Contoh Soal TKA Matematika SMA
Contoh Soal
Contoh Soal No. 1

Diberikan himpunan bilangan S={4,83,227,π,0.121212...}S = \{\sqrt{4}, \sqrt[3]{8}, \frac{22}{7}, \pi, 0.121212...\}. Banyaknya bilangan rasional dalam himpunan SS adalah ....

A.

1

B.

2

C.

3

D.

4

E.

5

💡Pembahasan Soal

Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan pq\frac{p}{q}, dengan pp dan qq adalah bilangan bulat dan q0q \neq 0. Bilangan desimal yang berulang atau berhenti juga termasuk bilangan rasional.

Mari kita identifikasi setiap anggota himpunan S={4,83,227,π,0.121212...}S = \{\sqrt{4}, \sqrt[3]{8}, \frac{22}{7}, \pi, 0.121212...\}:

  • 4=2\sqrt{4} = 2. Ini adalah bilangan bulat, yang dapat ditulis sebagai 21\frac{2}{1}. Jadi, ini rasional.
  • 83=2\sqrt[3]{8} = 2. Ini juga bilangan bulat, yang dapat ditulis sebagai 21\frac{2}{1}. Jadi, ini rasional.
  • 227\frac{22}{7} sudah dalam bentuk pecahan pq\frac{p}{q}. Jadi, ini rasional.
  • π\pi adalah bilangan irasional. Desimalnya tidak berhenti dan tidak berulang.
  • 0.121212...0.121212... adalah desimal berulang. Bilangan ini dapat diubah menjadi pecahan 1299\frac{12}{99} atau 433\frac{4}{33}. Jadi, ini rasional.

Dengan demikian, ada 4 bilangan rasional dalam himpunan SS, yaitu 4,83,227,\sqrt{4}, \sqrt[3]{8}, \frac{22}{7}, dan 0.121212...0.121212....

Contoh Soal No. 2

Perhatikan ekspresi matematika berikut:

123×2+8÷212 - 3 \times 2 + 8 \div 2

Pilihlah semua pernyataan yang benar mengenai evaluasi ekspresi tersebut.

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

[ ] Operasi perkalian dan pembagian harus dikerjakan terlebih dahulu daripada pengurangan dan penjumlahan.

B.

[ ] Jika dihitung lurus dari kiri ke kanan tanpa aturan prioritas, hasilnya adalah 13.

C.

[ ] Hasil akhir yang benar dari ekspresi tersebut adalah 10.

D.

[ ] Hasil akhir yang benar dari ekspresi tersebut adalah 22.

E.

[ ] Ekspresi tersebut dapat ditulis menjadi (12(3×2))+(8÷2)(12 - (3 \times 2)) + (8 \div 2).

💡Pembahasan Soal

Untuk mengevaluasi ekspresi matematika, kita harus mengikuti aturan urutan operasi (PEMDAS/BODMAS):

  • Perkalian dan pembagian dikerjakan terlebih dahulu dari kiri ke kanan.
  • Penjumlahan dan pengurangan dikerjakan setelahnya, juga dari kiri ke kanan.

Evaluasi ekspresi:
123×2+8÷212 - 3 \times 2 + 8 \div 2

  1. Perkalian dan pembagian:
    3×2=63 \times 2 = 6,
    8÷2=48 \div 2 = 4.
    Ekspresi menjadi: 126+412 - 6 + 4.

  2. Penjumlahan dan pengurangan (kiri ke kanan):
    126=612 - 6 = 6,
    6+4=106 + 4 = 10.

Hasil akhir yang benar adalah 10.

Analisis Pernyataan

  • Pernyataan 1: Benar. Perkalian dan pembagian memang didahulukan sesuai aturan urutan operasi.
  • Pernyataan 2: Benar. Jika dihitung lurus kiri ke kanan tanpa aturan prioritas:
    123=99×2=1818+8=2626÷2=1312 - 3 = 9 \rightarrow 9 \times 2 = 18 \rightarrow 18 + 8 = 26 \rightarrow 26 \div 2 = 13.
  • Pernyataan 3: Benar. Hasil yang benar memang 10.
  • Pernyataan 4: Salah. Hasilnya bukan 22.
  • Pernyataan 5: Benar. Bentuk (12(3×2))+(8÷2)(12 - (3 \times 2)) + (8 \div 2) secara eksplisit mencerminkan urutan operasi yang benar dan menghasilkan 10.
Contoh Soal No. 3

Jika suatu sistem persamaan memiliki 3 variabel tetapi hanya 2 persamaan yang independen, maka bentuk solusi sistem tersebut adalah...

A.

Titik tunggal

B.

Tidak ada solusi

C.

Garis lurus

D.

Bidang datar

E.

Lingkaran

💡Pembahasan Soal

Dalam sistem persamaan linear dengan 3 variabel dan hanya 2 persamaan independen, derajat kebebasan sistem adalah:

3 (variabel)2 (persamaan independen)=13 \text{ (variabel)} - 2 \text{ (persamaan independen)} = 1

Artinya, solusi sistem bergantung pada satu parameter bebas, sehingga membentuk garis lurus dalam ruang tiga dimensi.

Mengapa bukan yang lain?

  • Titik tunggal: memerlukan 3 persamaan independen.
  • Tidak ada solusi: terjadi jika ada kontradiksi (misalnya, dua persamaan yang sejajar tapi tidak berimpit).
  • Bidang datar: merupakan solusi dari satu persamaan linear dalam 3 variabel.
  • Lingkaran: bukan bentuk solusi sistem persamaan linear.

Jadi, bentuk solusi yang tepat adalah garis lurus.

Contoh Soal No. 4

Diberikan sistem pertidaksamaan linear berikut:

{x+y+z10x2y3z0\begin{cases} x + y + z \leq 10 \\ x \geq 2 \\ y \geq 3 \\ z \geq 0 \end{cases}

Pilihlah semua pernyataan yang benar berdasarkan sistem tersebut!

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

[x] Nilai maksimum dari variabel zz yang mungkin adalah 55.

B.

[ ] Suku atau titik (0,3,7)(0,3,7) memenuhi sistem pertidaksamaan tersebut.

C.

[ ] Jika x=2x = 2 dan y=3y = 3, maka nilai zz yang memenuhi sistem adalah 0z50 \leq z \leq 5.

D.

[ ] Sistem pertidaksamaan ini tidak memiliki solusi karena memiliki terlalu banyak pembatas.

E.

[x] Nilai maksimum dari minimum zz yang mungkin adalah 00.

