Contoh Soal TKA Matematika SMA
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:
mimpi.mu/tracks/tka-matematika-smaScan untuk latihan lebih banyak
Diberikan himpunan bilangan . Banyaknya bilangan rasional dalam himpunan adalah ....
1
2
3
4
5
💡Pembahasan Soal
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan , dengan dan adalah bilangan bulat dan . Bilangan desimal yang berulang atau berhenti juga termasuk bilangan rasional.
Mari kita identifikasi setiap anggota himpunan :
- . Ini adalah bilangan bulat, yang dapat ditulis sebagai . Jadi, ini rasional.
- . Ini juga bilangan bulat, yang dapat ditulis sebagai . Jadi, ini rasional.
- sudah dalam bentuk pecahan . Jadi, ini rasional.
- adalah bilangan irasional. Desimalnya tidak berhenti dan tidak berulang.
- adalah desimal berulang. Bilangan ini dapat diubah menjadi pecahan atau . Jadi, ini rasional.
Dengan demikian, ada 4 bilangan rasional dalam himpunan , yaitu dan .
Perhatikan ekspresi matematika berikut:
Pilihlah semua pernyataan yang benar mengenai evaluasi ekspresi tersebut.
💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)
[ ] Operasi perkalian dan pembagian harus dikerjakan terlebih dahulu daripada pengurangan dan penjumlahan.
[ ] Jika dihitung lurus dari kiri ke kanan tanpa aturan prioritas, hasilnya adalah 13.
[ ] Hasil akhir yang benar dari ekspresi tersebut adalah 10.
[ ] Hasil akhir yang benar dari ekspresi tersebut adalah 22.
[ ] Ekspresi tersebut dapat ditulis menjadi .
💡Pembahasan Soal
Untuk mengevaluasi ekspresi matematika, kita harus mengikuti aturan urutan operasi (PEMDAS/BODMAS):
- Perkalian dan pembagian dikerjakan terlebih dahulu dari kiri ke kanan.
- Penjumlahan dan pengurangan dikerjakan setelahnya, juga dari kiri ke kanan.
Evaluasi ekspresi:
-
Perkalian dan pembagian:
,
.
Ekspresi menjadi: . -
Penjumlahan dan pengurangan (kiri ke kanan):
,
.
Hasil akhir yang benar adalah 10.
Analisis Pernyataan
- Pernyataan 1: Benar. Perkalian dan pembagian memang didahulukan sesuai aturan urutan operasi.
- Pernyataan 2: Benar. Jika dihitung lurus kiri ke kanan tanpa aturan prioritas:
. - Pernyataan 3: Benar. Hasil yang benar memang 10.
- Pernyataan 4: Salah. Hasilnya bukan 22.
- Pernyataan 5: Benar. Bentuk secara eksplisit mencerminkan urutan operasi yang benar dan menghasilkan 10.
Jika suatu sistem persamaan memiliki 3 variabel tetapi hanya 2 persamaan yang independen, maka bentuk solusi sistem tersebut adalah...
Titik tunggal
Tidak ada solusi
Garis lurus
Bidang datar
Lingkaran
💡Pembahasan Soal
Dalam sistem persamaan linear dengan 3 variabel dan hanya 2 persamaan independen, derajat kebebasan sistem adalah:
Artinya, solusi sistem bergantung pada satu parameter bebas, sehingga membentuk garis lurus dalam ruang tiga dimensi.
Mengapa bukan yang lain?
- Titik tunggal: memerlukan 3 persamaan independen.
- Tidak ada solusi: terjadi jika ada kontradiksi (misalnya, dua persamaan yang sejajar tapi tidak berimpit).
- Bidang datar: merupakan solusi dari satu persamaan linear dalam 3 variabel.
- Lingkaran: bukan bentuk solusi sistem persamaan linear.
Jadi, bentuk solusi yang tepat adalah garis lurus.
Diberikan sistem pertidaksamaan linear berikut:
Pilihlah semua pernyataan yang benar berdasarkan sistem tersebut!
💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)
[x] Nilai maksimum dari variabel yang mungkin adalah .
[ ] Suku atau titik memenuhi sistem pertidaksamaan tersebut.
[ ] Jika dan , maka nilai yang memenuhi sistem adalah .
