembahasan lengkap:

mimpi.mu/tracks/tka-matematika-sma
QR Code

Scan untuk lihat pembahasan soal

mimpi.mu/tracks/tka-matematika-sma