💡Pembahasan Soal

Mari kita analisis setiap pernyataan berdasarkan sistem pertidaksamaan yang diberikan:

{x+y+z10x2y3z0\begin{cases} x + y + z \leq 10 \\ x \geq 2 \\ y \geq 3 \\ z \geq 0 \end{cases}
  • Nilai maksimum zz adalah 5. (Benar) Untuk memaksimalkan zz dalam x+y+z10x + y + z \leq 10, kita harus menggunakan nilai minimum untuk xx dan yy. Nilai minimum yang diizinkan adalah x=2x=2 dan y=3y=3. Substitusi menghasilkan 2+3+z102 + 3 + z \leq 10, yang menyederhanakan menjadi z5z \leq 5. Jadi, nilai maksimum zz adalah 5.

  • Titik (0,3,7)(0,3,7) tidak memenuhi sistem. (Pernyataan Salah) Titik ini tidak memenuhi syarat x2x \geq 2 karena komponen xx-nya adalah 0.

  • Jika x=2x=2 dan y=3y=3, maka 0z50 \leq z \leq 5. (Benar) Dengan mensubstitusikan x=2x=2 dan y=3y=3 ke dalam x+y+z10x+y+z \leq 10, kita mendapatkan z5z \leq 5. Dikombinasikan dengan syarat z0z \geq 0, rentang nilai zz yang valid adalah 0z50 \leq z \leq 5.

  • Sistem ini memiliki solusi. (Pernyataan Salah) Sistem ini memiliki banyak solusi. Sebagai contoh, titik (2,3,0)(2, 3, 0) memenuhi semua ketidaksetaraan: 2+3+0=5102+3+0=5 \leq 10, 222 \geq 2, 333 \geq 3, dan 000 \geq 0. Adanya banyak batasan tidak secara otomatis berarti tidak ada solusi.

  • Nilai maksimum dari minimum zz adalah 0. (Pernyataan Salah) Frasa "maksimum dari minimum" tidak relevan di sini. Pertidaksamaan z0z \geq 0 secara langsung menetapkan bahwa nilai minimum absolut untuk zz adalah 0. Tidak ada beberapa kemungkinan nilai minimum untuk dipilih.

Contoh Soal No. 5

Anda diminta merancang aturan alokasi lahan parkir seluas 360 m2360 m^2. Tempat parkir untuk sebuah mobil memerlukan lahan 6 m26 m^2 dan bus 24 m224 m^2. Daya tampung maksimum tempat parkir hanya 30 kendaraan. Biaya parkir mobil Rp5.000,00Rp5.000,00 dan bus Rp15.000,00Rp15.000,00. Buatlah kesimpulan keputusan berapakah kombinasi parkir bus dan mobil yang menghasilkan pendapatan tertinggi yang bisa Anda tawarkan kepada pengelola!

A.

30 mobil saja

B.

15 bus saja

C.

10 mobil dan 20 bus

D.

20 mobil dan 10 bus

E.

30 bus saja

💡Pembahasan Soal

Untuk menyelesaikan masalah ini, kita menggunakan program linear.

Misalkan:

  • xx = jumlah mobil
  • yy = jumlah bus

1. Model Matematika Kita perlu memaksimalkan fungsi pendapatan dengan memperhatikan kendala yang ada.

  • Fungsi Tujuan (Pendapatan): f(x,y)=5.000x+15.000yf(x, y) = 5.000x + 15.000y

  • Kendala (Batasan):

    1. Daya tampung: x+y30x + y \le 30
    2. Luas lahan: 6x+24y3606x + 24y \le 360, yang dapat disederhanakan menjadi x+4y60x + 4y \le 60
    3. Jumlah kendaraan tidak boleh negatif: x0x \ge 0 dan y0y \ge 0

2. Menentukan Titik Pojok Nilai maksimum akan ditemukan pada salah satu titik pojok dari daerah penyelesaian yang dibentuk oleh sistem pertidaksamaan di atas. Titik-titik pojoknya adalah:

  • Perpotongan sumbu-x dan sumbu-y: (0,0)(0, 0)
  • Perpotongan garis x+y=30x+y=30 dengan sumbu-x: (30,0)(30, 0)
  • Perpotongan garis x+4y=60x+4y=60 dengan sumbu-y: (0,15)(0, 15)
  • Perpotongan garis x+y=30x+y=30 dan x+4y=60x+4y=60: (20,10)(20, 10)

3. Menguji Titik Pojok pada Fungsi Tujuan

  • f(30,0)=5.000(30)+15.000(0)=150.000f(30, 0) = 5.000(30) + 15.000(0) = 150.000
  • f(0,15)=5.000(0)+15.000(15)=225.000f(0, 15) = 5.000(0) + 15.000(15) = 225.000
  • f(20,10)=5.000(20)+15.000(10)=100.000+150.000=250.000f(20, 10) = 5.000(20) + 15.000(10) = 100.000 + 150.000 = 250.000

Kesimpulan Pendapatan maksimum sebesar Rp250.000,00 dicapai ketika tempat parkir diisi oleh 20 mobil dan 10 bus.

Contoh Soal No. 6

Perhatikan fungsi rasional f(x)=3x25x+22x2+8f(x) = \frac{3x^2 - 5x + 2}{-2x^2 + 8}. Berdasarkan analisis asimtot, pernyataan manakah yang benar mengenai perilaku asimtotik fungsi tersebut ketika x±x \to \pm\infty?

A.

Memiliki asimtot horizontal y=0y = 0 karena derajat pembilang lebih rendah dari penyebut

B.

Memiliki asimtot horizontal y=32y = \frac{3}{2} karena rasio koefisien utama pembilang dan penyebut

C.

Memiliki asimtot horizontal y=32y = -\frac{3}{2} dan tidak memiliki asimtot miring

D.

Tidak memiliki asimtot horizontal karena derajat pembilang sama dengan derajat penyebut

E.

Memiliki asimtot miring y=32xy = -\frac{3}{2}x karena koefisien utama negatif

💡Pembahasan Soal

Untuk menentukan asimtot dari fungsi rasional f(x)=3x25x+22x2+8f(x) = \frac{3x^2 - 5x + 2}{-2x^2 + 8}, kita bandingkan derajat (pangkat tertinggi) dari pembilang dan penyebut.

  • Derajat pembilang: Pangkat tertinggi dari (3x25x+2)(3x^2 - 5x + 2) adalah 2.
  • Derajat penyebut: Pangkat tertinggi dari (2x2+8)(-2x^2 + 8) adalah 2.

Karena derajat pembilang sama dengan derajat penyebut, maka fungsi memiliki asimtot horizontal. Persamaan asimtot horizontal didapat dari rasio koefisien utama (koefisien suku pangkat tertinggi) pembilang dan penyebut.

y=Koefisien utama pembilangKoefisien utama penyebut=32=32y = \frac{\text{Koefisien utama pembilang}}{\text{Koefisien utama penyebut}} = \frac{3}{-2} = -\frac{3}{2}

Asimtot miring hanya ada jika derajat pembilang tepat satu lebih besar dari derajat penyebut. Karena derajatnya sama, fungsi ini tidak memiliki asimtot miring.