[ ] Sistem pertidaksamaan ini tidak memiliki solusi karena memiliki terlalu banyak pembatas.
[x] Nilai maksimum dari minimum yang mungkin adalah .
💡Pembahasan Soal
Mari kita analisis setiap pernyataan berdasarkan sistem pertidaksamaan yang diberikan:
-
Nilai maksimum adalah 5. (Benar) Untuk memaksimalkan dalam , kita harus menggunakan nilai minimum untuk dan . Nilai minimum yang diizinkan adalah dan . Substitusi menghasilkan , yang menyederhanakan menjadi . Jadi, nilai maksimum adalah 5.
-
Titik tidak memenuhi sistem. (Pernyataan Salah) Titik ini tidak memenuhi syarat karena komponen -nya adalah 0.
-
Jika dan , maka . (Benar) Dengan mensubstitusikan dan ke dalam , kita mendapatkan . Dikombinasikan dengan syarat , rentang nilai yang valid adalah .
-
Sistem ini memiliki solusi. (Pernyataan Salah) Sistem ini memiliki banyak solusi. Sebagai contoh, titik memenuhi semua ketidaksetaraan: , , , dan . Adanya banyak batasan tidak secara otomatis berarti tidak ada solusi.
-
Nilai maksimum dari minimum adalah 0. (Pernyataan Salah) Frasa "maksimum dari minimum" tidak relevan di sini. Pertidaksamaan secara langsung menetapkan bahwa nilai minimum absolut untuk adalah 0. Tidak ada beberapa kemungkinan nilai minimum untuk dipilih.
Anda diminta merancang aturan alokasi lahan parkir seluas . Tempat parkir untuk sebuah mobil memerlukan lahan dan bus . Daya tampung maksimum tempat parkir hanya 30 kendaraan. Biaya parkir mobil dan bus . Buatlah kesimpulan keputusan berapakah kombinasi parkir bus dan mobil yang menghasilkan pendapatan tertinggi yang bisa Anda tawarkan kepada pengelola!
30 mobil saja
15 bus saja
10 mobil dan 20 bus
20 mobil dan 10 bus
30 bus saja
💡Pembahasan Soal
Untuk menyelesaikan masalah ini, kita menggunakan program linear.
Misalkan:
- = jumlah mobil
- = jumlah bus
1. Model Matematika Kita perlu memaksimalkan fungsi pendapatan dengan memperhatikan kendala yang ada.
-
Fungsi Tujuan (Pendapatan):
-
Kendala (Batasan):
- Daya tampung:
- Luas lahan: , yang dapat disederhanakan menjadi
- Jumlah kendaraan tidak boleh negatif: dan
2. Menentukan Titik Pojok Nilai maksimum akan ditemukan pada salah satu titik pojok dari daerah penyelesaian yang dibentuk oleh sistem pertidaksamaan di atas. Titik-titik pojoknya adalah:
- Perpotongan sumbu-x dan sumbu-y:
- Perpotongan garis dengan sumbu-x:
- Perpotongan garis dengan sumbu-y:
- Perpotongan garis dan :
3. Menguji Titik Pojok pada Fungsi Tujuan
Kesimpulan Pendapatan maksimum sebesar Rp250.000,00 dicapai ketika tempat parkir diisi oleh 20 mobil dan 10 bus.
Perhatikan fungsi rasional . Berdasarkan analisis asimtot, pernyataan manakah yang benar mengenai perilaku asimtotik fungsi tersebut ketika ?
Memiliki asimtot horizontal karena derajat pembilang lebih rendah dari penyebut
Memiliki asimtot horizontal karena rasio koefisien utama pembilang dan penyebut
Memiliki asimtot horizontal dan tidak memiliki asimtot miring
Tidak memiliki asimtot horizontal karena derajat pembilang sama dengan derajat penyebut
Memiliki asimtot miring karena koefisien utama negatif
💡Pembahasan Soal
Untuk menentukan asimtot dari fungsi rasional , kita bandingkan derajat (pangkat tertinggi) dari pembilang dan penyebut.
- Derajat pembilang: Pangkat tertinggi dari adalah 2.
- Derajat penyebut: Pangkat tertinggi dari adalah 2.