Jadi, fungsi ini memiliki asimtot horizontal y=32y = -\frac{3}{2} dan tidak memiliki asimtot miring.

Contoh Soal No. 7

Perhatikan tabel fungsi ff berikut:

Pernyataan berikut yang benar adalah ....

Screenshot 2026-09-07 095236

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

(f1f)(0)=0(f^{-1} \circ f)(0) = 0

B.

f(f1(1))=1f(f^{-1}(1)) = 1

C.

f1(2)=4f^{-1}(2) = 4

D.

Domain f1f^{-1} adalah {5,1,2,4}\{5, 1, -2, 4\}

E.

Range ff adalah {3,1,0,2}\{-3, -1, 0, 2\}

💡Pembahasan Soal

Mari kita uji kebenaran dari setiap pernyataan.

Memeriksa Sifat Identitas Komposisi Invers

Opsi A: Berdasarkan sifat fungsi invers, (f1f)(x)=x(f^{-1} \circ f)(x) = x untuk setiap xx dalam domain ff. Karena x=0x = 0 ada dalam domain ff, maka (f1f)(0)=0(f^{-1} \circ f)(0) = 0.

(Bukti: f(0)=2    f1(2)=0f(0) = -2 \implies f^{-1}(-2) = 0)

Pernyataan A BENAR.

Opsi B: Berdasarkan sifat fungsi invers, f(f1(x))=xf(f^{-1}(x)) = x untuk setiap xx dalam domain f1f^{-1}. Karena x=1x = 1 ada dalam himpunan hasil ff, maka f(f1(1))=1f(f^{-1}(1)) = 1.

(Bukti: f1(1)=1    f(1)=1f^{-1}(1) = -1 \implies f(-1) = 1)

Pernyataan B BENAR.

Memeriksa Nilai f1(2)f^{-1}(2)

Opsi C: Nilai 22 adalah elemen domain ff, bukan elemen hasil/kodomain ff. Pada tabel, nilai y=2y = 2 tidak ada di baris f(x)f(x), sehingga f1(2)f^{-1}(2) tidak terdefinisi. Nilai yang benar adalah f1(4)=2f^{-1}(4) = 2.

Pernyataan C SALAH.

Memeriksa Domain f1f^{-1} dan Range ff

Opsi D: Domain dari f1f^{-1} sama dengan range dari ff, yaitu kumpulan semua nilai f(x)f(x) pada tabel: {5,1,2,4}\{5, 1, -2, 4\}.

Pernyataan D BENAR.

Opsi E: Range dari ff adalah {5,1,2,4}\{5, 1, -2, 4\}, sedangkan {3,1,0,2}\{-3, -1, 0, 2\} adalah domain dari ff.

Pernyataan E SALAH.

Jadi, pernyataan A, B, dan D bernilai BENAR.

Contoh Soal No. 8

Diketahui fungsi ff dan gg.
Tentukan rumus (fg)(x)(f \circ g)(x).
(1) f(x)=2x+1f(x) = 2x + 1
(2) gg merupakan fungsi satu-satu
Tentukan apakah pernyataan (1) dan (2) cukup untuk menjawab pertanyaan.

A.

Pernyataan (1) saja cukup, tetapi pernyataan (2) saja tidak cukup.

B.

Pernyataan (2) saja cukup, tetapi pernyataan (1) saja tidak cukup.

C.

Pernyataan (1) dan (2) bersama-sama cukup, tetapi sendiri-sendiri tidak cukup.

D.

Pernyataan (1) saja cukup atau pernyataan (2) saja cukup.

E.

Pernyataan (1) dan (2) bersama-sama tetap tidak cukup

💡Pembahasan Soal

Untuk menentukan rumus spesifik dari fungsi komposisi (fg)(x)=f(g(x))(f \circ g)(x) = f(g(x)), kita memerlukan bentuk atau rumus eksplisit dari kedua fungsi f(x)f(x) dan g(x)g(x).

Uji Pernyataan (1): f(x)=2x+1f(x) = 2x + 1

Pernyataan ini memberikan rumus untuk fungsi f(x)f(x), sehingga (fg)(x)=2g(x)+1(f \circ g)(x) = 2g(x) + 1. Namun, karena rumus fungsi g(x)g(x) tidak diketahui, rumus eksplisit dari (fg)(x)(f \circ g)(x) tidak dapat ditentukan.

Pernyataan (1) saja TIDAK CUKUP.

Uji Pernyataan (2): gg merupakan fungsi satu-satu

Sifat "satu-satu" (injektif) hanya menjelaskan karakteristik pemetaan fungsi gg (bahwa setiap elemen kodomain dipetakan oleh paling banyak satu elemen domain). Pernyataan ini tidak memberikan rumus aljabar maupun nilai dari fungsi g(x)g(x) dan f(x)f(x).

Pernyataan (2) saja TIDAK CUKUP.

Uji Gabungan Pernyataan (1) dan (2):

Bahkan jika kedua pernyataan digabungkan, kita hanya tahu bahwa f(x)=2x+1f(x) = 2x + 1 dan g(x)g(x) adalah fungsi injektif. Tanpa adanya rumus eksplisit atau informasi titik spesifik dari g(x)g(x) (seperti g(x)=x3g(x) = x^3 atau g(x)=3x4g(x) = 3x - 4), bentuk (fg)(x)(f \circ g)(x) tetap tidak dapat ditentukan secara pasti.

Pernyataan (1) dan (2) bersama-sama TETAP TIDAK CUKUP.

Kesimpulan:

Kedua pernyataan bersama-sama tetap tidak cukup untuk menentukan rumus (fg)(x)(f \circ g)(x).

Jawaban: E

Contoh Soal No. 9

Manakah dari barisan berikut yang merupakan barisan aritmetika? Pilihlah semua pernyataan yang benar!

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

1, 4, 7, 10, …

B.

1, 2, 4, 8, …

C.

[ ] 10,5,0,−5,…

D.

1,12,14,18,1, \frac{1}{2}, \frac{1}{4}, \frac{1}{8}, \dots

E.

a,a+2,a+4,a, a+2, a+4, \dots

💡Pembahasan Soal

Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang memiliki selisih atau beda (bb) yang konstan antara dua suku berurutan.

Mari kita analisis setiap pilihan:

  • 1, 4, 7, 10, … Beda: 41=34 - 1 = 3; 74=37 - 4 = 3. Bedanya konstan (b=3b=3), maka ini adalah barisan aritmetika.