Karena derajat pembilang sama dengan derajat penyebut, maka fungsi memiliki asimtot horizontal. Persamaan asimtot horizontal didapat dari rasio koefisien utama (koefisien suku pangkat tertinggi) pembilang dan penyebut.
Asimtot miring hanya ada jika derajat pembilang tepat satu lebih besar dari derajat penyebut. Karena derajatnya sama, fungsi ini tidak memiliki asimtot miring.
Jadi, fungsi ini memiliki asimtot horizontal dan tidak memiliki asimtot miring.
Perhatikan tabel fungsi berikut:
Pernyataan berikut yang benar adalah ....

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)
Domain adalah
Range adalah
💡Pembahasan Soal
Mari kita uji kebenaran dari setiap pernyataan.
Memeriksa Sifat Identitas Komposisi Invers
Opsi A: Berdasarkan sifat fungsi invers, untuk setiap dalam domain . Karena ada dalam domain , maka .
(Bukti: )
Pernyataan A BENAR.
Opsi B: Berdasarkan sifat fungsi invers, untuk setiap dalam domain . Karena ada dalam himpunan hasil , maka .
(Bukti: )
Pernyataan B BENAR.
Memeriksa Nilai
Opsi C: Nilai adalah elemen domain , bukan elemen hasil/kodomain . Pada tabel, nilai tidak ada di baris , sehingga tidak terdefinisi. Nilai yang benar adalah .
Pernyataan C SALAH.
Memeriksa Domain dan Range
Opsi D: Domain dari sama dengan range dari , yaitu kumpulan semua nilai pada tabel: .
Pernyataan D BENAR.
Opsi E: Range dari adalah , sedangkan adalah domain dari .
Pernyataan E SALAH.
Jadi, pernyataan A, B, dan D bernilai BENAR.
Diketahui fungsi dan .
Tentukan rumus .
(1)
(2) merupakan fungsi satu-satu
Tentukan apakah pernyataan (1) dan (2) cukup untuk menjawab pertanyaan.
Pernyataan (1) saja cukup, tetapi pernyataan (2) saja tidak cukup.
Pernyataan (2) saja cukup, tetapi pernyataan (1) saja tidak cukup.
Pernyataan (1) dan (2) bersama-sama cukup, tetapi sendiri-sendiri tidak cukup.
Pernyataan (1) saja cukup atau pernyataan (2) saja cukup.
Pernyataan (1) dan (2) bersama-sama tetap tidak cukup
💡Pembahasan Soal
Untuk menentukan rumus spesifik dari fungsi komposisi , kita memerlukan bentuk atau rumus eksplisit dari kedua fungsi dan .
Uji Pernyataan (1):
Pernyataan ini memberikan rumus untuk fungsi , sehingga . Namun, karena rumus fungsi tidak diketahui, rumus eksplisit dari tidak dapat ditentukan.
Pernyataan (1) saja TIDAK CUKUP.
Uji Pernyataan (2): merupakan fungsi satu-satu
Sifat "satu-satu" (injektif) hanya menjelaskan karakteristik pemetaan fungsi (bahwa setiap elemen kodomain dipetakan oleh paling banyak satu elemen domain). Pernyataan ini tidak memberikan rumus aljabar maupun nilai dari fungsi dan .
Pernyataan (2) saja TIDAK CUKUP.
Uji Gabungan Pernyataan (1) dan (2):
Bahkan jika kedua pernyataan digabungkan, kita hanya tahu bahwa dan adalah fungsi injektif. Tanpa adanya rumus eksplisit atau informasi titik spesifik dari (seperti atau ), bentuk tetap tidak dapat ditentukan secara pasti.
Pernyataan (1) dan (2) bersama-sama TETAP TIDAK CUKUP.
Kesimpulan:
Kedua pernyataan bersama-sama tetap tidak cukup untuk menentukan rumus .
Jawaban: E
Manakah dari barisan berikut yang merupakan barisan aritmetika? Pilihlah semua pernyataan yang benar!
💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)
1, 4, 7, 10, …
1, 2, 4, 8, …
[ ] 10,5,0,−5,…
💡Pembahasan Soal
Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang memiliki selisih atau beda () yang konstan antara dua suku berurutan.
Mari kita analisis setiap pilihan:
-
1, 4, 7, 10, … Beda: ; . Bedanya konstan (), maka ini adalah barisan aritmetika.