  • 1, 2, 4, 8, … Beda: 21=12 - 1 = 1; 42=24 - 2 = 2. Bedanya tidak konstan, maka ini bukan barisan aritmetika (ini adalah barisan geometri).

  • 10, 5, 0, -5, … Beda: 510=55 - 10 = -5; 05=50 - 5 = -5. Bedanya konstan (b=5b=-5), maka ini adalah barisan aritmetika.

  • 1,12,14,18,1, \frac{1}{2}, \frac{1}{4}, \frac{1}{8}, \dots Beda: 121=12\frac{1}{2} - 1 = -\frac{1}{2}; 1412=14\frac{1}{4} - \frac{1}{2} = -\frac{1}{4}. Bedanya tidak konstan, maka ini bukan barisan aritmetika (ini adalah barisan geometri).

  • a,a+2,a+4,a, a+2, a+4, \dots Beda: (a+2)a=2(a+2) - a = 2; (a+4)(a+2)=2(a+4) - (a+2) = 2. Bedanya konstan (b=2b=2), maka ini adalah barisan aritmetika.

Dengan demikian, barisan yang merupakan barisan aritmetika adalah 1, 4, 7, 10, …, 10, 5, 0, -5, …, dan a,a+2,a+4,a, a+2, a+4, \dots.

Contoh Soal No. 10

Suatu deret geometri tak hingga memiliki suku pertama aa, rasio rr, dan jumlah S=4aS_{\infty} = 4a, dengan a0a \ne 0. Pilihlah semua pernyataan yang benar!

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

[ ] Nilai rasio rr dari deret tersebut adalah 34\frac{3}{4}​.

B.

[ ] Deret geometri tersebut bersifat divergen.

C.

Suku kedua deret tersebut adalah 34a\frac{3}{4}a.

D.

[ ] Suku ke-3 nilainya lebih kecil dibandingkan suku ke-2 jika a>0.

E.

[ ] Suku ke-3 nilainya lebih besar dibandingkan suku ke-2 jika a>0.

💡Pembahasan Soal

Untuk menganalisis pernyataan, pertama kita tentukan nilai rasio (rr) dari deret tersebut.

Menentukan Rasio (r)

Rumus jumlah deret geometri tak hingga adalah S=a1rS_{\infty} = \frac{a}{1-r}. Diketahui S=4aS_{\infty} = 4a, maka: 4a=a1r4a = \frac{a}{1-r} Karena a0a \ne 0, kita dapat membagi kedua ruas dengan aa: 4=11r    4(1r)=1    4r=34 = \frac{1}{1-r} \implies 4(1-r) = 1 \implies 4r = 3 r=34r = \frac{3}{4}

Analisis Pernyataan

Berdasarkan nilai r=34r = \frac{3}{4}, kita dapat mengevaluasi setiap pernyataan.

  • "Nilai rasio rr dari deret tersebut adalah 34\frac{3}{4}​" Pernyataan ini benar, sesuai dengan hasil perhitungan di atas.

  • "Deret geometri tersebut bersifat divergen" Pernyataan ini salah. Suatu deret geometri tak hingga konvergen jika r<1|r| < 1. Karena 34=34<1|\frac{3}{4}| = \frac{3}{4} < 1, deret ini bersifat konvergen.

  • "Suku kedua deret tersebut adalah 34a\frac{3}{4}a" Pernyataan ini benar. Suku kedua dirumuskan sebagai U2=arU_2 = ar. Dengan r=34r = \frac{3}{4}, maka U2=a(34)=34aU_2 = a(\frac{3}{4}) = \frac{3}{4}a.

  • "Suku ke-3 nilainya lebih kecil dibandingkan suku ke-2 jika a>0" Pernyataan ini benar.

    • U2=ar=34a=1216aU_2 = ar = \frac{3}{4}a = \frac{12}{16}a
    • U3=ar2=a(34)2=916aU_3 = ar^2 = a(\frac{3}{4})^2 = \frac{9}{16}a Jika a>0a > 0, maka 916a<1216a\frac{9}{16}a < \frac{12}{16}a, yang berarti U3<U2U_3 < U_2.
  • "Suku ke-3 nilainya lebih besar dibandingkan suku ke-2 jika a>0" Pernyataan ini salah, karena telah dibuktikan bahwa U3<U2U_3 < U_2.

Contoh Soal No. 11

Diketahui dua garis di ruang:
l:(x,y,z)=(1,2,0)+t(1,2,2)l: (x,y,z) = (1,2,0) + t(1,2,2)
m:(x,y,z)=(3,1,4)+s(2,1,2)m: (x,y,z) = (3,-1,4) + s(2,-1,2)
Cosinus sudut antara garis ll dan mm adalah ....

A.

0

B.

13\frac{1}{3}

C.

49\frac{4}{9}

D.

59\frac{5}{9}

E.

1

💡Pembahasan Soal

Sudut antara dua garis di ruang ditentukan oleh vektor arah masing-masing garis.

Vektor arah garis ll: u=(1,2,2)\vec{u} = (1, 2, 2)

Vektor arah garis mm: v=(2,1,2)\vec{v} = (2, -1, 2)

Hasil kali titik (dot product) uv\vec{u} \cdot \vec{v}: uv=(1)(2)+(2)(1)+(2)(2)=22+4=4\vec{u} \cdot \vec{v} = (1)(2) + (2)(-1) + (2)(2) = 2 - 2 + 4 = 4

Panjang masing-masing vektor u|\vec{u}| dan v|\vec{v}|: u=12+22+22=1+4+4=9=3|\vec{u}| = \sqrt{1^2 + 2^2 + 2^2} = \sqrt{1 + 4 + 4} = \sqrt{9} = 3 v=22+(1)2+22=4+1+4=9=3|\vec{v}| = \sqrt{2^2 + (-1)^2 + 2^2} = \sqrt{4 + 1 + 4} = \sqrt{9} = 3

Cosinus sudut antarvektor (cosθ\cos\theta): cosθ=uvuv=433=49\cos\theta = \frac{\vec{u} \cdot \vec{v}}{|\vec{u}|\,|\vec{v}|} = \frac{4}{3 \cdot 3} = \frac{4}{9}

Jadi, jawaban soal ini adalah C.

Contoh Soal No. 12

Diketahui prisma tegak segienam beraturan ABCDEF.GHIJKLABCDEF.GHIJKL dengan panjang rusuk alas 44 dan tinggi 1010.

Pernyataan berikut yang benar adalah ... (Pilihan jawaban bisa lebih dari satu)

Screenshot 2026-09-08 161133

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Garis AGAG dan garis BCBC bersilangan.

B.

Bidang ABHGABHG berbentuk persegi panjang.

C.

Jarak antara garis ADAD dan garis GJGJ adalah 1010.

D.

Bidang ABHGABHG tegak lurus terhadap bidang alas.

💡Pembahasan Soal

Analisis kebenaran setiap pilihan:

Opsi A (Benar): AGAG adalah rusuk tegak vertikal di titik AA, sedangkan BCBC adalah rusuk alas horizontal. Kedua garis tidak sejajar, tidak berpotongan, dan tidak sebidang, sehingga bersilangan.

Opsi B (Benar): Karena berbentuk prisma tegak, setiap sisi tegaknya (ABHGABHG, BCIHBCIH, dll.) tegak lurus terhadap bidang alas dan berbentuk persegi panjang berukuran 4×104 \times 10.

Opsi C (Benar): ADAD adalah diagonal utama pada bidang alas dan GJGJ adalah diagonal utama pada bidang atas. Karena ADGJAD \parallel GJ, jarak kedua garis sejajar ini sama dengan jarak antara bidang alas dan bidang atas, yaitu tinggi prisma (1010).

Opsi D (Benar): Sesuai sifat prisma tegak, semua bidang sisi tegaknya (termasuk ABHGABHG) tegak lurus terhadap bidang alas.

Jadi, semua pernyataan benar.

Contoh Soal No. 13

Perhatikan gambar berikut!

Pada gambar tersebut, diketahui ABCPQR\triangle ABC \cong \triangle PQR dengan C=R=x\angle C = \angle R = x dan AC=RP=8 cmAC = RP = 8\text{ cm}. Jika panjang BC=(3y2) cmBC = (3y - 2)\text{ cm}, QR=(y+10) cmQR = (y + 10)\text{ cm}, dan keliling ABC\triangle ABC adalah 34 cm34\text{ cm}, maka panjang sisi BCBC adalah ... cm.

Screenshot 2026-09-10 225333
A.

8

B.

10

C.

12

D.

6

E.

9

💡Pembahasan Soal

Karena ABCPQR\triangle ABC \cong \triangle PQR, sisi-sisi yang bersesuaian di depan/di samping sudut yang sama harus sama panjang. Sisi BCBC bersesuaian dengan QRQR: BC=QR    3y2=y+10    2y=12    y=6BC = QR \implies 3y - 2 = y + 10 \implies 2y = 12 \implies y = 6 Panjang BC=3(6)2=16 cmBC = 3(6) - 2 = 16\text{ cm}.

b) Keliling ABC=AC+BC+AB=34 cm\triangle ABC = AC + BC + AB = 34\text{ cm}: 8+16+AB=34    AB=10 cm8 + 16 + AB = 34 \implies AB = 10\text{ cm} Karena ABCPQR\triangle ABC \cong \triangle PQR, maka PQ=AB=10 cmPQ = AB = 10\text{ cm}.

Contoh Soal No. 14

Jika m dan n adalah dua bilangan bulat positif dengan m>nm>n, rumus pembentukan Tripel Pythagoras bentukan Euclid dinyatakan sebagai a=m2n2a=m^2−n^2, b=2mnb=2mn, dan c=m2+n2c=m^2+n^2. Pilihlah pasangan nilai (m,n)(m,n) berikut yang menghasilkan Tripel Pythagoras Primitif (tidak memiliki faktor persekutuan selain 1)!

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

[ ] m=2m=2, n=1n=1

B.

[ ] m=3m=3, n=2n=2

C.

[ ] m=4m=4, n=2n=2

D.

[ ] m=4m=4, n=1n=1

E.

[ ] m=5m=5, n=3n=3

💡Pembahasan Soal

Rumus Euclid akan menghasilkan Tripel Pythagoras Primitif (tiga bilangan a,b,ca, b, c yang tidak memiliki faktor persekutuan selain 1) jika pasangan bilangan bulat positif (m,n)(m, n) dengan m>nm > n memenuhi dua syarat tambahan:

  1. mm dan nn saling prima (FPB = 1).
  2. Salah satu dari mm atau nn adalah bilangan genap dan yang lainnya ganjil.

Mari kita periksa setiap pasangan:

  • (m=2,n=1m=2, n=1): Memenuhi semua syarat (saling prima, paritas berbeda). Menghasilkan tripel primitif (3, 4, 5).
  • (m=3,n=2m=3, n=2): Memenuhi semua syarat (saling prima, paritas berbeda). Menghasilkan tripel primitif (5, 12, 13).
  • (m=4,n=2m=4, n=2): Tidak memenuhi. mm dan nn tidak saling prima (FPB=2) dan keduanya genap. Tripel yang dihasilkan (12, 16, 20) bukan primitif.
  • (m=4,n=1m=4, n=1): Memenuhi semua syarat (saling prima, paritas berbeda). Menghasilkan tripel primitif (15, 8, 17).
  • (m=5,n=3m=5, n=3): Tidak memenuhi. mm dan nn keduanya ganjil. Tripel yang dihasilkan (16, 30, 34) bukan primitif.

Jadi, pasangan yang menghasilkan Tripel Pythagoras Primitif adalah (2,1)(2,1), (3,2)(3,2), dan (4,1)(4,1).

Contoh Soal No. 15

Titik P(3,5)P(-3, 5) dicerminkan terhadap garis y=xy = -x, kemudian dilanjutkan dengan translasi oleh T=(24)T = \begin{pmatrix} 2 \\ -4 \end{pmatrix}. Koordinat bayangan akhir dari titik PP adalah ....

A.

(3,1)(-3, 1)

B.

(3,1)(-3, -1)

C.

(5,3)(-5, 3)

D.

(1,7)(-1, -7)

E.

(5,3)(5, -3)

💡Pembahasan Soal

Refleksi titik (x,y)(x, y) terhadap garis y=xy = -x menghasilkan bayangan (y,x)(-y, -x).

P(3,5)Refleksi y=xP(5,(3))=P(5,3)P(-3, 5) \xrightarrow{\text{Refleksi } y=-x} P'(-5, -(-3)) = P'(-5, 3)

Translasi P(5,3)P'(-5, 3) oleh T=(24)T = \begin{pmatrix} 2 \\ -4 \end{pmatrix}:

P=(5+2,3+(4))=(3,1).P'' = (-5 + 2, 3 + (-4)) = (-3, -1).
Contoh Soal No. 16

Sebuah garis berat ditarik dari salah satu titik sudut sebuah segitiga sembarang menuju titik tengah sisi di hadapannya. Pilihlah semua kesimpulan yang benar akibat penarikan garis berat tersebut!

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Segitiga tersebut terbagi menjadi dua segitiga baru yang memiliki panjang keliling sama besar.

B.