-
1, 2, 4, 8, … Beda: ; . Bedanya tidak konstan, maka ini bukan barisan aritmetika (ini adalah barisan geometri).
-
10, 5, 0, -5, … Beda: ; . Bedanya konstan (), maka ini adalah barisan aritmetika.
-
Beda: ; . Bedanya tidak konstan, maka ini bukan barisan aritmetika (ini adalah barisan geometri).
-
Beda: ; . Bedanya konstan (), maka ini adalah barisan aritmetika.
Dengan demikian, barisan yang merupakan barisan aritmetika adalah 1, 4, 7, 10, …, 10, 5, 0, -5, …, dan .
Suatu deret geometri tak hingga memiliki suku pertama , rasio , dan jumlah , dengan . Pilihlah semua pernyataan yang benar!
💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)
[ ] Nilai rasio dari deret tersebut adalah .
[ ] Deret geometri tersebut bersifat divergen.
Suku kedua deret tersebut adalah .
[ ] Suku ke-3 nilainya lebih kecil dibandingkan suku ke-2 jika a>0.
[ ] Suku ke-3 nilainya lebih besar dibandingkan suku ke-2 jika a>0.
💡Pembahasan Soal
Untuk menganalisis pernyataan, pertama kita tentukan nilai rasio () dari deret tersebut.
Menentukan Rasio (r)
Rumus jumlah deret geometri tak hingga adalah . Diketahui , maka: Karena , kita dapat membagi kedua ruas dengan :
Analisis Pernyataan
Berdasarkan nilai , kita dapat mengevaluasi setiap pernyataan.
-
"Nilai rasio dari deret tersebut adalah " Pernyataan ini benar, sesuai dengan hasil perhitungan di atas.
-
"Deret geometri tersebut bersifat divergen" Pernyataan ini salah. Suatu deret geometri tak hingga konvergen jika . Karena , deret ini bersifat konvergen.
-
"Suku kedua deret tersebut adalah " Pernyataan ini benar. Suku kedua dirumuskan sebagai . Dengan , maka .
-
"Suku ke-3 nilainya lebih kecil dibandingkan suku ke-2 jika a>0" Pernyataan ini benar.
- Jika , maka , yang berarti .
-
"Suku ke-3 nilainya lebih besar dibandingkan suku ke-2 jika a>0" Pernyataan ini salah, karena telah dibuktikan bahwa .
Diketahui dua garis di ruang:
Cosinus sudut antara garis dan adalah ....
0
1
💡Pembahasan Soal
Sudut antara dua garis di ruang ditentukan oleh vektor arah masing-masing garis.
Vektor arah garis :
Vektor arah garis :
Hasil kali titik (dot product) :
Panjang masing-masing vektor dan :
Cosinus sudut antarvektor ():
Jadi, jawaban soal ini adalah C.
Diketahui prisma tegak segienam beraturan dengan panjang rusuk alas dan tinggi .
Pernyataan berikut yang benar adalah ... (Pilihan jawaban bisa lebih dari satu)

💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)
Garis dan garis bersilangan.
Bidang berbentuk persegi panjang.
Jarak antara garis dan garis adalah .
Bidang tegak lurus terhadap bidang alas.
💡Pembahasan Soal
Analisis kebenaran setiap pilihan:
Opsi A (Benar): adalah rusuk tegak vertikal di titik , sedangkan adalah rusuk alas horizontal. Kedua garis tidak sejajar, tidak berpotongan, dan tidak sebidang, sehingga bersilangan.
Opsi B (Benar): Karena berbentuk prisma tegak, setiap sisi tegaknya (, , dll.) tegak lurus terhadap bidang alas dan berbentuk persegi panjang berukuran .
Opsi C (Benar): adalah diagonal utama pada bidang alas dan adalah diagonal utama pada bidang atas. Karena , jarak kedua garis sejajar ini sama dengan jarak antara bidang alas dan bidang atas, yaitu tinggi prisma ().
Opsi D (Benar): Sesuai sifat prisma tegak, semua bidang sisi tegaknya (termasuk ) tegak lurus terhadap bidang alas.
Jadi, semua pernyataan benar.
Perhatikan gambar berikut!