Segitiga tersebut terbagi menjadi dua segitiga baru yang memiliki luas daerah sama besar.

C.

Kedua segitiga baru hasil partisi dipastikan merupakan segitiga yang kongruen.

D.

Tinggi kedua segitiga baru tersebut terhadap alas garis berat asalnya adalah identik.

E.

Garis berat membagi sudut asal menjadi dua sudut yang sama besar.

💡Pembahasan Soal

Garis berat ditarik dari suatu titik sudut segitiga ke titik tengah sisi di hadapannya, membagi segitiga menjadi dua bagian. Berikut penilaian setiap pernyataan:

  • Luas sama besar: Benar. Kedua segitiga memiliki alas sama panjang (setengah sisi asli) dan tinggi yang sama (jarak tegak lurus dari titik sudut ke sisi tersebut), sehingga luasnya selalu sama: L=12alastinggiL = \frac{1}{2} \cdot \text{alas} \cdot \text{tinggi}.

  • Keliling sama besar: Salah. Sisi-sisi lain dari segitiga asal umumnya tidak sama panjang, sehingga keliling kedua bagian berbeda.

  • Kongruen: Salah. Kedua segitiga hanya kongruen dalam kasus khusus (misalnya segitiga sama kaki atau sama sisi), bukan pada segitiga sembarang.

  • Tinggi identik terhadap garis berat sebagai alas: Benar. Jika garis berat dijadikan alas bersama, maka tinggi kedua segitiga diukur dari titik tengah sisi ke titik sudut berlawanan—yang merupakan satu titik yang sama. Dengan demikian, tingginya identik.

  • Membagi sudut sama besar: Salah. Garis berat bukan garis bagi; hanya pada segitiga simetris (misalnya sama kaki) ia sekaligus membagi sudut.

Contoh Soal No. 17

Sebuah lembaran seng berbentuk juring lingkaran memiliki jari-jari RR dan sudut pusat 240240^\circ. Lembaran tersebut akan digulung untuk membentuk sebuah selimut kerucut.

Berdasarkan informasi tersebut, pilihlah semua pernyataan yang benar terkait dimensi kerucut yang terbentuk.

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

[ ] Panjang garis pelukis (s) pada kerucut baru tersebut memiliki panjang yang sama dengan R.

B.

Jari-jari alas kerucut (rr) adalah 23R\frac{2}{3}R.

C.

Tinggi kerucut (tt) adalah 13R5\frac{1}{3}R\sqrt{5}.

D.

Luas selimut kerucut yang terbentuk adalah 23πR2\frac{2}{3}\pi R^2.

E.

[ ] Kapasitas volume kerucut baru ini bernilai konstan dan tidak dipengaruhi oleh perubahan sudut juring seng asal.

💡Pembahasan Soal

Saat sebuah juring lingkaran digulung menjadi selimut kerucut, properti juring akan bertransformasi menjadi properti kerucut sebagai berikut:

  • Jari-jari juring (RR) menjadi garis pelukis kerucut (ss).
  • Panjang busur juring menjadi keliling alas kerucut.

Mari kita analisis setiap pernyataan berdasarkan informasi ini.

1. Garis Pelukis (ss)

Jari-jari juring (RR) langsung menjadi garis pelukis kerucut (ss), sehingga: s=Rs = R Pernyataan ini benar.

2. Jari-Jari Alas Kerucut (rr)

Panjang busur juring dihitung dan disamakan dengan keliling alas kerucut (2πr2\pi r). Panjang Busur =Sudut Pusat360×2πR=240360×2πR=23×2πR=43πR= \frac{\text{Sudut Pusat}}{360^\circ} \times 2\pi R = \frac{240^\circ}{360^\circ} \times 2\pi R = \frac{2}{3} \times 2\pi R = \frac{4}{3}\pi R

Karena Panjang Busur = Keliling Alas: 43πR=2πr\frac{4}{3}\pi R = 2\pi r r=23Rr = \frac{2}{3}R Pernyataan ini benar.

3. Tinggi Kerucut (tt)

Tinggi kerucut dapat ditemukan menggunakan teorema Pythagoras dengan s=Rs=R dan r=23Rr=\frac{2}{3}R. s2=r2+t2s^2 = r^2 + t^2 R2=(23R)2+t2R^2 = (\frac{2}{3}R)^2 + t^2 t2=R249R2=59R2t^2 = R^2 - \frac{4}{9}R^2 = \frac{5}{9}R^2 t=59R2=53Rt = \sqrt{\frac{5}{9}R^2} = \frac{\sqrt{5}}{3}R atau t=13R5t = \frac{1}{3}R\sqrt{5} Pernyataan ini benar.

4. Luas Selimut Kerucut

Luas selimut kerucut sama dengan luas juring lingkaran asal. Luas Juring =Sudut Pusat360×πR2=240360×πR2=23πR2= \frac{\text{Sudut Pusat}}{360^\circ} \times \pi R^2 = \frac{240^\circ}{360^\circ} \times \pi R^2 = \frac{2}{3}\pi R^2 Pernyataan ini benar.

5. Volume Kerucut

Volume kerucut (V=13πr2tV = \frac{1}{3}\pi r^2 t) bergantung pada nilai rr dan tt. Karena rr dan tt bergantung pada sudut pusat juring, perubahan sudut akan mengubah volume kerucut. Jadi, volume tidak konstan. Pernyataan ini salah.

Dengan demikian, pernyataan yang benar adalah pernyataan 1, 2, 3, dan 4.

Contoh Soal No. 18

Tentukan jarak terpendek dari titik F(0,1)F(0,1) ke kurva y=14x2+2y = \frac{1}{4}x^2 + 2. Pilihlah semua ekspresi matematis yang merupakan langkah analisis yang valid untuk menyelesaikan masalah ini.

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)

A.

Kuadrat jarak dari titik F(0,1)F(0,1) ke sembarang titik P(x,y)P(x,y) pada kurva dapat dinyatakan sebagai fungsi satu variabel yy, yaitu f(y)=4y8+(y1)2f(y) = 4y - 8 + (y-1)^2.

B.

[ ] Jarak terpendek diperoleh dengan mencari nilai stasioner melalui turunan pertama fungsi kuadrat jarak tersebut.

C.

Titik terdekat pada kurva dari titik fokus F(0,1)F(0,1) adalah titik puncaknya, yaitu (0,2)(0,2).

D.

Jarak minimum dari titik FF ke kurva adalah tepat 1 satuan.

E.

Di titik pada kurva yang jaraknya terpendek dari F(0,1), garis normalnya akan melewati titik F(0,1).

💡Pembahasan Soal

Untuk menemukan jarak terpendek dari titik F(0,1)F(0,1) ke kurva parabola y=14x2+2y = \frac{1}{4}x^2 + 2, kita perlu meminimalkan fungsi jarak. Berikut adalah analisis untuk setiap opsi yang diberikan.

Langkah-langkah Analisis yang Valid

  • Menyusun fungsi jarak: Kuadrat jarak, d2d^2, dari F(0,1)F(0,1) ke sembarang titik P(x,y)P(x,y) pada kurva adalah d2=x2+(y1)2d^2 = x^2 + (y-1)^2. Dengan mensubstitusi x2=4y8x^2 = 4y - 8 (dari persamaan kurva), kita mendapatkan fungsi kuadrat jarak dalam satu variabel: d2(y)=(4y8)+(y1)2d^2(y) = (4y - 8) + (y-1)^2. Ini memvalidasi opsi pertama.

  • Menggunakan kalkulus untuk optimisasi: Untuk menemukan jarak minimum, kita mencari nilai stasioner dari fungsi kuadrat jarak dengan mengatur turunan pertamanya menjadi nol (d/dx=0d/dx = 0 atau d/dy=0d/dy = 0). Ini adalah metode standar optimisasi dalam kalkulus. Ini memvalidasi opsi kedua.

  • Menggunakan sifat geometris: Jarak terpendek dari suatu titik ke kurva terletak pada garis yang normal (tegak lurus) terhadap kurva di titik terdekat. Artinya, garis normal pada kurva di titik terdekatnya harus melewati titik F(0,1)F(0,1). Ini memvalidasi opsi kelima.

Hasil Analisis

  • Dengan menerapkan salah satu metode di atas, kita menemukan bahwa titik pada kurva yang terdekat dengan F(0,1)F(0,1) adalah (0,2)(0,2).
  • Jarak minimumnya adalah jarak antara (0,1)(0,1) dan (0,2)(0,2), yaitu (00)2+(21)2=1\sqrt{(0-0)^2 + (2-1)^2} = 1. Ini memvalidasi opsi keempat.

Analisis Opsi yang Tidak Valid

  • Opsi ketiga salah karena menyatakan F(0,1)F(0,1) adalah titik fokus. Parabola y=14x2+2y = \frac{1}{4}x^2 + 2 (atau x2=4(y2)x^2=4(y-2)) memiliki titik puncak (0,2)(0,2) dan fokus di (0,3)(0,3). Karena premisnya salah, pernyataan tersebut tidak valid sebagai langkah analisis.
Contoh Soal No. 19

Diketahui segi delapan beraturan. Jika jari-jari lingkaran luar segi delapan beraturan tersebut adalah 8 satuan8\text{ satuan}, maka luas segi delapan beraturan tersebut adalah ....

A.

642 satuan luas64\sqrt{2}\text{ satuan luas}

B.

128 satuan luas128\text{ satuan luas}

C.

1282 satuan luas128\sqrt{2}\text{ satuan luas}

D.

256 satuan luas256\text{ satuan luas}

E.

2562 satuan luas256\sqrt{2}\text{ satuan luas}

💡Pembahasan Soal

Segi-nn beraturan tersusun dari nn buah segitiga sama kaki kongruen dengan sudut pusat θ=360n\theta = \frac{360^\circ}{n}.

Sudut pusat (n=8n = 8):

θ=3608=45\theta = \frac{360^\circ}{8} = 45^\circ

Luas 1 segitiga penyusun:

L=12R2sin45=128222=3222=162L_{\triangle} = \frac{1}{2} \cdot R^2 \cdot \sin 45^\circ = \frac{1}{2} \cdot 8^2 \cdot \frac{\sqrt{2}}{2} = 32 \cdot \frac{\sqrt{2}}{2} = 16\sqrt{2}

Luas total segi delapan beraturan:

L=8×L=8×162=1282 satuan luasL = 8 \times L_{\triangle} = 8 \times 16\sqrt{2} = 128\sqrt{2} \text{ satuan luas}.

Jadi, jawaban soal ini adalah C.

Contoh Soal No. 20

Sebuah ujian tulis kenaikan pangkat terdiri dari dua jenis soal yaitu pilihan ganda (PG) dan isian singkat (IS). Soal pilihan ganda terdiri dari 24 soal sementara isian singkat terdiri dari 16 soal. Diketahui pengerjaan soal boleh dikerjakan secara acak. Berikut adalah data nilai yang diperoleh oleh 10 peserta kenaikan pangkat tersebut.

Screenshot 2025-10-16 161241

Peserta dengan nilai di bawah rata-rata diberikan kesempatan untuk tes ulang dengan target rata-rata dari dua kali tes peserta tersebut tidak boleh kurang dari rata-rata dari tes pertama 10 peserta. Nilai terkecil yang harus diraih Bagas supaya memenuhi target adalah....

A.

42,4

B.

42,8

C.

43,4

D.

44,4

E.

44,8

💡Pembahasan Soal

Nilai Bagas 34. Target rata-rata tes pertama dan kedua Bagas tidak boleh kurang dari 39,2. Misalkan nilai tes kedua Bagas adalah .

34+T2\frac{34+T}{2} 39,2\geq 39,2

34+T 39,2\geq 39,2 X 2

34+T 78,4\geq 78,4

T 78,4\geq 78,4 - 34 = 44,4

Contoh Soal No. 21

Diketahui data nilai matematika 40 siswa disajikan dalam tabel berikut:

Screenshot 2026-08-17 231745

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah menetapkan bahwa suatu kelas dinyatakan "Tuntas Secara Klasikal" apabila rata-rata nilai kelas tidak kurang dari 67,067{,}0. Saat ini, data pada tabel mencakup 40 siswa yang sudah mengikuti ujian dengan rata-rata awal 65,065{,}0. Untuk mengejar target KKM kelas, guru berencana memasukkan nilai dari 10 siswa susulan. Guru berasumsi bahwa target tersebut pasti tercapai selama 10 siswa susulan tersebut seluruhnya berada pada kelompok interval nilai tertinggi (757975–79). Berdasarkan analisis matematis, manakah kesimpulan dan alasan yang paling tepat mengenai asumsi guru tersebut?

A.

Asumsi guru SALAH, karena untuk mencapai target rata-rata kelas 67,067{,}0, ke-10 siswa susulan harus memiliki rata-rata minimal 77,077{,}0, sehingga kelompok nilai 757975–79 belum mencukupi.

B.

Asumsi guru BENAR, karena rata-rata minimal yang harus dicapai 10 siswa susulan adalah 75,075{,}0, dan penempatan siswa pada interval 757975–79 (titik tengah 7777) akan menghasilkan rata-rata kelas sebesar 67,467{,}4.

C.

Asumsi guru BENAR, karena rata-rata 10 siswa susulan cukup mencapai 65,065{,}0 untuk mempertahankan nilai rata-rata gabungan di atas target KKM.