Pada gambar tersebut, diketahui dengan dan . Jika panjang , , dan keliling adalah , maka panjang sisi adalah ... cm.

8
10
12
6
9
💡Pembahasan Soal
Karena , sisi-sisi yang bersesuaian di depan/di samping sudut yang sama harus sama panjang. Sisi bersesuaian dengan : Panjang .
b) Keliling : Karena , maka .
Jika m dan n adalah dua bilangan bulat positif dengan , rumus pembentukan Tripel Pythagoras bentukan Euclid dinyatakan sebagai , , dan . Pilihlah pasangan nilai berikut yang menghasilkan Tripel Pythagoras Primitif (tidak memiliki faktor persekutuan selain 1)!
💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)
[ ] ,
[ ] ,
[ ] ,
[ ] ,
[ ] ,
💡Pembahasan Soal
Rumus Euclid akan menghasilkan Tripel Pythagoras Primitif (tiga bilangan yang tidak memiliki faktor persekutuan selain 1) jika pasangan bilangan bulat positif dengan memenuhi dua syarat tambahan:
- dan saling prima (FPB = 1).
- Salah satu dari atau adalah bilangan genap dan yang lainnya ganjil.
Mari kita periksa setiap pasangan:
- (): Memenuhi semua syarat (saling prima, paritas berbeda). Menghasilkan tripel primitif (3, 4, 5).
- (): Memenuhi semua syarat (saling prima, paritas berbeda). Menghasilkan tripel primitif (5, 12, 13).
- (): Tidak memenuhi. dan tidak saling prima (FPB=2) dan keduanya genap. Tripel yang dihasilkan (12, 16, 20) bukan primitif.
- (): Memenuhi semua syarat (saling prima, paritas berbeda). Menghasilkan tripel primitif (15, 8, 17).
- (): Tidak memenuhi. dan keduanya ganjil. Tripel yang dihasilkan (16, 30, 34) bukan primitif.
Jadi, pasangan yang menghasilkan Tripel Pythagoras Primitif adalah , , dan .
Titik dicerminkan terhadap garis , kemudian dilanjutkan dengan translasi oleh . Koordinat bayangan akhir dari titik adalah ....
💡Pembahasan Soal
Refleksi titik terhadap garis menghasilkan bayangan .
Translasi oleh :
Sebuah garis berat ditarik dari salah satu titik sudut sebuah segitiga sembarang menuju titik tengah sisi di hadapannya. Pilihlah semua kesimpulan yang benar akibat penarikan garis berat tersebut!
💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)
Segitiga tersebut terbagi menjadi dua segitiga baru yang memiliki panjang keliling sama besar.
Segitiga tersebut terbagi menjadi dua segitiga baru yang memiliki luas daerah sama besar.
Kedua segitiga baru hasil partisi dipastikan merupakan segitiga yang kongruen.
Tinggi kedua segitiga baru tersebut terhadap alas garis berat asalnya adalah identik.
Garis berat membagi sudut asal menjadi dua sudut yang sama besar.
💡Pembahasan Soal
Garis berat ditarik dari suatu titik sudut segitiga ke titik tengah sisi di hadapannya, membagi segitiga menjadi dua bagian. Berikut penilaian setiap pernyataan:
-
Luas sama besar: Benar. Kedua segitiga memiliki alas sama panjang (setengah sisi asli) dan tinggi yang sama (jarak tegak lurus dari titik sudut ke sisi tersebut), sehingga luasnya selalu sama: .
-
Keliling sama besar: Salah. Sisi-sisi lain dari segitiga asal umumnya tidak sama panjang, sehingga keliling kedua bagian berbeda.
-
Kongruen: Salah. Kedua segitiga hanya kongruen dalam kasus khusus (misalnya segitiga sama kaki atau sama sisi), bukan pada segitiga sembarang.
-
Tinggi identik terhadap garis berat sebagai alas: Benar. Jika garis berat dijadikan alas bersama, maka tinggi kedua segitiga diukur dari titik tengah sisi ke titik sudut berlawanan—yang merupakan satu titik yang sama. Dengan demikian, tingginya identik.
-
Membagi sudut sama besar: Salah. Garis berat bukan garis bagi; hanya pada segitiga simetris (misalnya sama kaki) ia sekaligus membagi sudut.
Sebuah lembaran seng berbentuk juring lingkaran memiliki jari-jari dan sudut pusat . Lembaran tersebut akan digulung untuk membentuk sebuah selimut kerucut.
Berdasarkan informasi tersebut, pilihlah semua pernyataan yang benar terkait dimensi kerucut yang terbentuk.
💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)
[ ] Panjang garis pelukis (s) pada kerucut baru tersebut memiliki panjang yang sama dengan R.
Jari-jari alas kerucut () adalah .
Tinggi kerucut () adalah .
Luas selimut kerucut yang terbentuk adalah .
[ ] Kapasitas volume kerucut baru ini bernilai konstan dan tidak dipengaruhi oleh perubahan sudut juring seng asal.
💡Pembahasan Soal
Saat sebuah juring lingkaran digulung menjadi selimut kerucut, properti juring akan bertransformasi menjadi properti kerucut sebagai berikut:
- Jari-jari juring () menjadi garis pelukis kerucut ().
- Panjang busur juring menjadi keliling alas kerucut.
Mari kita analisis setiap pernyataan berdasarkan informasi ini.
1. Garis Pelukis ()
Jari-jari juring () langsung menjadi garis pelukis kerucut (), sehingga: Pernyataan ini benar.
2. Jari-Jari Alas Kerucut ()
Panjang busur juring dihitung dan disamakan dengan keliling alas kerucut (). Panjang Busur
Karena Panjang Busur = Keliling Alas: Pernyataan ini benar.
3. Tinggi Kerucut ()
Tinggi kerucut dapat ditemukan menggunakan teorema Pythagoras dengan dan . atau Pernyataan ini benar.
4. Luas Selimut Kerucut
Luas selimut kerucut sama dengan luas juring lingkaran asal. Luas Juring Pernyataan ini benar.
5. Volume Kerucut
Volume kerucut () bergantung pada nilai dan . Karena dan bergantung pada sudut pusat juring, perubahan sudut akan mengubah volume kerucut. Jadi, volume tidak konstan. Pernyataan ini salah.
Dengan demikian, pernyataan yang benar adalah pernyataan 1, 2, 3, dan 4.
Tentukan jarak terpendek dari titik ke kurva . Pilihlah semua ekspresi matematis yang merupakan langkah analisis yang valid untuk menyelesaikan masalah ini.
💡 Pilih semua jawaban yang benar (dapat lebih dari satu)
Kuadrat jarak dari titik ke sembarang titik pada kurva dapat dinyatakan sebagai fungsi satu variabel , yaitu .
[ ] Jarak terpendek diperoleh dengan mencari nilai stasioner melalui turunan pertama fungsi kuadrat jarak tersebut.
Titik terdekat pada kurva dari titik fokus adalah titik puncaknya, yaitu .
Jarak minimum dari titik ke kurva adalah tepat 1 satuan.
Di titik pada kurva yang jaraknya terpendek dari F(0,1), garis normalnya akan melewati titik F(0,1).
💡Pembahasan Soal
Untuk menemukan jarak terpendek dari titik ke kurva parabola , kita perlu meminimalkan fungsi jarak. Berikut adalah analisis untuk setiap opsi yang diberikan.
Langkah-langkah Analisis yang Valid
-
Menyusun fungsi jarak: Kuadrat jarak, , dari ke sembarang titik pada kurva adalah . Dengan mensubstitusi (dari persamaan kurva), kita mendapatkan fungsi kuadrat jarak dalam satu variabel: . Ini memvalidasi opsi pertama.
-
Menggunakan kalkulus untuk optimisasi: Untuk menemukan jarak minimum, kita mencari nilai stasioner dari fungsi kuadrat jarak dengan mengatur turunan pertamanya menjadi nol ( atau ). Ini adalah metode standar optimisasi dalam kalkulus. Ini memvalidasi opsi kedua.
-
Menggunakan sifat geometris: Jarak terpendek dari suatu titik ke kurva terletak pada garis yang normal (tegak lurus) terhadap kurva di titik terdekat. Artinya, garis normal pada kurva di titik terdekatnya harus melewati titik . Ini memvalidasi opsi kelima.
Hasil Analisis
- Dengan menerapkan salah satu metode di atas, kita menemukan bahwa titik pada kurva yang terdekat dengan adalah .