D.

Asumsi guru SALAH, karena jumlah nilai tambahan yang disumbangkan oleh 10 siswa pada interval 757975–79 hanya sebesar 750750, yang belum memenuhi total nilai minimal kelas.

E.

Asumsi guru BENAR, namun ke-10 siswa susulan tersebut wajib memperoleh nilai sempurna (79,079{,}0) agar rata-rata kelas dapat melampaui angka 66,566{,}5.

💡Pembahasan Soal

Asumsi guru BENAR, karena rata-rata minimal yang harus dicapai oleh 10 siswa susulan adalah 75,075{,}0 agar rata-rata kelas secara keseluruhan mencapai setidaknya 67,067{,}0.

Diketahui:

  • Jumlah siswa awal: 4040
  • Rata-rata awal: 65,065{,}0
  • Jumlah siswa susulan: 1010
  • Total siswa akhir: 5050
  • Target rata-rata: 67,0\geq 67{,}0

Total nilai awal:
40×65=260040 \times 65 = 2600

Total nilai minimal yang dibutuhkan:
50×67=335050 \times 67 = 3350

Maka, total nilai yang harus dicapai oleh 10 siswa susulan:
33502600=7503350 - 2600 = 750

Sehingga, rata-rata minimal mereka:
75010=75,0\frac{750}{10} = 75{,}0

Karena interval nilai 757975–79 memiliki nilai minimal 7575, maka seluruh siswa di kategori ini memenuhi syarat asumsi guru.

Jadi, asumsi guru valid: selama 10 siswa susulan berada dalam rentang 757975–79, target rata-rata kelas tercapai.

Contoh Soal No. 22

Tiga orang pecatur senior Liren, Magnus, Nepo dan 3 orang pecatur pemula Naila, Taufik, Nilam bertanding dalam sebuah turnamen. Semua pecatur akan bertanding satu sama lain masing-masing satu kali pertemuan.

• Diawal turnamen nilai seluruh peserta adalah 0.

• 1 angka diberikan jika berhasil mengalahkan pecatur pemula.

• 2 angka diberikan jika berhasil mengalahkan pecatur senior.

• Jika pecatur senior kalah dalam satu game, nilainya akan dikurangi 2.

• Jika pecatur pemula kalah dalam satu game, nilainya akan dikurang 1.

• Jika sebuah pertandingan berakhir dengan seri, maka pertandingan tersebut akan diulang.

Berapa banyak permainan yang harus dimenangkan oleh seorang pecatur pemula agar di akhir papan klasemen pecatur tersebut mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari seorang pecatur senior yang pernah kalah sekali dari pecatur senior lainnya ?

A.

2

B.

4

C.

3

D.

1

E.

5

💡Pembahasan Soal

Nilai maksimal pecatur senior yang sekali kalah dengan senior lainnya (-2)1+(2)1+(1)3=3 Maka pecatur pemula harus memenangkan 4 pertandingan sisanya, (-1)1+(2)2+(1)2=5 Jika kalah sekali lagi, andaikan kalah dengan pemula, maka (-1)2+(2)2+(1)1=3, belum lebih tinggi nilainya Jadi banyak pertandingan yang harus dimenangkan ada 4

Contoh Soal No. 23

Sebuah toko elektronik memberikan diskon khusus pada hari tertentu dalam seminggu. Pemilik toko memperkirakan bahwa peluang seorang pelanggan membeli produk dengan diskon adalah 38\frac{3}{8}. Jika terdapat 40 pelanggan yang datang ke toko tersebut pada hari diskon, berapa pelanggan yang diperkirakan akan membeli produk dengan diskon tersebut?

A.

15 pelanggan

B.

18 pelanggan

C.

20 pelanggan

D.

24 pelanggan

💡Pembahasan Soal

Untuk menghitung jumlah pelanggan yang diperkirakan akan membeli produk dengan diskon, kita menggunakan konsep nilai harapan dalam probabilitas.

Langkah-langkah penyelesaian:

  1. Diketahui:

    • Peluang membeli dengan diskon = 38\frac{3}{8}
    • Jumlah total pelanggan = 40
  2. Rumus nilai harapan: Ekspektasi=Peluang×Total Kejadian\text{Ekspektasi} = \text{Peluang} \times \text{Total Kejadian}

  3. Perhitungan: Ekspektasi=38×40=15\text{Ekspektasi} = \frac{3}{8} \times 40 = 15

Kesimpulan:

Dari 40 pelanggan, diperkirakan 15 pelanggan akan membeli produk dengan diskon. Hasil ini diperoleh dengan mengalikan peluang membeli (38\frac{3}{8}) dengan jumlah total pelanggan (40).

Contoh Soal No. 24

Dalam sebuah survei di sebuah sekolah, diketahui bahwa 60% siswa menyukai matematika dan 40% menyukai fisika. Jika 20% siswa menyukai kedua pelajaran tersebut, berapa persen siswa yang tidak menyukai matematika maupun fisika?

A.

20%

B.

30%

C.

40%

D.

50%

E.

60%

💡Pembahasan Soal

Untuk menyelesaikan soal ini, kita dapat menggunakan prinsip himpunan dan diagram Venn. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Menghitung persentase siswa yang menyukai matematika atau fisika: Menggunakan rumus gabungan dua himpunan: P(AB)=P(A)+P(B)P(AB)P(A \cup B) = P(A) + P(B) - P(A \cap B) Dimana:

    • P(A)=60%P(A) = 60\% (siswa yang menyukai matematika)
    • P(B)=40%P(B) = 40\% (siswa yang menyukai fisika)
    • P(AB)=20%P(A \cap B) = 20\% (siswa yang menyukai kedua pelajaran)
      Jadi:
      P(AB)=60%+40%20%=80%P(A \cup B) = 60\% + 40\% - 20\% = 80\%
  2. Menghitung persentase siswa yang tidak menyukai matematika maupun fisika: Karena total siswa adalah 100%100\%, maka siswa yang tidak menyukai keduanya adalah: 100%P(AB)=100%80%=20%100\% - P(A \cup B) = 100\% - 80\% = 20\%

Jadi, persentase siswa yang tidak menyukai matematika maupun fisika adalah 20%.

Mau lihat pembahasan soal?

Dapatkan pembahasan lengkap untuk setiap soal, langkah penyelesaian, dan tips cepat paham. Gratis — buka pembahasan sekarang.

Scan QR code atau kunjungi link ini untuk lihat pembahasan lengkap:

mimpi.mu/tracks/tka-matematika-sma
QR Code

Scan untuk lihat pembahasan soal

mimpi.mu/tracks/tka-matematika-sma