- Jarak minimumnya adalah jarak antara dan , yaitu . Ini memvalidasi opsi keempat.
Analisis Opsi yang Tidak Valid
- Opsi ketiga salah karena menyatakan adalah titik fokus. Parabola (atau ) memiliki titik puncak dan fokus di . Karena premisnya salah, pernyataan tersebut tidak valid sebagai langkah analisis.
Diketahui segi delapan beraturan. Jika jari-jari lingkaran luar segi delapan beraturan tersebut adalah , maka luas segi delapan beraturan tersebut adalah ....
💡Pembahasan Soal
Segi- beraturan tersusun dari buah segitiga sama kaki kongruen dengan sudut pusat .
Sudut pusat ():
Luas 1 segitiga penyusun:
Luas total segi delapan beraturan:
.
Jadi, jawaban soal ini adalah C.
Sebuah ujian tulis kenaikan pangkat terdiri dari dua jenis soal yaitu pilihan ganda (PG) dan isian singkat (IS). Soal pilihan ganda terdiri dari 24 soal sementara isian singkat terdiri dari 16 soal. Diketahui pengerjaan soal boleh dikerjakan secara acak. Berikut adalah data nilai yang diperoleh oleh 10 peserta kenaikan pangkat tersebut.

Peserta dengan nilai di bawah rata-rata diberikan kesempatan untuk tes ulang dengan target rata-rata dari dua kali tes peserta tersebut tidak boleh kurang dari rata-rata dari tes pertama 10 peserta. Nilai terkecil yang harus diraih Bagas supaya memenuhi target adalah....
42,4
42,8
43,4
44,4
44,8
💡Pembahasan Soal
Nilai Bagas 34. Target rata-rata tes pertama dan kedua Bagas tidak boleh kurang dari 39,2. Misalkan nilai tes kedua Bagas adalah .
34+T X 2
34+T
T - 34 = 44,4
Diketahui data nilai matematika 40 siswa disajikan dalam tabel berikut:

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah menetapkan bahwa suatu kelas dinyatakan "Tuntas Secara Klasikal" apabila rata-rata nilai kelas tidak kurang dari . Saat ini, data pada tabel mencakup 40 siswa yang sudah mengikuti ujian dengan rata-rata awal . Untuk mengejar target KKM kelas, guru berencana memasukkan nilai dari 10 siswa susulan. Guru berasumsi bahwa target tersebut pasti tercapai selama 10 siswa susulan tersebut seluruhnya berada pada kelompok interval nilai tertinggi (). Berdasarkan analisis matematis, manakah kesimpulan dan alasan yang paling tepat mengenai asumsi guru tersebut?
Asumsi guru SALAH, karena untuk mencapai target rata-rata kelas , ke-10 siswa susulan harus memiliki rata-rata minimal , sehingga kelompok nilai belum mencukupi.
Asumsi guru BENAR, karena rata-rata minimal yang harus dicapai 10 siswa susulan adalah , dan penempatan siswa pada interval (titik tengah ) akan menghasilkan rata-rata kelas sebesar .
Asumsi guru BENAR, karena rata-rata 10 siswa susulan cukup mencapai untuk mempertahankan nilai rata-rata gabungan di atas target KKM.
Asumsi guru SALAH, karena jumlah nilai tambahan yang disumbangkan oleh 10 siswa pada interval hanya sebesar , yang belum memenuhi total nilai minimal kelas.
Asumsi guru BENAR, namun ke-10 siswa susulan tersebut wajib memperoleh nilai sempurna () agar rata-rata kelas dapat melampaui angka .
💡Pembahasan Soal
Asumsi guru BENAR, karena rata-rata minimal yang harus dicapai oleh 10 siswa susulan adalah agar rata-rata kelas secara keseluruhan mencapai setidaknya .
Diketahui:
- Jumlah siswa awal:
- Rata-rata awal:
- Jumlah siswa susulan:
- Total siswa akhir:
- Target rata-rata:
Total nilai awal:
Total nilai minimal yang dibutuhkan:
Maka, total nilai yang harus dicapai oleh 10 siswa susulan:
Sehingga, rata-rata minimal mereka:
Karena interval nilai memiliki nilai minimal , maka seluruh siswa di kategori ini memenuhi syarat asumsi guru.
Jadi, asumsi guru valid: selama 10 siswa susulan berada dalam rentang , target rata-rata kelas tercapai.
Tiga orang pecatur senior Liren, Magnus, Nepo dan 3 orang pecatur pemula Naila, Taufik, Nilam bertanding dalam sebuah turnamen. Semua pecatur akan bertanding satu sama lain masing-masing satu kali pertemuan.
• Diawal turnamen nilai seluruh peserta adalah 0.
• 1 angka diberikan jika berhasil mengalahkan pecatur pemula.
• 2 angka diberikan jika berhasil mengalahkan pecatur senior.
• Jika pecatur senior kalah dalam satu game, nilainya akan dikurangi 2.
• Jika pecatur pemula kalah dalam satu game, nilainya akan dikurang 1.
• Jika sebuah pertandingan berakhir dengan seri, maka pertandingan tersebut akan diulang.
Berapa banyak permainan yang harus dimenangkan oleh seorang pecatur pemula agar di akhir papan klasemen pecatur tersebut mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari seorang pecatur senior yang pernah kalah sekali dari pecatur senior lainnya ?
2
4
3
1
5
💡Pembahasan Soal
Nilai maksimal pecatur senior yang sekali kalah dengan senior lainnya (-2)1+(2)1+(1)3=3 Maka pecatur pemula harus memenangkan 4 pertandingan sisanya, (-1)1+(2)2+(1)2=5 Jika kalah sekali lagi, andaikan kalah dengan pemula, maka (-1)2+(2)2+(1)1=3, belum lebih tinggi nilainya Jadi banyak pertandingan yang harus dimenangkan ada 4
Sebuah toko elektronik memberikan diskon khusus pada hari tertentu dalam seminggu. Pemilik toko memperkirakan bahwa peluang seorang pelanggan membeli produk dengan diskon adalah . Jika terdapat 40 pelanggan yang datang ke toko tersebut pada hari diskon, berapa pelanggan yang diperkirakan akan membeli produk dengan diskon tersebut?
15 pelanggan
18 pelanggan
20 pelanggan
24 pelanggan
💡Pembahasan Soal
Untuk menghitung jumlah pelanggan yang diperkirakan akan membeli produk dengan diskon, kita menggunakan konsep nilai harapan dalam probabilitas.
Langkah-langkah penyelesaian:
-
Diketahui:
- Peluang membeli dengan diskon =
- Jumlah total pelanggan = 40
-
Rumus nilai harapan:
-
Perhitungan:
Kesimpulan:
Dari 40 pelanggan, diperkirakan 15 pelanggan akan membeli produk dengan diskon. Hasil ini diperoleh dengan mengalikan peluang membeli () dengan jumlah total pelanggan (40).
Dalam sebuah survei di sebuah sekolah, diketahui bahwa 60% siswa menyukai matematika dan 40% menyukai fisika. Jika 20% siswa menyukai kedua pelajaran tersebut, berapa persen siswa yang tidak menyukai matematika maupun fisika?
20%
30%
40%
50%
60%
💡Pembahasan Soal
Untuk menyelesaikan soal ini, kita dapat menggunakan prinsip himpunan dan diagram Venn. Berikut langkah-langkahnya:
-
Menghitung persentase siswa yang menyukai matematika atau fisika: Menggunakan rumus gabungan dua himpunan: Dimana:
- (siswa yang menyukai matematika)
- (siswa yang menyukai fisika)
- (siswa yang menyukai kedua pelajaran)
Jadi:
-
Menghitung persentase siswa yang tidak menyukai matematika maupun fisika: Karena total siswa adalah , maka siswa yang tidak menyukai keduanya adalah:
Jadi, persentase siswa yang tidak menyukai matematika maupun fisika adalah 20%.
Mau lihat pembahasan soal?
Dapatkan pembahasan lengkap untuk setiap soal, langkah penyelesaian, dan tips cepat paham. Gratis — buka pembahasan sekarang.
Scan QR code atau kunjungi link ini untuk lihat pembahasan lengkap:
mimpi.mu/tracks/tka-matematika-smaScan untuk lihat pembahasan soal
mimpi.mu/tracks/tka-matematika-sma